BERAU POST - Baik yang sangat peduli dengan penampilan maupun tidak, hampir semua orang pasti pernah mendengar ungkapan "cantik itu sakit" (beauty is pain).
Hal ini muncul karena standar kecantikan sering kali begitu tinggi dan sulit dicapai, sehingga banyak orang merasa harus menjalani berbagai prosedur demi menjadi cantik.
Dalam dunia medis kecantikan, para peneliti mulai mengembangkan banyak alat, obat dan mesin untuk meningkatkan kemudahan seseorang mencapai cantik yang mereka inginkan.
Salah satu isu kecantikan yang dihindari oleh semua orang adalah penuaan, karena semua orang pasti ingin awet muda. Dari situ, ditemukan dan dikembangkan banyak alat untuk membuat kulit kita lebih awet muda.
Red Light Therapy
Dilansir dari Alodokter, red light therapy adalah terapi yang menggunakan cahaya merah dengan gelombang rendah. Nama lain dari terapi ini adalah low level light therapy atau cold therapy.
Harvard Health mengatakan bahwa terapi ini secara medis dikenal sebagai photobiomodulation, dimana digunakan alat-alat yang mengeluarkan cahaya merah hingga inframerah yang ditujukan ke kulit.
Alat-alat ini dapat ditemukan di klinik-klinik spesialis kulit atau dermatologis, tapi sekarang juga bisa ditemukan di berbagai alat-alat berukuran sedang hingga kecil yang dapat digunakan di rumah.
Peralatan rumahan ini biasanya menggunakan lampu LED atau laser rendah sehingga lebih aman untuk digunakan.
Manfaat
Dilansir dari American Academy of Dermatology, terapi ini sering digunakan untuk mengobati jerawat, menghilangkan keriput, mengurangi rambut rontok, dan lain-lain.
Lalu ada banyak penelitian yang menemukan bahwa terapi ini juga dapat membantu kondisi kulit seperti bintik-bintik gelap, kulit kasar, kemerahan dan kulit kendor.
Hal tersebut didukung pada sebuah penelitian yang melibatkan 90 pasien. Mereka melakukan terapi inframerah ini sebanyak delapan kali dalam waktu empat minggu. Ditemukan 90 persen pasien mengalami perubahan yang signifikan.
Cara Kerja
Dilansir dari Cleveland Clinic, terapi ini dipercaya bekerja dengan mempengaruhi mitokondria, atau pembangkit energi sel. Terapi ini memicu kerja mitokondria sehingga sel-sel kulit kita dapat memperbarui diri lebih cepat.
Sehingga pertumbuhan sel baru lebih cepat dan meningkatkan peremajaan kulit kita. Lebih spesifiknya, sel-sel tertentu menyerap gelombang cahaya dan dirangsang untuk bekerja.
Terapi ini juga dapat menstimulasi produksi kolagen yang membantu kulit kita mendapatkan kembali struktur dan elastisitasnya.
Selain itu juga bisa meningkatkan dan memperlancar sirkulasi darah di sekitar wajah. Hal ini bisa mengurangi peradangan pada sel-sel kita.
Terapi ini telah digunakan untuk kondisi-kondisi lain seperti: mempercepat penyembuhan luka, mengurangi bekas stretch mark dan keriput, memperbaiki bekas luka dan bekas kulit terbakar.
Banyak orang menginginkan efek langsung, namun terapi ini tidak akan memberikan hasil dengan cepat.
Alat-alat ini harus digunakan beberapa kali seminggu selama empat hingga enam bulan terlebih dahulu, sebelum kita dapat melihat perubahan yang signifikan.
Resiko?
Dalam penggunaan jangka pendek, terapi ini belum ditemukan efek sampingnya. Karena berbeda dari ultraviolet, terapi ini tidak akan menyebabkan kanker kulit.
Efek-efek samping dari terapi ini cukup ringan, seperti nyeri ringan hingga iritasi kulit saja. Untuk menghindari hal-hal ini, cari alat-alat yang telah lulus pengecekan standar.
Editor : Nurismi