Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

Mengenal Gula Stevia: Pemanis Alami Ratusan Kali Lebih Manis dari Gula Pasir Namun Tetap Rendah Kalori

Nurismi • Sabtu, 18 April 2026 | 10:05 WIB
Ilustrasi tanaman stevi dan gula. (Freepik)
Ilustrasi tanaman stevi dan gula. (Freepik)

BERAU POST - Tidak semua orang bisa bebas menikmati segala jenis makanan. Namun, berkat kehadiran berbagai bahan alternatif, mereka tetap dapat mencicipi hidangan yang biasanya menjadi pantangan.

Sebagai contoh, penderita gula darah tinggi perlu mencari pemanis pengganti yang tidak memicu lonjakan kadar gula dalam tubuh.

Saat ini, sudah tersedia beragam pilihan gula alternatif yang bisa dieksplorasi hingga mereka menemukan jenis yang paling sesuai dengan selera.
 
Gula Stevia

Dilansir dari Halodoc, gula stevia berasal dari tanaman stevia rebaudiana yang biasa digunakan oleh masyarakat Paraguay dan Brazil sebagai pemanis buatan. 
 
Dalam daun stevia ada kandungan stevioside dan rebaudioside yang memiliki rasa manis. Rasa manis ini diklaim ratusan kali lipat lebih tinggi daripada gula biasa. 

Karena rasanya yang sangat manis, kita tidak perlu menggunakan gula stevia sebanyak gula pasir biasa. Dengan begitu, kita tidak akan mengonsumsi kalori lebih sedikit pula. 

Dilansir dari Cleveland Clinic, cara pembuatan ekstrak stevia sama seperti kita membuat teh. Ketika dimasak dengan air, glikosida steviol keluar dari daun dalam bentuk yang paling bersih dan murni. Lalu kita bisa mengubah air ekstraksi menjadi bubuk melalui proses pengeringan. 

Membantu Penderita Diabetes

Dilansir dari Health, stevia dapat membantu banyak penderita diabetes atau orang-orang yang ingin mengontrol gula darah mereka karena stevia tidak memiliki karbohidrat sebanyak gula biasa. 

Karena kandungan karbohidrat yang jauh lebih sedikit, stevia tidak akan menaikkan gula darah dengan berlebihan seperti gula biasa. 

Stevia juga dapat memiliki efek anti-diabetes dengan menurunkan gula darah dan memperbaiki kadar insulin atau sensitivitas insulin tubuh kita. 

Obat-obat tradisional untuk diabetes asal Brazil dan Paraguay memiliki kandungan stevia. Namun obat-obatan ini masih dibutuhkan penelitian lebih lanjut. 

Mengontrol Tekanan Darah

Dilansir dari Medical News Today, beberapa kandungan glikosida dalam stevia ditemukan dapat melebarkan pembuluh darah. Serta dapat meningkatkan ekskresi natrium dan produksi urine. 

Sebuah studi pada tahun 2003 menunjukkan bahwa stevia dapat melakukan aksi kardiotonik, dimana ia dapat menormalkan tekanan darah dan mengatur detak jantung. 
 
Mencegah Gigi Berlubang

Gula adalah penyebab utama gigi berlubang, karena bakteri di dalam mulut kita mendapatkan asupannya dari gula. 

Sedangkan gula memproduksi asam yang dapat mengikis enamel gigi kita. Dengan mengurangi konsumsi gula, kita bisa mencegah masalah ini. 

Ekstrak stevia tidak mengandung keasaman yang setinggi gula biasa. Karena itu, stevia tidak akan memberi makan bakteri-bakteri mulut kita. 
 
Efek Samping

Dilansir dari Healthline, walaupun secara umum gula stevia aman untuk dikonsumsi, ada beberapa efek samping yang perlu diketahui pula. 

Pemanis berkalori rendah seperti stevia dapat mengganggu konsentrasi bakteri baik dalam perut kita, sehingga bisa menyebabkan penyakit pencernaan dan mengganggu imunitas. 

Menghilangnya beberapa macam bakteri baik di perut ini juga ditemukan dapat mengganggu penstabilan berat badan dan tingkat kolesterol tubuh. 

Asumsinya, karena kita mengonsumsi kalori lebih sedikit justru membuat kita makan kalori lebih banyak secara tidak sadar, sehingga menggagalkan diet. 

Beberapa produk stevia juga dapat mengandung gula alkohol seperti sorbitol dan xylitol. Kedua pemanis ini tidak baik untuk mereka dengan masalah pencernaan. 
 
Stevia juga dapat mengganggu pengobatan gula darah rendah dan tekanan darah rendah. Karena itu, disarankan untuk menggunakan stevia lebih jarang. 
 
 

Editor : Nurismi
#stevia #gula darah