Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

Jangan Dijadikan Menu Harian! Makanan Ultra-Olahan Seperti Mi Instan Intai Risiko Jantung dan Diabetes

Nurismi • Senin, 18 Mei 2026 | 10:15 WIB
Ilustrasi seseorang mengonsumsi makanan ultrafood. (Magnific)
Ilustrasi seseorang mengonsumsi makanan ultrafood. (Magnific)

BERAU POST - Tahukah kamu, bahwa makanan ultra-olahan diproduksi di pabrik seperti mi instan, minuman bersoda, keripik, seringkali dengan tambahan zat aditif, hingga perasa buatan

Dilansir dari Health Shots,  penambahan itu bertujuan untuk meningkatkan rasa dan daya tahannya, serta memunculkan risiko penyakit jantung.

Bukan lagi sekadar camilan sesekali, bagi banyak orang, makanan ini telah menjadi bagian dari makanan sehari-hari mereka.

Sebuah studi dari tahun 2019 di JAMA Internal Medicine menemukan bahwa makanan ini dikaitkan dengan risiko diabetes yang lebih tinggi.

Menurut para ahli, makanan-makanan ini juga dapat meningkatkan risiko obesitas karena biasanya tinggi kalori, gula, dan lemak tidak sehat.

Tentunya mengonsumsi terlalu banyak gula, garam, dan lemak dapat menyebabkan kenaikan berat badan dan meningkatkan risiko diabetes.

Tak hanya itu, makanan ultra-olahan dapat membahayakan kesehatan usus, peradangan jangka panjang, seperti penyakit jantung.

Faktanya, mengonsumsi terlalu banyak garam dan lemak tidak sehat dapat merusak jantung dan pembuluh darah.

Makanan-makanan ini dapat meningkatkan kolesterol jahat dan menurunkan kolesterol baik, yang membantu melindungi jantung.

Meski terkadang rasanya enak dan dapat membantu orang merasa kenyang pada waktu yang tepat, namun lebih banyak efek buruk untuk tubuh.

Editor : Nurismi
#ultra food #berat badan #kesehatan