Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

Benarkah Daging Kambing Bikin Tensi Melonjak? Ini Penjelasan Dokter Spesialis Jantung

Nurismi • Jumat, 22 Mei 2026 | 10:50 WIB
Ilustrasi olahan daging kambing. (Freepik)
Ilustrasi olahan daging kambing. (Freepik)

BERAU POST - Konsumsi daging kambing tidak otomatis menyebabkan hipertensi pada semua orang. Isu ini sering menjadi pertanyaan jelang Iduladha karena pemotongan hewan kurban. 

Namun, cara pengolahan hingga makanan pendamping yang dikonsumsi bersama daging kambing justru dinilai lebih berisiko memicu kenaikan tekanan darah.

Dr. dr. Jajang Sinardja, Sp.JP(K), Consultant Cardiologist sekaligus Interventional Cardiologist Heartology Cardiovascular Hospital mengatakan, anggapan bahwa daging kambing selalu menyebabkan hipertensi merupakan mitos yang perlu diluruskan.

Menurutnya, yang lebih berpengaruh adalah pola masak, frekuensi konsumsi, serta porsi makan seseorang.

“Daging kambing sendiri tidak otomatis menyebabkan tekanan darah naik pada semua orang. Sebagian memang ada yang sangat sensitif, misalnya terhadap garam atau jenis makanan tertentu, tetapi pada umumnya tidak serta-merta langsung naik,” ujar Jajang saat.

Ia menjelaskan, konsumsi kambing sering kali disertai makanan tinggi garam dan lemak seperti kuah santan kental, jeroan, maupun olahan dengan bumbu asin yang berlebihan. Kombinasi tersebut yang lebih sering memicu masalah kesehatan.

“Sering kali orang-orang kalau konsumsi kambing dikonsumsi dengan asin, garamnya tinggi, santannya, jeroannya, kuah kental, atau porsinya berlebihan. Frekuensinya banyak. Nah, kombinasi inilah yang sering bermasalah,” katanya.

Karena itu, penderita hipertensi tidak harus sepenuhnya menghindari daging kambing, tetapi perlu memperhatikan jumlah konsumsi, cara pengolahan, dan kondisi kesehatannya masing-masing.

“Jadi bukan tidak boleh sama sekali kalau hipertensi, tetapi penting perhatikan jumlahnya, cara masaknya, frekuensinya, dan kondisi kesehatan si orang tersebut,” tambahnya.

Penyebab Umum Hipertensi

Dalam kesempatan yang sama, Jajang menilai meningkatnya kasus hipertensi saat ini lebih banyak dipicu pola hidup modern yang tidak sehat.

Menurutnya, kurang tidur, stres berkepanjangan, minim aktivitas fisik, hingga konsumsi makanan tinggi garam menjadi faktor utama yang memicu tekanan darah tinggi, termasuk pada usia muda.

“Penyebabnya adalah karena pola hidup modern. Kurang tidur, stres yang berkepanjangan, dan secara khusus juga pola makan,” jelasnya.

Oleh karena itu, dr. Jajang mengingatkan bahwa garam tersembunyi pada makanan ringan dan ultra processed food juga menjadi ancaman yang sering tidak disadari masyarakat.

Selain itu, kebiasaan merokok, penggunaan vape, konsumsi alkohol, obesitas, hingga terlalu banyak mengonsumsi makanan manis dan kafein juga dapat meningkatkan risiko hipertensi.

“Kopi sendiri sebetulnya tidak masalah, tapi sekarang banyak juga pola hidup minum kopi yang berlebihan, kafein berlebihan,” ungkapnya.

dr. Jajang menambahkan, lemak viseral atau penumpukan lemak di area perut juga menjadi salah satu faktor yang berkontribusi terhadap hipertensi pada anak muda.

Editor : Nurismi
#daging kambing #hewan kurban #iduladha