Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

Jangan Buru-Buru Dimasak! Ini 5 Penyebab Utama Daging Kurban Jadi Alot dan Keras

Nurismi • Selasa, 26 Mei 2026 | 10:16 WIB
Ilustrasi daging kurban. (Magnific)
Ilustrasi daging kurban. (Magnific)

BERAU POST - Setelah masalah bau amis dan prengus, tantangan lain saat mengolah daging kurban adalah teksturnya yang keras dan alot.

Daging yang sulit dikunyah dapat mengurangi kenikmatan masakan, bahkan membuat hidangan anda menjadi gagal dimasak secara sempurna

Tekstur yang keras dan alot ini tidak hanya disebabkan oleh kesalahan teknik memasak. Ada beberapa faktor eksternal yang juga mempengaruhi tingkat keempukan daging.

Menurut informasi dari meatguysteakhouse.com dan  hajinews.co.id yang dirangkum,  ada beberapa kondisi penting yang turut  berpengaruh membuat daging kurban Anda terasa lebih keras dan alot.

Oleh karena itu, selain melakukan proses marinasi yang tepat pada daging kurban, Anda juga perlu memperhatikan faktor berikut supaya daging kurban Anda tetap empuk dan mudah diolah menjadi berbagai sajian lezat saat hari raya kurban. 

1. Hewan kurban yang stres sebelum disembelih

Daging kurban bisa menjadi alot karena faktor stres sebelum proses penyembelihan. Kondisi-kondisi seperti perjalanan jauh pada hewan, perlakuan yang tidak nyaman, penyembelihan yang kasar, pada waktu istirahat yang kurang pada hewan kurban dapat membuat otot-otot daging lebih keras dan alot.

Selain itu, daging kurban yang dihasilkan akan menjadi kering dan berwarna lebih gelap Untuk itu, Anda perlu memastikan bahwa hewan kurban bebas stress sebelum proses penyembelihan.

2. Kondisi Rigor Mortis

Kondisi Rigor Mortis juga berpengaruh pada tekstur alot pada daging kurban. Kondisi rigor mortis terjadi saat otot daging yang menjadi kaku sesaat setelah disembelih.

Namun, banyak orang yang kurang menyadari kondisi ini kemudian terburu-buru untuk memasak. Akibatnya, daging yang diolah menjadi alot dan keras.

Sebaiknya, Anda menunggu beberapa saat sampai daging lebih melunak dan rileks setelah proses penyembelihan.  

3. Teknik memotong yang salah

Teknik memotong daging yang kurang tepat juga berpengaruh besar pada tekstur kambing maupun sapi saat dimasak. 

Tekstur alot, keras, dan sulit dikunyah bisa jadi karena saat memotong daging kurban Anda tidak memperhatikan cara berikut. 

Untuk daging kambing, sebaiknya Anda membuang bagian urat dan memotongnya dengan mengikuti arah serat.

Sementara, untuk daging sapi, Anda perlu memotong melawan arah serat. Teknik ini bertujuan supaya serat daging sapi menjadi lebih pendek, sehingga lembut dan empuk saat dimasak. 

4. Usia hewan kurban

Usia hewan kurban juga berpengaruh terhadap kelembutan daging. Kambing dan sapi yang berusia tua cenderung memiliki otot yang sudah berkembang dan juga karena aktivitas fisik yang lebih tinggi, sehingga menjadikannya lebih keras dan alot.

Sebaiknya, saat berkurban Anda dianjurkan memilih hewan yang masih muda sehingga dagingnya bisa lebih empuk dan mudah saat dimasak. 

5. Penyimpanan daging yang salah

Memasukkan daging kurban langsung ke dalam freezer ternyata dapat membuat daging menjadi alot dan keras.

Untuk mengatasinya, Anda disarankan untuk mendiamkan daging kurban selama beberapa jam di dalam suhu ruang atau chiller, sebelum disimpan di dalam freezer.

Editor : Nurismi
#alot #daging kurban