BERAU POST - Cedera saat melakukan aktivitas fisik memang biasa dialami banyak orang, terutama mereka yang aktif dalam berolahraga.
Paling umum sering terjadi yakni keseleo, yang bisa menimpa siapa saja. Mulai dari atlet profesional hingga orang yang sedang berjalan santai.
Meskipun terkesan sepele, keseleo yang tidak ditangani dengan baik dapat menimbulkan komplikasi yang lebih serius dan mengganggu aktivitas sehari-hari.
Oleh karena itu, penting untuk memahami apa itu keseleo, bagaimana cara mengatasinya, dan kapan harus mencari bantuan medis profesional.
Keseleo atau sprain adalah cedera yang terjadi ketika ligamen atau jaringan ikat yang menghubungkan tulang dengan tulang di persendian mengalami peregangan berlebihan atau bahkan robek.
Kondisi ini paling sering terjadi pada pergelangan kaki, pergelangan tangan, dan lutut akibat gerakan yang tiba-tiba atau tidak wajar.
Keseleo dapat terjadi dalam berbagai tingkat keparahan, mulai dari peregangan ringan hingga robekan total pada ligamen.
Penyebab umum keseleo antara lain jatuh, terkilir saat berolahraga, mendarat dengan posisi yang salah setelah melompat, atau mengalami benturan langsung pada persendian.
Seseorang yang mengalami keseleo juga dapat mengalami gejala yang berbeda-beda, tergantung pada tingkat keparahan cedera yang dialami.
Namun, tanda paling umumnya adalah nyeri pada area persendian yang cedera, terutama ketika mencoba menggerakkan atau memberikan beban pada bagian tersebut.
Pembengkakan dan memar juga biasanya muncul di sekitar area yang cedera, disertai dengan sensasi hangat atau kemerahan pada kulit.
Selain itu, kamu mungkin merasakan keterbatasan dalam menggerakkan sendi atau mengalami ketidakstabilan pada sendi yang cedera sehingga sulit untuk berdiri atau berjalan dengan normal.
Jika kamu mengalami keseleo ringan, Alodokter memberikan beberapa penjelasan mengenai perawatan medis dan perawatan mandiri di rumah menggunakan metode RICE.
Metode RICE merupakan singkatan dari Rest, Ice, Compression, dan Elevation yang merupakan langkah pertolongan pertama dalam penanganan keseleo.
1. Perawatan di Rumah Menggunakan Metode RICE
- Rest (Istirahat)
Mengistirahatkan bagian tubuh yang mengalami cedera adalah langkah pertama yang krusial dalam proses penyembuhan.
Kamu disarankan untuk menghindari aktivitas yang memberikan beban pada area yang cedera, termasuk menggunakan alat bantu seperti kruk jika diperlukan.
Istirahat yang cukup, minimal selama 2 hari atau hingga nyeri berkurang, akan memberikan kesempatan bagi ligamen untuk mulai memulihkan diri tanpa tekanan tambahan.
- Ice (Kompres Es)
Mengompres area yang cedera dengan es dapat membantu mengurangi pembengkakan dan meredakan rasa nyeri.
Bungkus es dengan handuk dan tempelkan pada bagian yang cedera selama 15-20 menit setiap 3 jam sekali.
Lakukan metode ini secara konsisten selama 3 hari pertama setelah cedera terjadi untuk hasil yang optimal.
- Compression (Kompresi)
Melilitkan perban elastis pada bagian yang cedera dapat membantu mengurangi pembengkakan dan memberikan dukungan pada sendi.
Pastikan perban tidak terlalu ketat agar tidak menghambat aliran darah. Jika kamu merasakan kesemutan, mati rasa, atau warna kulit berubah menjadi kebiruan, segera longgarkan perban.
- Elevation (Peninggian)
Menempatkan bagian yang cedera pada posisi yang lebih tinggi dari jantung dapat membantu mengurangi pembengkakan.
Ketika berbaring atau duduk, sangga area yang cedera dengan bantal atau penyangga lainnya.
Metode ini memanfaatkan gravitasi untuk mencegah penumpukan cairan di area yang cedera.
2. Perawatan Medis
- Fisioterapi
Ketika nyeri dan pembengkakan mulai mereda, fisioterapi menjadi langkah penting dalam proses pemulihan keseleo.
Fisioterapis profesional akan merancang program latihan khusus yang disesuaikan dengan kondisi cedera kamu untuk memulihkan kestabilan dan kekuatan sendi secara bertahap.
Melalui serangkaian latihan terkontrol, fisioterapi membantu mengembalikan rentang gerak sendi, meningkatkan fleksibilitas, dan memperkuat otot-otot di sekitar area yang cedera sehingga kamu dapat kembali beraktivitas normal tanpa risiko cedera berulang.
- Penggunaan Alat Penyangga
Untuk beberapa kasus keseleo yang lebih parah, penggunaan alat penyangga khusus mungkin diperlukan sebagai bagian dari proses penyembuhan.
Alat penyangga seperti brace atau gips akan dipasang oleh dokter untuk membatasi pergerakan pada area yang mengalami keseleo dan menstabilkan struktur di sekitarnya.
Biasanya alat penyangga ini perlu digunakan selama kurang lebih 10 hari, tergantung pada tingkat keparahan cedera dan respons tubuh terhadap pengobatan.
- Tindakan Operasi
Dalam kondisi yang sangat jarang terjadi, keseleo dapat menyebabkan robekan ligamen atau otot yang sangat parah hingga putus total.
Alodokter menyoroti bahwa jika kondisi sendi menjadi sangat tidak stabil akibat kerusakan jaringan yang ekstensif, dokter akan merekomendasikan prosedur operasi sebagai solusi terbaik.
Operasi bertujuan untuk memperbaiki atau merekonstruksi ligamen yang rusak agar fungsi sendi dapat kembali normal.
Setelah operasi, pasien biasanya perlu menjalani program rehabilitasi intensif untuk memastikan pemulihan yang optimal. (jpg/smi)