BERAU POST - Di era ketika pusat kebugaran, yoga, dan pilates semakin populer, ada satu tren gaya hidup sehat yang justru kembali ke hal paling sederhana: jalan kaki.
Aktivitas yang dulu dianggap biasa kini menjadi salah satu bentuk olahraga paling diminati, terutama setelah pandemi.
Mengapa Jalan Kaki Jadi Tren?
Data dari heart.org, American Heart Association, menunjukkan bahwa berjalan kaki 30 menit sehari mampu menurunkan risiko penyakit jantung, diabetes tipe 2, hingga tekanan darah tinggi.
Selain manfaat fisik, jalan kaki juga terbukti meningkatkan kesehatan mental. Dilansir dari health.harvard.edu, penelitian yang dilakukan di Harvard Medical School menyebutkan berjalan kaki di ruang terbuka dapat mengurangi stres, kecemasan, serta meningkatkan suasana hati secara signifikan.
Di media sosial, terutama TikTok, tren seperti “Hot Girl Walk” dan “Soft Hiking” ikut mendorong generasi muda menjadikan jalan kaki bukan hanya olahraga, tapi juga bagian dari gaya hidup positif.
Manfaat Utama Jalan Kaki
1. Meningkatkan kebugaran jantung
Jalan cepat (brisk walking) 150 menit per minggu sudah cukup memenuhi rekomendasi WHO untuk aktivitas fisik.
2. Membakar kalori dengan aman
Jalan kaki membakar sekitar 200–300 kalori per jam tergantung intensitas.
3. Ramah semua usia
Tidak membutuhkan alat khusus dan bisa dilakukan siapa saja, termasuk lansia.
4. Meningkatkan kreativitas
Dilansir dari news.stanford.edu, sebuah studi yang dilakukan oleh Stanford University menunjukkan bahwa berjalan kaki dapat memicu ide-ide kreatif hingga 60 persen lebih banyak dibanding duduk diam.
5. Meningkatkan hubungan sosial.
Banyak komunitas kini mengadakan walking group sebagai wadah olahraga sekaligus bersosialisasi.
Cara Membuat Jalan Kaki Jadi Lifestyle
1. Gunakan teknologi
Aplikasi penghitung langkah seperti Google Fit atau smartwatch bisa membantu memantau progres harian.
2. Jadikan rutinitas
Misalnya turun satu halte lebih awal dan berjalan menuju kantor.
3. Eksplorasi lokasi baru
Jalan kaki di taman kota, jalur hijau, atau bahkan wisata berjalan kaki (walking tour) bisa memberi pengalaman berbeda.
4. Tambahkan mindfulness
Banyak orang menjadikan jalan kaki sebagai bentuk meditasi ringan—menikmati udara segar, memperhatikan sekitar, dan melatih kesadaran penuh.
Kini, jalan kaki bukan hanya sekadar olahraga murah meriah, tetapi sudah menjadi bagian dari tren wellness global.
Beberapa kota besar di dunia bahkan mendesain jalur khusus pejalan kaki untuk mendorong warganya lebih banyak berjalan kaki, demi kesehatan sekaligus mengurangi polusi. (jpg/smi)
Editor : Nurismi