Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

Sering Dengar Suara Berdengung? Waspada, Itu Tanda Telingamu Bermasalah Ini Efeknya!

Beraupost • Sabtu, 20 September 2025 | 12:40 WIB
Ilustrasi penggunaan headset. (Freepik)
Ilustrasi penggunaan headset. (Freepik)

BERAU POST - Penggunaan headset telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari.

Kebiasaan mendengarkan musik saat berolahraga, mengerjakan tugas, belajar, atau bahkan berkendara telah menjadi hal yang lumrah.

Aktivitas ini sering kali dilakukan untuk mengisi waktu perjalanan atau sekadar menikmati hiburan musik favorit.

Namun, tanpa disadari, kebiasaan ini dapat membawa dampak negatif bagi kesehatan telinga jika tidak dilakukan dengan bijak.

Tidak hanya untuk mendengarkan musik, headset juga kerap digunakan untuk keperluan komunikasi dalam jangka waktu yang panjang.

Banyak pekerja kantoran yang menghabiskan berjam-jam melakukan panggilan telepon menggunakan headset.

Selain itu, tidak jarang seseorang juga menggunakan headset selama berjam-jam untuk bermain game online bersama teman-temannya.

Kebiasaan berbicara di telepon sambil melakukan aktivitas lain seperti memasak atau bersih-bersih rumah juga semakin umum dilakukan dengan bantuan headset wireless.

Banyak orang merasa lebih produktif dan terhibur ketika melakukan suatu pekerjaan dengan diiringi alunan musik favorit.

Meskipun begitu, penggunaan headset yang tidak tepat dapat menimbulkan berbagai masalah kesehatan yang serius.

Faktor utamanya adalah paparan suara dengan intensitas tinggi yang terjadi dalam jangka waktu lama dan jarak yang sangat dekat dengan gendang telinga.

Kondisi ini membuat telinga menerima tekanan suara yang lebih intens dan terfokus, sehingga berpotensi merusak struktur halus di dalam telinga.
 
Untuk itu, Alodokter turut menyoroti beberapa efek samping serius dari penggunaan headset dengan volume yang terlalu keras.

1. Tinnitus

Tinnitus adalah kondisi ketika seseorang mendengar suara berdengung, berdesir, atau bersiul di dalam telinga meskipun tidak ada sumber suara eksternal.

Menurut beberapa penelitian, kebiasaan mendengarkan musik menggunakan headset dengan volume suara tinggi selama 3 jam atau lebih dapat meningkatkan risiko terjadinya tinnitus secara signifikan.

Kondisi ini dapat bersifat sementara atau permanen, tergantung pada tingkat kerusakan yang terjadi pada telinga bagian dalam.

Bahkan bagi penderita tinnitus yang persisten, kondisi ini dapat mengganggu saat sedang tidur atau berada dalam lingkungan yang sepi.

2. Gangguan Pendengaran

Gangguan pendengaran dapat terjadi setelah telinga terpapar suara keras, bahkan hanya dalam waktu yang relatif singkat.

Ketika mengalami gangguan pendengaran, seseorang mungkin akan kesulitan atau bahkan tidak mampu mendengar suara secara normal seperti sebelumnya.

Biasanya gejala yang sering muncul diawali dengan kesulitan mendengar percakapan dalam keramaian atau suara-suara dengan frekuensi tinggi.

Gangguan ini dapat bersifat sementara jika segera ditangani, namun bisa menjadi permanen jika telinga terus terpapar suara keras.

3. Hilangnya Pendengaran atau NIHL (Noise-Induced Hearing Loss)

Efek samping yang paling berbahaya dari sering menggunakan headset adalah kehilangan pendengaran yang dikenal sebagai NIHL.

Kondisi ini biasanya terjadi secara bertahap dan terkadang baru terdeteksi melalui tes pendengaran profesional ketika kerusakan sudah cukup parah.

Tanda-tanda awal NIHL meliputi kebiasaan menaikkan volume suara saat menonton TV, kesulitan mendengar suara dengan jelas, atau kesulitan memahami pembicaraan orang lain terutama dalam lingkungan yang bising.

Kehilangan pendengaran akibat kebisingan ini bersifat irreversible atau tidak dapat dipulihkan.

4. Penumpukan Kotoran Telinga

Penggunaan headset yang terlalu sering, terutama jenis in-ear atau earbud, dapat menyebabkan penumpukan kotoran telinga atau serumen prop.

Hal ini terjadi karena headset dapat mendorong kotoran telinga ke dalam saluran telinga dan mencegah keluarnya secara alami.

Ketika kotoran telinga sudah menumpuk, hal inilah yang menyebabkan seseorang mungkin mengalami tinnitus, kesulitan mendengar, sakit telinga, dan bahkan infeksi telinga.

Kondisi ini memerlukan pembersihan khusus oleh tenaga medis profesional untuk menghindari komplikasi yang lebih serius.

Walaupun efek samping penggunaan headset sangat merugikan, banyak orang mungkin tetap tidak bisa lepas dari penggunaannya di kehidupan sehari-hari.

Oleh karena itu, Hello Sehat memberikan beberapa tips penggunaan headset untuk menekan risiko bahayanya.

5. Atur Volume dan Durasi Penggunaan

Kamu dapat mengatur volume suara pada tingkat yang aman, yaitu maksimal 60% dari volume maksimal perangkat.

Selain itu, atur juga durasi penggunaan headset, sebaiknya dibatasi penggunaannya maksimal 60 menit dalam sekali pemakaian.

7. Pilih Headset daripada Earbud

Earbud dapat menghasilkan volume lebih keras hingga 9 desibel dibandingkan headset over-ear.

Selain itu, headset over-ear juga memberikan jarak yang lebih aman antara speaker dengan gendang telinga, sehingga mengurangi risiko kerusakan pendengaran.

8. Pilih Headset dengan Fitur Noise Cancelling

Headset yang dapat menyaring kebisingan eksternal sangat direkomendasikan karena pengguna tidak perlu menambahkan volume tanpa sadar untuk mendengar dengan lebih jelas.

Selain itu, fitur noise cancelling membantu menciptakan lingkungan mendengar yang lebih optimal dengan volume yang lebih rendah.

9. Bersihkan Headset Secara Berkala

Membersihkan headset secara rutin menggunakan kain lembut dan antiseptik ringan dapat mencegah penumpukan bakteri dan kotoran.

Kebersihan headset yang terjaga akan mengurangi risiko infeksi telinga dan masalah kesehatan lainnya.

10. Kenakan Headset dengan Posisi yang Tepat

Headset harus terpasang dengan tepat, yaitu pas di telinga tanpa terlalu kencang atau longgar.

Posisi yang tepat memastikan kualitas suara optimal sekaligus mencegah tekanan berlebih pada telinga yang dapat menyebabkan ketidaknyamanan atau cedera.

Jika kamu tidak bisa lepas dari penggunaan headset, maka ada baiknya kamu mengikuti tips-tips aman dalam penggunaannya.

Dengan begitu, kamu dapat tetap menikmati hiburan musik favoritmu tanpa mengorbankan kesehatan telinga.

Ingatlah bahwa kerusakan pendengaran yang disebabkan oleh kebiasaan ini dapat bersifat permanen, maka pencegahan akan jauh lebih baik daripada pengobatan. (jpg/smi)

 
Editor : Nurismi
#penggunaan #headset #telinga