Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

Umur Masih Muda Terlihat Lebih Tua, Efek Glikasi: Wajah Kendur dan Kusam karena Gula Darah Tinggi

Beraupost • Selasa, 23 September 2025 | 10:35 WIB
Ilustrasi memiliki kulit kendur dan kusam akibat gula tinggi. (Freepik)
Ilustrasi memiliki kulit kendur dan kusam akibat gula tinggi. (Freepik)

BERAU POST - Banyak perbincangan terkait wajah yang tampak lebih tua dari usia. Hal itu bisa jadi bukan cuma soal genetik.

Pada penderita diabetes, kadar gula darah tinggi yang berlangsung lama ternyata punya peran besar dalam mempercepat penuaan wajah. Apa sebabnya?

Studi dari Leiden University menemukan bahwa setiap kenaikan 1 mmol/L kadar gula darah membuat seseorang tampak 5 bulan lebih tua dibanding orang tanpa diabetes.

Bahkan pada tahap prediabetes maupun pada orang sehat tanpa diabetes, kadar gula tinggi tetap membuat wajah terlihat lebih tua.

Hal ini diperkuat oleh penjelasan dari Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Endokrinologi Metabolik dan Diabetes Mayapada Hospital Surabaya, Dr. dr. Soebagijo Adi Soelistijo, Sp.PD,KEMD,FINASIM,FACP.

“Glikasi, yaitu proses ketika gula menempel pada protein penting di kulit seperti kolagen dan elastin, bisa terjadi saat kadar gula darah terlalu tinggi. Kalau proses ini terus berlangsung, protein yang seharusnya bikin kulit tetap kenyal dan kencang jadi rusak. Hasilnya, kulit kehilangan elastisitas, mulai kendur, kusam, dan muncul kerutan lebih cepat,” jelasnya.

Kadar gula darah tinggi juga dapat mengurangi lapisan lemak di bawah kulit, sehingga wajah terlihat kempot, disertai produksi minyak berlebih akibat kadar insulin yang terganggu, mengakibatkan munculnya jerawat.

Dokter Soebagijo menambahkan, banyak orang tidak menyadari bahwa kondisi kulit bisa jadi dipengaruhi oleh asupan gula.

"Jika terlalu banyak mengonsumsi gula atau memiliki diabetes, dampaknya bukan cuma ke organ tubuh, tapi juga ke penampilan," ujarnya.

Agar penampilan tetap segar dan awet muda sekaligus mencegah risiko diabetes, langkah pertama yang penting dilakukan adalah membatasi konsumsi gula.
 
Dokter Spesialis Penyakit Dalam (Internist) Mayapada Hospital Surabaya, dr. Friska Yulenta, Sp.PD, FPCP mengimbau, pria dianjurkan mengonsumsi tidak lebih dari 9 sendok teh gula per hari, sementara perempuan tidak lebih dari 6 sendok teh per hari.

"Selain itu, batasi konsumsi gula pada minuman kemasan dan makanan olahan,” jelasnya.

Olahraga secara rutin juga membantu mengendalikan kadar gula darah sehingga dapat terhindar dari prediabetes, yaitu kondisi gula darah mulai tinggi tapi belum di angka diabetes, sekaligus mencegah diabetes.

“Luangkan 30 menit setiap hari untuk berjalan kaki, bersepeda, atau berenang agar tubuh tetap bugar. Perbanyak juga konsumsi sayur, buah, dan makanan berserat untuk mengendalikan gula darah, juga mendukung kesehatan kulit dari dalam, serta jaga kesehatan dengan rajin memantau kadar gula darah bisa menjadi langkah awal melindungi diri dari diabetes.” tambahnya.

Perawatan dari luar memang membantu menjaga penampilan, namun kondisi gula darah juga perlu diperhatikan.

Mayapada Hospital menghadirkan Sugar Clinic sebagai pusat layanan kesehatan bagi semua kalangan tanpa dikenakan biaya, yang ditujukan untuk pemeriksaan risiko prediabetes dan diabetes.

Disertai manajemen menyeluruh dan panduan gaya hidup guna menjaga metabolisme tetap sehat.

Layanannya berupa skrining berbasis AI, pemeriksaan gula darah (HbA1c dan kolesterol), konsultasi medis, serta pendampingan gaya hidup sehat yang terintegrasi. (jpg/smi)
 

Editor : Nurismi
#diabetes #gula #terlihat tua