Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

Jangan Sepelekan! 8 Tanda di Kulit Ini Bisa Jadi Warning Penyakit Serius

Beraupost • Selasa, 30 September 2025 | 10:30 WIB
Ilustrasi penyakit kulit. (Freepik)
Ilustrasi penyakit kulit. (Freepik)

BERAU POST - Masalah kesehatan yang mudah dikenali dengan gejala perubahan terhadap permukaan tubuh seperti penyakit kulit.

Banyak orang kurang mewaspadai ciri-ciri penyakit kulit karena dianggap sepele, padahal beberapa di antaranya bisa menjadi tanda gangguan kesehatan serius.

Ciri-ciri penyakit kulit yang tampak pada tubuh perlu diperhatikan agar tidak berkembang menjadi kondisi yang berbahaya.

Dilansir dari laman HelloSehat.com, berikut ini delapan ciri penyakit kulit yang paling sering muncul sehingga perlu diwaspadai.

1. Gatal

Gatal menjadi ciri paling umum penyakit kulit, ditandai sensasi tidak nyaman pada permukaan tubuh yang sering mengganggu hingga menimbulkan rasa terbakar.

Reaksi imun tubuh memicu rasa gatal sebagai respon terhadap iritasi kulit akibat serangan benda asing, infeksi, atau gangguan peradangan tertentu.

Gatal bisa muncul di area terbatas atau menyebar ke seluruh tubuh, sering ditemukan pada kondisi kurap, panu, kutu air, eksim, hingga psoriasis.

Rasa gatal terkadang menimbulkan sakit atau panas terbakar sehingga perlu segera diperiksa bila berlangsung lama atau semakin parah.

2. Pustula

Pustula adalah benjolan kecil berisi nanah yang biasanya berwarna putih atau kuning dengan tepi berwarna merah akibat infeksi.

Kondisi ini sering menandakan adanya penyakit kulit karena infeksi bakteri, jamur, atau virus yang menyerang lapisan kulit atau folikel rambut.

Contoh kasus pustula adalah bisul akibat bakteri Staphylococcus aureus yang menyebabkan benjolan keras, nyeri, dan berisi nanah.

Selain itu, jerawat pustula juga sering muncul akibat kotoran terjebak dalam pori-pori sehingga memicu pertumbuhan bakteri penyebab jerawat.

3. Lenting

Lenting adalah benjolan kecil berisi cairan atau nanah, biasanya berukuran kecil dan dapat muncul merata di permukaan kulit tubuh.

Cacar air atau herpes menjadi contoh penyakit yang ditandai lenting, sering menyerang wajah atau tubuh dengan lepuhan yang mudah pecah.

Selain itu, impetigo juga memicu lenting, terutama pada bayi dan anak, ditandai luka merah yang mudah pecah lalu membentuk kerak kuning kecokelatan.

Lenting bisa menandakan kondisi menular sehingga sebaiknya segera diperiksakan untuk mencegah penyebaran dan mendapatkan penanganan tepat.

4. Papula 

Papula adalah lesi kulit berbentuk benjolan atau area datar abnormal akibat penumpukan kulit berlebih dengan ukuran kurang dari satu sentimeter.

Meski sebagian papula dapat sembuh cepat, kondisi ini juga bisa menandakan penyakit kulit serius bila disertai gejala tambahan.

Papula yang dibarengi kulit bersisik, berdarah, atau terasa gatal parah bisa menjadi pertanda kondisi yang lebih berbahaya.

Pemeriksaan medis penting dilakukan bila papula tidak membaik agar segera diketahui penyebabnya.

5. Ruam

Ruam kulit biasanya ditandai bercak merah yang bisa terasa gatal maupun tidak, sering menjadi gejala awal berbagai penyakit kulit.

Eksim, kurap, hingga rosacea sering muncul dengan tanda ruam yang kemudian menyebabkan kulit kering, bersisik, atau berwarna lebih gelap.

Ruam bisa bertahan lama dan makin meluas jika dibiarkan tanpa penanganan, bahkan mengganggu penampilan dan kenyamanan sehari-hari.

Segera periksakan ke dokter bila ruam menetap sebab bisa jadi tanda iritasi serius atau kanker kulit jenis basal cell carcinoma.

6. Kulit Kering dan Bersisik

Kulit kering bersisik merupakan gejala penyakit seperti eksim, panu, dan psoriasis yang memengaruhi lapisan kulit luar.

Sisik pada psoriasis biasanya berwarna keperakan, menebal, dan menumpuk akibat produksi sel kulit baru yang tidak terkendali.

Kondisi kulit kering ini sering menyebabkan retakan hingga perdarahan, meskipun sebenarnya tidak menular pada orang lain.
 
Penting menjaga kelembapan kulit dengan pemakaian pelembab. Kamu juga perlu melakukan pemeriksaan medis apabila sisik bertambah parah atau terasa nyeri.

7. Sensasi Panas dan Terbakar 

Sensasi panas dan terbakar sering muncul ketika kulit mengalami iritasi, peradangan, atau infeksi pada lapisan kulit terdalam.

Eksim dan psoriasis kerap menimbulkan rasa panas, terutama saat kulit terlalu kering atau mengalami luka terbuka.

Selulitis, yaitu infeksi bakteri menular, juga memicu gejala kulit kemerahan, bengkak, panas, hingga terasa nyeri.

Kondisi ini paling sering terjadi di kaki. Namun, dapat pula menyerang wajah, kelenjar getah bening, hingga masuk ke aliran darah.

8. Perubahan Warna Kulit

Perubahan warna kulit sering menandakan kondisi rosacea, vitiligo, atau gangguan lain yang memengaruhi pigmen kulit.

Menurut National Rosacea Society, rosacea membuat kulit memerah sementara, tetapi dapat kambuh berulang, terutama di area wajah yang mudah terpapar sinar matahari.

Vitiligo menyebabkan bercak putih pucat karena kehilangan pigmen alami kulit, sering tampak belang pada area yang sering terkena sinar matahari.

Perubahan warna kulit sebaiknya tidak diabaikan karena bisa menurunkan rasa percaya diri sekaligus menjadi tanda gangguan kesehatan serius.

Mengenali ciri-ciri penyakit kulit sejak awal dapat membantu mencegah kondisi semakin parah sekaligus mempercepat penanganan.

Setiap gejala seperti gatal, ruam, pustula, atau perubahan warna kulit memiliki makna kesehatan yang tidak boleh disepelekan.

Perawatan kulit yang baik, termasuk menjaga kebersihan dan pola hidup sehat, bisa menurunkan risiko munculnya penyakit kulit.

Jangan menunda untuk berkonsultasi dengan dokter kulit jika gejala menetap, menyebar, atau semakin parah dari waktu ke waktu.

Dengan kewaspadaan, penyakit kulit dapat dikendalikan sehingga tidak mengganggu kesehatan atau kualitas hidup sehari-hari. (jpg/smi)

Editor : Nurismi
#kesehatan #penyakit kulit