Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

Teknologi Bukan Cuma Milik Anak Muda, Ini Cara Mudah Memulai Belajar Digital Secara Bertahap

Nurismi • Selasa, 14 April 2026 | 10:20 WIB
Ilustrasi melek teknologi meski sudah berumur. (Freepik)
Ilustrasi melek teknologi meski sudah berumur. (Freepik)

BERAU POST - Di era digital yang berkembang pesat, keterampilan teknologi menjadi semakin penting, tidak hanya bagi generasi muda tetapi juga bagi mereka yang beranjak tua. 

Namun, banyak orang yang merasa tertinggal karena mereka menghindari atau menolak untuk beradaptasi dengan perkembangan teknologi. 
 
Dilansir dari Geediting, jika Anda ingin tetap melek teknologi seiring bertambahnya usia, Anda harus mulai menghilangkan tujuh perilaku berikut ini.

1. Menghindari Belajar Teknologi Baru

Salah satu alasan utama seseorang menjadi "gaptek" adalah karena mereka menolak untuk belajar teknologi baru. 
 
Mungkin ada rasa takut, malas, atau bahkan merasa tidak perlu. Namun, dunia digital tidak akan berhenti berkembang. 
 
Semakin Anda menunda belajar, semakin sulit untuk mengejar ketertinggalan. 
 
Psikologi menyebut ini sebagai self-handicapping, di mana seseorang secara tidak sadar menghambat dirinya sendiri karena takut gagal.

Solusi: Jangan takut mencoba. 
 
Mulailah dengan hal sederhana seperti memahami fitur-fitur baru di ponsel atau mencoba aplikasi baru.

2. Berpikir Bahwa Teknologi Hanya untuk Anak Muda

Beberapa orang percaya bahwa teknologi hanya untuk generasi muda, sehingga mereka tidak merasa perlu menggunakannya.
 
Ini adalah pola pikir yang membatasi (fixed mindset). 
 
Padahal, banyak orang berusia lanjut yang tetap bisa menguasai teknologi dengan baik.

Solusi: Ubah pola pikir menjadi growth mindset—percaya bahwa kemampuan Anda bisa berkembang jika Anda mau belajar.

3. Takut Bertanya atau Mencoba Hal Baru

Takut terlihat bodoh saat bertanya tentang teknologi adalah hambatan besar. 
 
Banyak orang merasa malu untuk bertanya kepada anak atau cucu mereka tentang cara menggunakan perangkat atau aplikasi baru.

Solusi: Ingat bahwa tidak ada pertanyaan yang bodoh.
 
Bertanya dan mencoba adalah cara terbaik untuk belajar. 
 
Anda juga bisa mengikuti kursus online atau membaca tutorial yang tersedia di internet.

4. Berpegang Teguh pada Cara Lama

Ada kebiasaan yang sering dijumpai pada orang yang enggan menggunakan teknologi: mereka tetap menggunakan metode lama meskipun ada cara yang lebih mudah dan efisien. 
 
Contohnya, tetap mencatat keuangan dengan buku catatan dibanding menggunakan aplikasi keuangan yang lebih praktis.

Solusi: Cobalah teknologi yang dapat membantu Anda dalam aktivitas sehari-hari. 
 
Mulailah dengan yang sederhana, seperti menggunakan peta digital daripada peta kertas.

5. Meremehkan Manfaat Teknologi

Beberapa orang menganggap teknologi tidak terlalu penting dalam kehidupan mereka.
 
Padahal, teknologi bisa membantu banyak aspek, dari komunikasi, kesehatan, keuangan, hingga hiburan.

Solusi: Cobalah lihat manfaat yang bisa Anda dapatkan. 
 
Misalnya, menggunakan aplikasi kesehatan untuk memantau tekanan darah atau menggunakan aplikasi belanja online agar tidak perlu repot pergi ke toko.

6. Tidak Mau Mencoba Media Sosial atau Komunikasi Digital

Banyak orang tua merasa media sosial hanya untuk anak muda, sehingga mereka enggan menggunakannya. 
 
Padahal, media sosial bisa menjadi sarana untuk tetap terhubung dengan keluarga dan teman, terutama jika tinggal berjauhan.

Solusi: Mulailah dengan menggunakan aplikasi komunikasi seperti WhatsApp atau Telegram untuk berbicara dengan keluarga. 
 
Jika sudah nyaman, coba eksplorasi media sosial lainnya seperti Facebook atau YouTube.

7. Menganggap Kesalahan sebagai Kegagalan

Ketakutan membuat kesalahan adalah salah satu alasan terbesar seseorang enggan menggunakan teknologi. 
 
Mereka khawatir akan menekan tombol yang salah atau merusak sesuatu.

Solusi: Kesalahan adalah bagian dari proses belajar.
 
Jika Anda salah menekan sesuatu, tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Hampir semua perangkat memiliki fitur "undo" atau bisa dikembalikan ke pengaturan awal.

Kesimpulan

Menjadi melek teknologi bukan soal usia, melainkan soal kemauan untuk belajar dan beradaptasi. 
 
Dengan menghilangkan tujuh perilaku di atas, Anda bisa tetap terhubung dengan dunia digital dan menikmati manfaat yang ditawarkan teknologi. 
 
Jangan takut mencoba hal baru, dan ingat bahwa belajar teknologi bisa menjadi pengalaman yang menyenangkan!
Apakah Anda sudah siap mengucapkan selamat tinggal pada kebiasaan-kebiasaan tersebut?
 

Editor : Nurismi
#kesehatan #teknologi