Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

Save Orangutan Through Running: Ratusan Pelari Guncang Berau demi Lindungi Satwa Endemik Kalimantan

Nurismi • Senin, 27 April 2026 | 13:40 WIB
TINGKATKAN KESADARAN: Ratusan peserta mengikuti Run for Orangutan 2026 sebagai upaya meningkatkan kesadaran publik terhadap perlindungan orangutan dan habitatnya. (PROKOPIM UNTUK BERAU POST)
TINGKATKAN KESADARAN: Ratusan peserta mengikuti Run for Orangutan 2026 sebagai upaya meningkatkan kesadaran publik terhadap perlindungan orangutan dan habitatnya. (PROKOPIM UNTUK BERAU POST)

BERAU POST - Ratusan peserta ambil bagian dalam kegiatan Run for Orangutan 2026 yang digelar di Kabupaten Berau, Minggu (26/4), sebagai upaya meningkatkan kesadaran terhadap perlindungan orangutan.

Kegiatan ini merupakan inisiatif Centre for Orangutan Protection (COP) bersama komunitas Rundusta, sebagai upaya meningkatkan kesadaran publik terhadap pentingnya menjaga kelestarian orangutan dan habitatnya.

Kegiatan yang dipusatkan di Lapangan Kantor Bupati Berau tersebut secara resmi dilepas oleh Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Berau, Muhammad Said. 

Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan yang dinilai membawa pesan penting bagi pelestarian lingkungan.

Menurutnya, kegiatan ini merupakan wujud nyata kepedulian bersama terhadap keberlangsungan hidup orangutan yang saat ini menghadapi berbagai ancaman, seperti kerusakan habitat dan perburuan liar.

“Pemkab Berau mendukung berbagai inisiatif pelestarian lingkungan, termasuk perlindungan orangutan, sebagai bagian dari komitmen menjaga keseimbangan ekosistem dan kekayaan hayati daerah,” ujarnya, Minggu (26/4). 

Ia juga berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan dengan melibatkan lebih banyak pihak. Agar upaya pelestarian orangutan dapat berjalan optimal dan memberikan dampak positif dalam jangka panjang.

“Kami berharap kegiatan seperti ini terus berlanjut dan melibatkan lebih banyak elemen masyarakat, sehingga upaya pelestarian orangutan dapat semakin kuat dan memberikan manfaat bagi generasi mendatang,” tandasnya. 

Site Manajer Pusat Rehabilitasi Orangutan COP, I. Widi Nursanti, menjelaskan, kegiatan ini dilaksanakan dalam dua skema, yakni secara virtual dan offline. Untuk pelaksanaan virtual telah berlangsung pada 12 hingga 23 April 2026, sedangkan kegiatan puncak secara langsung digelar di Berau pada 26 April 2026.

Sebanyak 526 peserta turut ambil bagian dalam kegiatan ini dengan mengusung gerakan “Save Orangutan Through Running”.

Para peserta mengikuti lari atau jalan sejauh 5 kilometer secara serentak dari berbagai daerah, mulai dari Sumatra Barat, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, Yogyakarta, Bali, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Selatan, hingga Papua. Tidak hanya dari dalam negeri, partisipasi juga datang dari mancanegara seperti Singapura, Norwegia, dan Belanda.

Kampanye ini dilatarbelakangi oleh kekhawatiran terhadap kondisi orangutan sebagai satwa endemik Pulau Kalimantan dan Sumatra yang saat ini berstatus terancam punah atau critically endangered. Orangutan juga dikenal sebagai spesies payung (umbrella species), yang keberadaannya berperan penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem hutan.

“Apabila orangutan hilang atau punah maka akan terjadi kerusakan ekosistem hutan secara luas, dan tentu akan mempengaruhi keberlangsungan hidup manusia di masa mendatang,” ujarnya. 

Melalui kegiatan ini diharapkan kesadaran masyarakat dapat meningkat secara luas. Selain menjadi ajang kampanye, kegiatan ini juga memberikan ruang bagi masyarakat untuk menyalurkan hobi berlari sekaligus berkontribusi dalam upaya pelestarian orangutan melalui donasi.

“Run for Orangutan menjadi alat kampanye untuk meningkatkan kesadaran publik secara masif akan pentingnya melindungi orangutan dan habitatnya. Ini juga menjadi bentuk aksi nyata yang bisa dilakukan masyarakat,” tambahnya. (aja/hmd)

Editor : Nurismi
#running #pelestarian #orangutan