Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

Sering Zonk Dapat Baju Rusak? Ini 7 Trik Rahasia Pilih Baju Thrift Berkualitas Biar Gak Buang Uang

Nurismi • Selasa, 19 Mei 2026 | 10:10 WIB
Ilustrasi pasar thrifting. (Freepik)
Ilustrasi pasar thrifting. (Freepik)

BERAU POST - Pernah pulang dari thrift shop dengan kantong penuh, lalu dua minggu kemudian sadar separuh isinya tidak bisa dipakai sama sekali?

Noda yang tidak hilang, jahitan yang hampir lepas, atau bahan yang sudah terlalu tipis untuk dipakai keluar. 

Tips memilih baju thrift berkualitas sebenarnya bukan soal beruntung, tapi soal tahu apa yang harus dilihat sebelum barang itu masuk ke kantong belanjamu.

Kenapa Thrifting Perlu Strategi, Bukan Sekadar Beli yang Murah

Tren sustainable fashion membuat semakin banyak orang beralih ke thrift shop, dan itu kabar bagus. Tapi tanpa strategi yang jelas, thrifting bisa berubah jadi penumpukan barang tidak terpakai yang justru bertentangan dengan semangat awalnya. 

Setiap pakaian bekas yang salah pilih bukan hanya buang uang, tapi juga buang waktu dan energi.

Pembeli thrift yang benar-benar berhasil bukan yang paling banyak membeli, tapi yang paling tahu apa yang dicari. Dan semuanya dimulai dari tujuh hal berikut ini.

1. Kenali jenis kain sebelum melihat harga atau model

Sebelum terpikat label harga atau potongan yang menarik, pegang kainnya dulu. Katun dan linen adalah pilihan terbaik karena kuat, menyerap keringat, dan tidak cepat rusak meski sudah puluhan kali dicuci. 

Wol dan kasmir adalah jackpot bagi thrifter cermat karena harganya sangat tinggi jika dibeli baru. Sementara rayon dan viscose terasa lembut tapi mudah melar jika tidak dirawat dengan benar.

Cara paling mudah mengecek kualitas kain tanpa membaca label adalah dengan meremas kain sebentar lalu melepaskannya.

Kain yang masih bagus akan kembali ke bentuk semula dengan cepat. Kain yang sudah aus akan meninggalkan bekas kerutan yang tidak hilang.
 
2. Periksa jahitan di area yang paling sering mendapat tekanan

Pakaian berkualitas, baru maupun bekas, selalu punya jahitan yang rapi, kencang, dan konsisten di seluruh bagiannya. 

Ada empat area yang wajib dicek sebelum memutuskan membeli. Bagian ketiak dan bahu, karena dua area ini paling sering robek akibat tekanan harian.

Keliman bawah dan ujung lengan, karena biasanya terurai lebih dulu pada pakaian yang sudah sering dicuci.

Sambungan antar panel kain, khususnya pada kemeja dan celana. Dan terakhir, area kancing serta ritsleting, pastikan keduanya masih berfungsi normal.

Jahitan yang mulai terurai di satu titik kecil masih bisa diperbaiki. Tapi kalau sudah lebih dari satu area yang bermasalah, lebih baik letakkan kembali dan cari pilihan lain.

3. Cek noda dan perubahan warna di bawah cahaya yang cukup

Pencahayaan di dalam toko thrift sering kali redup dan kekuningan, membuat noda kecil mudah terlewat. Bawa pakaian ke dekat pintu atau jendela sebelum memutuskan beli. Ada empat jenis perubahan warna yang perlu diwaspadai. 

Noda keringat di area ketiak yang sudah berubah kuning atau kecokelatan biasanya sangat sulit dihilangkan. Bekas luntur dari pakaian lain yang meninggalkan warna asing, terutama pada bahan berwarna terang. 

Perubahan warna tidak merata di satu area tertentu, yang bisa jadi tanda noda yang sudah dicoba dibersihkan tapi gagal. Dan pilling atau bintik-bintik serat yang menggumpal di permukaan, tanda kain sudah mulai melemah.

4. Cium bau dari bagian dalam kain, bukan dari luar

Bau apek ringan akibat penyimpanan lama biasanya bisa hilang setelah satu dua kali cuci dengan tambahan baking soda atau cuka putih.

Tapi bau tembakau yang sudah meresap dalam ke serat kain hampir tidak bisa dihilangkan sepenuhnya, bahkan dengan deterjen terkuat.

Bau wangi yang terlalu menyengat justru perlu dicurigai karena bisa saja disemprotkan untuk menutupi bau asli yang lebih bermasalah.

Cara yang paling akurat adalah membawa pakaian ke area dengan sirkulasi udara yang baik, lalu cium dari bagian dalam kain. Bau dari luar sering tertutupi oleh aroma umum toko.

5. Jangan percaya label ukuran begitu saja

Baju thrift yang berasal dari luar negeri atau dari dekade berbeda hampir pasti menggunakan sistem ukuran yang berbeda. Ukuran S dari merek Amerika bisa setara dengan M di Indonesia.

Pakaian dari era 1980-an dan 1990-an umumnya dipotong lebih longgar karena tren siluet saat itu memang mengedepankan tampilan yang tidak terlalu ketat. 

Beberapa bahan seperti wol dan katun tebal juga bisa menyusut setelah dicuci, jadi membeli ukuran satu tingkat lebih besar bisa menjadi pertimbangan.

Kalau tidak ada fitting room, bawa pita ukur kecil dari rumah dan ukur bagian terpenting seperti lebar dada, panjang lengan, dan lingkar pinggang sebelum memutuskan beli.

6. Periksa kancing, ritsleting, dan detail kecil lainnya

Detail aksesori adalah bagian yang paling sering dilewatkan tapi dampaknya langsung ke fungsionalitas pakaian. Kancing yang hilang satu saja bisa sangat sulit dicari penggantinya jika desainnya unik atau tidak umum. 

Ritsleting yang macet atau longgar perlu dicoba beberapa kali sebelum memutuskan beli, karena biaya perbaikannya seringkali melebihi harga baju itu sendiri.

Kait dan pengait pada rok atau celana juga perlu dicek karena sering berkarat setelah lama disimpan.

7. Tetapkan anggaran dan daftar kebutuhan sebelum masuk toko

Inilah tips yang paling sering diremehkan tapi paling berdampak pada hasil akhir. Thrift shop yang penuh pilihan dengan harga murah adalah kombinasi berbahaya bagi siapa pun yang tidak datang dengan rencana. 

Tentukan dulu jenis pakaian apa yang memang sedang dibutuhkan, kemeja formal, jaket outer, atau celana denim misalnya. 

Tetapkan batas anggaran dan patuhi. Buat juga daftar palet warna yang sudah ada di lemari agar pakaian baru langsung bisa dipadukan, bukan justru menambah tumpukan yang tidak terpakai.

Tips Merawat Baju Thrift Setelah Dibeli

Cuci semua pakaian thrift sebelum dipakai pertama kali, meski kondisinya terlihat bersih. Untuk bahan wol dan kasmir, hindari mesin cuci dan gunakan air dingin dengan deterjen khusus wool wash. 

Pakaian berbahan katun dan linen bisa disetrika dengan suhu sesuai label untuk menjaga tampilan tetap rapi. Kalau menemukan noda ringan yang belum sempat dibersihkan, rendam dalam campuran air hangat dan baking soda selama 30 menit sebelum dicuci seperti biasa.

Simpan semua pakaian dalam kondisi bersih dan kering karena kelembapan berlebih bisa memicu jamur, terutama pada pakaian berbahan alami yang disimpan lama tanpa digunakan.

Thrifting yang cerdas bukan soal membeli sebanyak mungkin dengan harga semurah mungkin. Ini soal menemukan pakaian berkualitas yang benar-benar layak pakai, bisa bertahan lama, dan sesuai kebutuhan nyata sehari-hari.

Tujuh tips di atas bukan hanya menghemat uang, tapi juga membuat setiap pembelian punya nilai yang sebenarnya.

Editor : Nurismi
#Thrifting #tiang roboh