BERAU POST - Kebiasaan menunda makan atau bahkan menahan lapar masih sering dianggap sepele, terutama bagi mereka yang memiliki aktivitas padat.
Padahal, tubuh memiliki mekanisme alami yang memberi sinyal ketika membutuhkan asupan energi. Mengabaikan sinyal tersebut justru bisa berdampak serius bagi kesehatan.
Melansir dari laman Alodokter dan Halodoc, telat makan bukan hanya membuat perut terasa kosong, tetapi juga bisa mengganggu fungsi organ tubuh.
Jika berlangsung terus-menerus, kebiasaan ini berpotensi memicu berbagai penyakit, mulai dari gangguan pencernaan hingga penyakit kronis.
Dalam satu hari, tubuh idealnya mendapatkan asupan makanan secara teratur, yaitu sarapan, makan siang, dan makan malam. Ketika pola ini terganggu, tubuh kesulitan menjaga keseimbangan energi dan metabolisme.
Berikut sederet bahaya yang mengintai jika kamu sering menahan lapar atau telat makan.
1. Sulit Konsentrasi dan Menurunnya Kinerja Otak
Otak membutuhkan glukosa sebagai sumber energi utama. Ketika kamu menahan lapar, suplai energi ke otak akan berkurang.
Akibatnya, kamu bisa mengalami kesulitan berkonsentrasi, mudah lupa, hingga menurunnya produktivitas kerja. Kondisi ini sering terjadi pada mereka yang melewatkan sarapan.
2. Memicu Sakit Maag
Menahan lapar dalam waktu lama dapat menyebabkan penumpukan asam lambung. Seharusnya, asam tersebut digunakan untuk mencerna makanan.
Ketika tidak ada makanan yang masuk, asam lambung justru mengiritasi dinding lambung. Dampaknya, kamu bisa mengalami gejala maag seperti perut perih, mual, hingga kembung.
3. Tubuh Mudah Lelah dan Lemas
Makanan adalah sumber energi utama bagi tubuh. Ketika kamu telat makan, tubuh kekurangan bahan bakar untuk menjalankan aktivitas.
Akibatnya, tubuh menjadi mudah lelah, lemas, dan tidak bertenaga. Bahkan dalam kondisi tertentu, kamu bisa mengalami penurunan performa fisik secara signifikan.
4. Risiko Malnutrisi dan Kekurangan Gizi
Sering menahan lapar dapat menyebabkan tubuh kekurangan nutrisi penting. Kondisi ini dikenal sebagai malnutrisi. Dampaknya tidak hanya pada penampilan fisik, tetapi juga kesehatan secara keseluruhan.
Kekurangan zat besi bisa memicu anemia, sementara kekurangan vitamin dapat melemahkan sistem imun.
5. Berat Badan Justru Naik
Banyak orang mengira melewatkan makan bisa menurunkan berat badan. Padahal, yang terjadi justru sebaliknya. Saat lapar berlebihan, seseorang cenderung makan dalam porsi besar di waktu berikutnya.
Kebiasaan ini dapat menyebabkan penumpukan kalori dan berujung pada kenaikan berat badan hingga obesitas.
6. Meningkatkan Risiko Diabetes
Kebiasaan telat makan, terutama melewatkan sarapan, dikaitkan dengan peningkatan risiko diabetes tipe 2. Hal ini terjadi karena pola makan yang tidak teratur memengaruhi kadar gula darah.
Dalam jangka panjang, kondisi ini bisa mengganggu sensitivitas insulin.
7. Gangguan Metabolisme Tubuh
Pola makan yang tidak teratur dapat mengacaukan sistem metabolisme tubuh. Ritme biologis atau jam tubuh menjadi terganggu.
Akibatnya, tubuh kesulitan mengatur energi, yang bisa berdampak pada kenaikan berat badan, gangguan imunitas, hingga masalah kesehatan lainnya.
8. Mudah Sakit
Tubuh membutuhkan nutrisi untuk menjaga daya tahan. Jika kamu sering menahan lapar, kebutuhan nutrisi tidak terpenuhi. Akibatnya, sistem imun melemah dan tubuh lebih rentan terhadap infeksi, baik dari virus maupun bakteri.
9. Suasana Hati Tidak Stabil
Perut kosong dalam waktu lama dapat menurunkan kadar gula darah. Kondisi ini memicu pelepasan hormon stres seperti kortisol.
Dampaknya, seseorang menjadi lebih mudah marah, emosional, dan suasana hati menjadi tidak stabil. Istilah "lapar bikin emosi" bukan sekadar mitos.
10. Risiko Penyakit Kronis
Dalam jangka panjang, kebiasaan menahan lapar dapat meningkatkan risiko penyakit kronis seperti tekanan darah tinggi, penyakit jantung, hingga diabetes.
Kondisi ini biasanya diperparah dengan gaya hidup tidak sehat, seperti kurang tidur, konsumsi makanan instan, dan asupan gula berlebih.
Editor : Nurismi