BERAU POST - Dalam perspektif psikologi, sebagian orang membeli barang bukan semata karena fungsinya, tetapi juga sebagai simbol status.
Bagi kalangan kelas menengah, ada pembelian tertentu yang dianggap mampu mencerminkan posisi sosial yang lebih tinggi.
Mengutip Geediting, berikut enam barang yang sering dibeli untuk memberikan kesan berstatus tinggi.
1. Jam tangan
Bagi sebagian orang kelas menengah, jam tangan mahal melambangkan gaya hidup mewah.
Ini adalah aksesori yang langsung menandakan kesan kecanggihan dan status.
Intinya, memiliki dan mengenakan jam tangan mewah dapat membuat Anda merasa lebih sukses dan berprestasi sehingga mengubah persepsi diri.
2. Mesin kopi
Ada sesuatu tentang memiliki mesin kopi canggih yang membuat seseorang merasa sedikit lebih berkelas.
Anda tidak sekedar menyeduh kopi, namun juga menciptakan sebuah pengalaman.
Sementara mesin kopi kelas atas seperti barang mewah bagi sebagian orang, bagi yang lainnya berarti investasi dalam rutinitas harian.
3. Pakaian desainer
Ada daya tarik tertentu untuk memiliki sesuatu dengan merek terkenal.
Pakaian tidak hanya menutupi tubuh, namun juga mencerminkan kepribadian dan status sosial.
4. Membership gym premium
Dunia kebugaran memiliki versi simbol statusnya sendiri, membership gym premium.
Ini adalah pusat kebugaran kelas atas yang menawarkan peralatan terbaik, pelatih pribadi, dan bahkan layanan spa mewah.
Orang cenderung mengasosiasikan harga yang lebih tinggi dengan kualitas terbaik, meski kenyataannya tidak demikian.
Persepsi ini dapat menjelaskan mengapa beberapa individu kelas menengah bersedia membayar mahal untuk biaya keanggotaan.
5. Perangkat elektronik
Entah handphone terbaru, drone tercanggih, atau konsol permainan terbaru, perangkat elektronik canggih sering dilihat sebagai simbol status.
mengikuti perkembangan berarti memiliki teknologi terkini.
6. Produk skincare
Krim, serum, dan masker kelas atas telah menjadi barang yang didambakan banyak orang.
Untuk sebagian orang kaum menengah, menggunakan produk skincare mahal menciptakan rasa peduli dan harga diri.
Editor : Nurismi