Sudah Diet dan Olahraga Tapi Berat Badan Jalan di Tempat? Ternyata 5 Faktor Ilmiah Ini Jadi Biang Keroknya

Nurismi • Dipublikasikan Senin, 6 April 2026 | 14:15 WIB
Ilustrasi seseorang berolahraga dengan niat menurunkan berat badan. (Freepik)
Ilustrasi seseorang berolahraga dengan niat menurunkan berat badan. (Freepik)

BERAU POST - Pola makan dan olahraga teratur ternyata tak cukup untuk bisa menurunkan berat badan seseorang. 

Situasi ini kerap menimbulkan rasa frustrasi, seolah semua usaha yang dilakukan tidak memberikan perubahan yang berarti. Menurunkan berat badan bukan sekadar soal makan lebih sedikit dan bergerak lebih banyak. 
 
Tubuh memiliki sistem yang kompleks, yang dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti hormon, metabolisme, dan kebiasaan sehari-hari. 

Dalam kajian Metabolisme, perubahan berat badan dipengaruhi oleh keseimbangan antara energi yang masuk dan energi yang digunakan.

Ketika berat badan tidak kunjung turun meskipun sudah diet dan olahraga, kemungkinan terdapat faktor lain yang memengaruhi proses tersebut. 
 
Dilansir dari Yourtango, inilah lima penjelasan ilmiah yang sering menjadi penyebab orang tidak turun berat badan walaupun sudah diet dan olahraga.

1. Metabolisme Tubuh Melambat

Saat seseorang mengurangi asupan kalori secara drastis, tubuh akan beradaptasi dengan menurunkan laju metabolisme. Hal ini dilakukan sebagai mekanisme bertahan hidup.

Akibatnya, tubuh membakar lebih sedikit energi, sehingga penurunan berat badan menjadi lebih lambat atau bahkan terhenti. 

Kondisi ini sering membuat seseorang merasa sudah berusaha keras, namun hasilnya tidak sesuai harapan.

2. Kurangnya Asupan Protein

Protein memiliki peran penting dalam menjaga massa otot dan meningkatkan rasa kenyang. 

Asupan protein yang kurang dapat membuat tubuh kehilangan massa otot, yang berperan dalam pembakaran kalori.

Selain itu, kurangnya protein juga dapat meningkatkan rasa lapar, sehingga berpotensi menyebabkan konsumsi kalori berlebih tanpa disadari.

3. Kualitas Tidur yang Buruk

Tidur memiliki pengaruh besar terhadap keseimbangan hormon yang mengatur rasa lapar, seperti ghrelin dan leptin. 
Kurang tidur dapat meningkatkan nafsu makan dan membuat seseorang lebih mudah merasa lapar.

Kondisi ini sering menyebabkan konsumsi makanan yang berlebihan, terutama makanan tinggi kalori, sehingga menghambat penurunan berat badan.

4. Stres yang Tidak Terkelola

Stres kronis dapat meningkatkan produksi hormon kortisol, yang berperan dalam penyimpanan lemak, terutama di area perut. 

Dalam jangka panjang, kondisi ini dapat menghambat proses penurunan berat badan.

Selain itu, stres juga sering memicu kebiasaan makan emosional, yang membuat seseorang mengonsumsi makanan sebagai pelarian dari tekanan.

5. Aktivitas Fisik yang Kurang Variatif

Melakukan jenis olahraga yang sama secara terus-menerus dapat membuat tubuh beradaptasi, sehingga pembakaran kalori menjadi kurang efektif.

Menggabungkan berbagai jenis latihan, seperti kardio dan latihan kekuatan, dapat membantu meningkatkan pembakaran kalori dan menjaga metabolisme tetap aktif. 

Editor : Nurismi
diet kalori metabolisme tubuh