BERAU POST - Overstimulasi media sosial bisa memicu berbagai emosi negatif. Seperti emosi, tertekan, FOMO, insecure, kecemasan, depresi, perasaan sendiri, dan sedih setiap kali melihat HP.
Konten-konten di media sosial yang tiada henti dapat memicu doom scrolling sampai perasaan overstimulasi pada kondisi mental seseorang.
Kehidupan modern yang lekat dengan arus informasi tanpa jeda, aktivitas sehari-hari yang berbasis teknologi, sampai media hiburan digital yang dapat diakses langsung melalui genggaman tangan dapat memicu kelelahan emosi dan mental.
Sebenarnya, tubuh anda sedang merasa lelah dan membutuhkan jeda. Namun, stimulasi visual dari layar HP memaksa otak untuk terus terdorong memantau notifikasi, membuka aplikasi, dan scrolling tanpa sadar.
Melansir informasi dari laman karir.feb.ugm.ac.id serta mindfulcenter.org pada Kamis (21/5), keluhan ini bisa diatasi dengan melakukan detox media sosial. Beberapa cara detox sosial media yang bisa anda lakukan antara lain.
1. Detox Waktu
Detox waktu penggunaan layar, berarti bersikap lebih disiplin dan bijak saat memegang HP.
Langkah ini perlu Anda lakukan dengan mengambil jeda setidaknya 24 jam atau selama akhir pekan tanpa memantau media sosial, bermain game, atau streamingan.
Kedua, Anda bisa membatasi penggunaan layar pada waktu-waktu krusial misalnya saat menjelang tidur setelah pukul 22.00. Terakhir, matikan notifikasi untuk meningkatkan fokus dan keterlibatan 100 persen pada aktivitas di dunia nyata.
2. Detox platform media sosial
Selanjutnya, Anda juga perlu melakukan detox diri dari akun-akun media sosial. Dengan beristirahat sementara dari Instagram, TikTok, X, Thread, ataupun LinkedIn dapat membantu memperbaiki kondisi mental Anda.
Batasi penggunaan aplikasi dengan menghapus atau menggunakan fitur deactive, pada platform media sosial yang memicu doom scrolling, komentar negatif, ujaran kebencian, dan arus konten yang tiada henti.
Anda bisa mengurangi overstimulated digital sekaligus membangun hubungan yang sehat lewat interaksi langsung.
3. Detox interaksi
Anda bisa membuat “zona nyaman” pribadi dengan menetapkan waktu khusus untuk beristirahat dari media sosial. Tetapkan waktu jeda tanpa membuka email, misalnya di akhir pekan ataupun malam hari.
Kemudian Anda bisa menerapkan aturan jeda waktu dalam membalas pesan. Terakhir, pilih aktivitas rutin yang produktif supaya anda beristirahat dari HP dan mereset pikiran dari algoritma media sosial.
4. Pakai teknologi secara mindful, jangan menghilangkannya
Tidak bisa dipungkiri teknologi sangat membantu dan berperan penting untuk kehidupan manusia. Terkadang menghilangkan akun justru bukan jadi solusi.
Anda tetap bisa gunakan HP dengan lebih sehat dengan cara menonaktifkan notifikasi yang tidak penting.
Memberikan kontrol penuh kapan harus merespon, membangun koneksi dengan media sosial, sampai memakai mode grayscale di HP untuk membantu mengurangi stimulasi visual yang memicu keinginan membuka HP terus menerus.