BERAU POST - Sudah diet berbulan-bulan tapi berat badan tidak turun-turun juga? Atau berat badan turun sebentar, lalu balik lagi seperti semula begitu diet dihentikan? Mungkin bukan jenis makanannya yang perlu diganti, tapi cara makannya.
Mindful portion adalah pendekatan yang jauh lebih manusiawi dari diet konvensional karena tidak ada pantangan yang menyiksa, tidak ada aplikasi penghitung kalori yang bikin stres, dan tidak ada makanan yang harus dihapus dari daftar menumu selamanya.
Apa Itu Mindful Portion dan Kenapa Berbeda dari Diet Biasa?
Mindful portion adalah pendekatan makan yang berfokus pada kesadaran terhadap porsi dan kualitas makanan yang dikonsumsi.
Berbeda dari diet konvensional yang mengandalkan larangan dan pengurangan jenis makanan tertentu, mindful portion mengajak kamu untuk hadir secara penuh saat makan.
Bukan soal makan sedikit-sedikit sampai tersiksa, tapi makan secukupnya dengan cara yang lebih sadar sehingga tubuh dan pikiran sama-sama merasa puas.
Inilah yang membuat pendekatan ini lebih mudah dipertahankan dalam jangka panjang dibanding metode diet apa pun yang pernah dicoba sebelumnya.
4 Tips Menerapkan Mindful Portion Mulai Hari Ini
1. Mulai dari mengganti ukuran piring
Langkah paling mudah dan langsung bisa dirasakan hasilnya adalah memakai piring yang lebih kecil. Tidak perlu beli piring baru secara khusus, cukup gunakan piring yang selama ini dipakai untuk menyajikan lauk atau piring dessert yang ada di lemari.
Satu hal yang sering diabaikan, pilih piring dengan warna yang kontras dari makanan yang akan disajikan. Makan nasi putih di piring putih membuat otak kesulitan menangkap batas porsi.
Piring berwarna gelap memberi sinyal visual yang lebih jelas dan akurat, sehingga otak lebih mudah mengenali seberapa banyak yang sudah masuk ke piring.
2. Bedakan lapar fisik dan lapar emosional
Salah satu inti dari mindful portion adalah kemampuan membedakan antara lapar yang datang dari kebutuhan tubuh dan lapar yang dipicu oleh emosi seperti bosan, stres, atau sekadar melihat makanan yang menggoda.
Sebelum mengambil makanan, tanyakan dulu pada dirimu sendiri apakah ini benar-benar lapar atau hanya keinginan sesaat. Lapar fisik datang secara bertahap dan biasanya mau makan apa pun.
Lapar emosional datang tiba-tiba dan cenderung menginginkan makanan tertentu saja, terutama yang tinggi gula atau lemak. Mengenali perbedaan keduanya sudah separuh jalan menuju kontrol porsi yang lebih baik.
3. Makan perlahan dan singkirkan semua distraksi
Otak membutuhkan sekitar dua puluh menit sejak makanan masuk ke perut sebelum bisa mengirimkan sinyal kenyang.
Ketika makan terburu-buru, waktu dua puluh menit itu belum selesai tapi piring sudah kosong dan kamu sudah mengambil tambahan.
Singkirkan ponsel, matikan televisi, dan fokus hanya pada makanan di depanmu. Perhatikan rasa, aroma, dan teksturnya.
Kebiasaan makan sambil scrolling atau menonton seringkali membuat kita makan jauh lebih banyak dari yang disadari karena perhatian tidak pernah benar-benar tertuju pada isi piring.
4. Isi piring dengan komposisi yang seimbang
Piring kecil yang diisi penuh nasi saja tidak akan membantu. Kunci dari mindful portion adalah komposisi yang tepat.
Setengah piring idealnya diisi sayur dan buah, seperempat untuk sumber karbohidrat, dan seperempat sisanya untuk protein.
Dengan komposisi ini, perut lebih cepat kenyang karena serat dari sayuran memperlambat pengosongan lambung.
Untuk camilan di antara waktu makan, pilih yang kaya nutrisi seperti kacang-kacangan, potongan buah segar, atau biskuit dari biji-bijian utuh agar tidak mudah tergoda makanan kemasan tinggi gula dan garam saat lapar datang tiba-tiba.
Mindful Portion Bukan Tentang Sempurna
Tidak ada larangan mutlak dalam pendekatan ini. Kue favoritmu tetap boleh dimakan, nasi goreng kesukaanmu tidak perlu dihapus dari daftar menu.
Yang berubah bukan apa yang kamu makan, tapi bagaimana dan seberapa banyak kamu memakannya. Justru karena tidak ada aturan keras yang memaksa, mindful portion lebih mudah dijalani secara konsisten.
Tidak ada rasa bersalah yang menumpuk setelah makan enak, tidak ada siklus diet ketat lalu kalap makan setelahnya.
Pendekatan ini mengajak kamu membangun hubungan yang lebih damai dengan makanan, bukan perang yang melelahkan.
FAQ Mindful Portion
Apakah mindful portion bisa membantu menurunkan berat badan?
Bisa, meski penurunan berat badan bukan satu-satunya tujuannya. Ketika mulai makan dengan lebih sadar dan berhenti sebelum terlalu kenyang, asupan kalori akan turun secara alami tanpa perlu dihitung satu per satu.
Banyak orang mengalami penurunan berat badan bertahap sebagai efek samping positif dari kebiasaan ini.
Seberapa kecil piring yang sebaiknya digunakan?
Tidak ada ukuran pasti yang berlaku untuk semua orang. Secara umum, piring berdiameter sekitar 20 hingga 22 sentimeter sudah cukup efektif sebagai pengganti piring makan biasa yang biasanya berukuran 25 hingga 30 sentimeter. Yang penting, piring terlihat penuh ketika diisi makanan dengan komposisi yang seimbang.
Apakah mindful portion bisa dilakukan bersamaan dengan program diet tertentu?
Ya, mindful portion justru bisa memperkuat program diet apa pun karena fokusnya pada kesadaran saat makan, bukan pada aturan makanan yang spesifik. Ia bekerja sebagai lapisan kesadaran tambahan di atas pola makan yang sudah dijalankan.
Mengubah pola makan tidak perlu lewat langkah drastis yang menyiksa. Mulai dari kebiasaan kecil seperti memakai piring yang lebih kecil, makan lebih perlahan, dan belajar mengenali rasa kenyangmu sendiri.
Kesuksesan sebuah pendekatan makan tidak diukur dari seberapa berat aturannya, tapi dari kebiasaan sederhana yang bisa dipertahankan setiap hari tanpa beban.
Editor : Nurismi