BERAU POST - Kimchi merupakanan makanan yang sudah menjadi tradisi di Korea, penuh dengan cita rasa yang juga ternyata menyehatkan.
Makanan ini dibuat dari sayuran seperti kubis dan lobak yang difermentasi dengan bumbu khas, termasuk garam, bawang putih, jahe, dan cabai merah.
Awalnya, fermentasi dilakukan untuk mengawetkan bahan makanan selama musim dingin, tetapi kini proses tersebut justru melahirkan salah satu makanan paling bergizi di dunia.
Seiring berkembangnya tren hidup sehat, kimchi mulai menarik perhatian masyarakat global.
Tidak hanya disajikan sebagai lauk pelengkap, kimchi kini hadir dalam berbagai variasi makanan modern mulai dari nasi dan telur hingga burger dan salad.
Cita rasanya yang segar, sedikit asam, dan pedas membuatnya mudah diterima oleh berbagai budaya kuliner.
Penelitian ilmiah yang terus bertambah semakin mengukuhkan posisi kimchi sebagai makanan super.
Kandungan probiotik alami dari proses fermentasi terbukti mendukung kesehatan pencernaan sekaligus memperkuat sistem kekebalan tubuh.
Simak selengkapnya yang telah dirangkum dirangkum Berau Post dari Daily Mail.
Manfaat Kimchi bagi Kesehatan Jantung dan Tekanan Darah
Penelitian terbaru dari Fakultas Pertanian, Kesehatan, dan Sumber Daya Alam Universitas Connecticut mengungkapkan mengonsumsi kimchi secara rutin dapat membantu menurunkan kadar gula darah, trigliserida, serta tekanan darah.
"Mengingat bagaimana kesehatan usus sentral untuk peradangan sistemik, regulasi kekebalan tubuh, dan fungsi metabolisme, saya melihat kimchi sebagai komponen yang berpotensi berharga dari pola diet yang mendukung kesehatan jantung dan mengurangi risiko kanker," ungkap Dr Kavin Mistry, Ahli neuroradiologi dan ahli umur panjang.
Ketiga faktor ini merupakan indikator penting dalam menjaga kesehatan jantung dan mencegah penyakit kronis.
Dari sembilan penelitian yang melibatkan lebih dari 40.000 orang antara tahun 2011 hingga 2023, para peneliti menemukan bahwa konsumsi kimchi berhubungan dengan penurunan kadar glukosa dan tekanan darah sistolik hingga 3,48 mmHg.
Penurunan kecil ini dinilai signifikan secara klinis, terutama jika diperoleh hanya melalui perubahan pola makan tanpa bantuan obat-obatan.
Selain itu, menurut Prof. Ock Chun, ahli gizi dari Universitas Connecticut, hasil ini juga menunjukkan bahwa intervensi sederhana seperti mengkonsumsi makanan fermentasi dapat memberikan dampak besar terhadap kesehatan jantung.
"Dalam pengaturan klinis, bahkan pengurangan 5 mmHg dalam tekanan darah sistolik dianggap sebagai peningkatan yang berarti. Jadi, melihat pengurangan yang sebanding dari intervensi diet, bukan obat-obatan, adalah hasil yang sangat menjanjikan." Ucap Prof. Ock Chun yang dilansir JawaPos.com dari Daily Mail pada Rabu (15/10).
Dalam jangka panjang, hal ini bisa membantu menekan angka penyakit kardiovaskular di masyarakat.
Kekuatan Mikrobioma: Kunci Rahasia Kimchi
Salah satu alasan utama mengapa kimchi begitu bermanfaat adalah proses fermentasinya yang menghasilkan probiotik alami.
Bakteri baik dalam kimchi, membantu menjaga keseimbangan mikrobioma usus yakni kumpulan bakteri baik yang hidup di saluran pencernaan manusia.
Mikrobioma yang sehat berperan penting dalam pencernaan, metabolisme, dan daya tahan tubuh.
Ketidakseimbangan mikrobioma sering dikaitkan dengan berbagai penyakit, termasuk peradangan kronis dan kanker usus besar.
Penelitian di Korea Selatan bahkan menunjukkan bahwa konsumsi kimchi dapat membantu mencegah pembentukan tumor prakanker di usus.
Dengan menjaga kesehatan usus, kimchi secara tidak langsung juga memperkuat sistem kekebalan tubuh dan membantu tubuh melawan infeksi.
Para ahli menilai manfaat ini sangat potensial untuk dikembangkan dalam strategi pencegahan penyakit modern. (jpg/smi)
Editor : Nurismi