BERAU POST - Waktu berbuka puasa memang menjadi momen yang paling ditunggu oleh umat Islam.
Deretan hidangan yang tersaji di meja makan, seringkali membuat kalap dan memunculkan keinginan untuk menyantap semuanya.
Padahal, saat maghrib tiba kondisi lambung Anda cenderung lebih sensitif karena kosong lebih dari 13 jam.
Oleh sebab itu, disarankan untuk berbuka puasa dengan air mineral dan kurma, untuk melapisi lambung sehingga lebih siap menerima makanan, dan agar asam lambung tidak langsung meningkat dengan cepat.
Sayangnya, bagi sebagian orang momen berbuka justru menjadi ajang “balas dendam”.
Akibatnya, keluhan seperti asam lambung naik, perut kembung, begah, mual, maag, dan gerd akan muncul.
Jika anda ingin nyaman tanpa terkena gangguan pencernaan selama bulan puasa, maka sebaiknya Anda menghindari tujuh kebiasaan buruk saat berbuka berikut ini.
Merangkum informasi dari laman ayosehat.kemkes.go.id dan dinkes.semarangkota.go.id berikut tujuh kebiasaan buruk saat berbuka yang harus dihindari agar sistem pencernaan anda tetap terjaga.
1. Makan berlebihan
Saat berbuka godaan untuk balas dendam dengan menyantap semua hidangan berbuka memang tidak bisa dihindari.
Namun, makan terlalu banyak dapat menyebabkan perut begah dan asam lambung meningkat.akibatnya muncul rasa mual dan tidak nyaman di perut setelah makan.
2. Terlalu banyak konsumsi gorengan
Gorengan memang menggoda untuk berbuka puasa. Namun, terlalu sering konsumsi gorengan dapat membuat masalah pencernaan.
Makanan tinggi lemak ini sangat sulit dicerna dan dapat memicu gangguan pencernaan. Akibatnya, perut anda terasa panas, kembung, dan asam lambung bisa naik.
3. Makan pedas berlebihan
Setelah seharian berpuasa, perut ada dalam keadaan kosong dan lambung cenderung lebih sensitif. Konsumsi makanan pedas secara berlebihan dapat memicu gerd, mual, dan diare hebat.
4. Langsung minum minuman berkafein
Saat berbuka, dianjurkan untuk mengkonsumsi air mineral dan kurma terlebih dahulu.
Minuman berkafein seperti teh dapat menyebabkan tubuh terasa lebih lemas karena zat besi dan kalsium akan terserap.
Saat Anda ingin minum teh, sebaiknya anda menunggu waktu dua jam setelah berbuka setelah mengkonsumsi makanan.
5. Merokok saat waktu berbuka
Merokok saat perut kosong setelah berbuka dapat berdampak pada masalah pencernaan.
Zat kimia pada rokok dapat membuat sensasi terbakar, nyeri ulu hati, dan dan memperparah gejala maag.
Zat kimia di dalam rokok juga dapat mengiritasi lambung sehingga perasaan mual dan begah bisa muncul setelah makan.
6. Langsung tidur setelah berbuka
Setelah makan berlebih biasanya tubuh akan merasa kantuk. Namun, langsung tidur dapat meningkatkan risiko asam lambung yang naik dan membuat perut terasa tidak nyaman.
7. Tidak mengkonsumsi serat
Kurangnya serat pada menu berbuka puasa dari sayuran maupun buah-buahan, dapat menimbulkan rasa sembelit di dalam tubuh Anda.
Sembelit inilah yang kemudian membuang BAB tidak lancar dan menimbulkan rasa sakit di perut. (jpg/smi)