BERAU POST - Diabetes atau penyakit gula adalah salah satu masalah kesehatan kronis yang bisa menyerang siapa saja.
Penyakit ini ditandai dengan tingginya kadar gula darah yang bila tidak dikendalikan dapat merusak berbagai organ tubuh.
Dilansir dari laman YouTube Kata Dokter, dr. Rosna membagikan informasi penting seputar makanan yang dapat membantu mencegah diabetes beserta mitos dan faktanya.
Banyak orang yang masih salah kaprah dalam memahami peran makanan terhadap gula darah.
Pemahaman yang benar akan membantu penderita diabetes maupun prediabetes untuk mengatur pola makan dengan lebih bijak.
Mari kita simak apa saja makanan yang sering dikaitkan dengan diabetes, dan bagaimana faktanya menurut medis.
Fakta dan Mitos Makanan Pencegah Diabetes
1. Nasi Putih
Banyak orang beranggapan nasi putih adalah pantangan mutlak bagi penderita diabetes.
Faktanya, nasi putih tetap boleh dikonsumsi, asalkan tidak dimakan sendiri tanpa lauk pendamping.
Dr. Rosna menjelaskan, nasi harus dikombinasikan dengan lauk berprotein serta sayur atau buah agar nutrisi tetap seimbang.
Konsumsi berlebihan nasi putih setiap hari memang berisiko memperparah diabetes, tetapi bukan berarti nasi putih menjadi penyebab utama penyakit ini.
2. Kacang-Kacangan
Ada mitos yang menyebutkan kacang-kacangan bisa mencegah diabetes. Sebenarnya, kacang mengandung protein, lemak sehat, dan mineral yang bermanfaat.
Namun, perlu hati-hati karena kalori dalam kacang cukup tinggi.
Jika dikonsumsi berlebihan, justru bisa memicu obesitas yang menjadi faktor risiko diabetes.
Jadi, kacang tetap bermanfaat asal porsinya terkontrol dan dipadukan dengan makanan rendah kalori.
3. Sayuran Pahit (Pare dan Sejenisnya)
Pare dan sayuran pahit lain ternyata mengandung senyawa flavonoid yang mirip dengan kerja insulin.
Senyawa ini dapat membantu menurunkan gula darah sehingga bermanfaat untuk mencegah diabetes.
Namun, pola makan secara keseluruhan tetap perlu dijaga. Tidak bisa hanya mengandalkan sayuran pahit sambil tetap mengonsumsi makanan tinggi gula dan lemak.
4. Apel
Apel dikenal sebagai buah yang sehat, terutama karena kandungan flavonoid dan polifenol pada kulitnya.
Zat tersebut dapat membantu mengontrol gula darah. Akan tetapi, jumlah konsumsi apel juga harus diperhatikan.
WHO menyarankan 5 porsi buah dan sayur setiap hari, dengan ukuran sekitar 100 gram per porsi.
Apel sebaiknya dimakan utuh, bukan dijus, agar tidak menambah beban fruktosa berlebih pada tubuh.
5. Yogurt
Yogurt asli mengandung probiotik yang membantu kerja insulin dan menurunkan resistensi insulin. Artinya, yogurt bisa membantu mencegah diabetes.
Namun, hati-hati dengan yogurt kemasan yang sudah ditambahkan gula atau pemanis buatan. Pilihlah yogurt plain tanpa tambahan rasa agar manfaatnya tetap optimal.
6. Kayu Manis
Kayu manis atau cinnamon terbukti mampu menurunkan kadar gula darah dengan cara memperlambat pencernaan karbohidrat. Efek ini membuat glukosa tidak langsung melonjak setelah makan.
Meski begitu, kayu manis hanya berfungsi sebagai pendukung, bukan pengganti obat. Penderita diabetes tetap perlu menjaga pola hidup sehat dan rutin berkonsultasi dengan dokter.
7. Mengkudu
Mengkudu memiliki kandungan antioksidan tinggi, termasuk flavonoid, yang dapat membantu menurunkan gula darah.
Namun, dr. Rosna menekankan bahwa mengkudu tidak boleh dijadikan satu-satunya solusi.
Jika pasien sudah diresepkan obat, tetap harus mengikuti anjuran medis. Mengkudu dapat menjadi pendamping dalam menjaga kesehatan, bukan pengganti terapi utama.
Dari pembahasan di atas, dapat disimpulkan bahwa banyak makanan yang sering dianggap berbahaya justru masih bisa dikonsumsi dengan cara yang tepat.
Kuncinya adalah keseimbangan gizi, porsi yang sesuai, dan pola hidup sehat yang konsisten.
Jadi, jangan mudah percaya pada mitos yang beredar tanpa dasar ilmiah. Selalu pastikan informasi yang Anda terima berasal dari sumber terpercaya seperti penjelasan dokter.
Dengan begitu, Anda bisa mengatur pola makan lebih bijak sekaligus menjaga kesehatan dari risiko diabetes. (jpg/smi)
Editor : Nurismi