Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

Anak Demam, Batuk, Pilek? Ini 10 Cara Cepat Meredakan dan Kapan Harus ke Dokter

Beraupost • Kamis, 11 September 2025 | 16:45 WIB
Ilustrasi anak demam. (Freepik)
Ilustrasi anak demam. (Freepik)

BERAU POST - Setiap orang tua pasti khawatir ketika anak mengalami demam, batuk, atau pilek. Kondisi ini sering membuat si kecil menjadi rewel dan sulit beristirahat dengan tenang.

Dilansir dari laman YouTube Kata Dokter, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk membantu meredakan gejala tersebut.

Penanganan yang tepat di rumah akan sangat membantu proses pemulihan anak.

Namun, penting juga bagi orang tua untuk tahu kapan harus waspada. Ada kondisi tertentu yang menandakan anak perlu segera diperiksa oleh dokter agar tidak menimbulkan masalah yang lebih serius. 

Langkah-Langkah Merawat Anak Saat Demam, Batuk, dan Pilek

1. Mencukupi Kebutuhan Cairan

Anak yang sakit biasanya mengalami penurunan selera makan maupun minum. Padahal, dehidrasi justru bisa membuat demam semakin tinggi.

Oleh karena itu, orang tua perlu rutin menawarkan air putih agar anak tetap terhidrasi dengan baik.

2. Melakukan Kompres Hangat

Kompres dengan air hangat pada lipatan tubuh seperti ketiak atau pangkal paha selama 10–15 menit dapat membantu menurunkan suhu.

Metode ini bekerja dengan membuka pori-pori sehingga terjadi penguapan yang menurunkan panas tubuh.

3. Memberikan Obat Penurun Panas

Jika suhu anak cukup tinggi, pemberian parasetamol bisa membantu. Obat ini tidak hanya menurunkan panas, tetapi juga meredakan rasa nyeri sehingga anak lebih nyaman.

4. Mandi dengan Air Hangat

Anak yang demam tetap boleh mandi, asalkan menggunakan air hangat dan tidak terlalu lama. Setelah itu, segera keringkan tubuh anak dan pakaikan pakaian tipis yang menyerap keringat.

5. Mengatur Suhu Ruangan

Bagi yang menggunakan pendingin ruangan, set suhu antara 24–26 derajat Celsius. Ruangan yang nyaman membantu anak beristirahat lebih baik dan mempercepat pemulihan.

6. Mendorong Anak untuk Istirahat

Istirahat yang cukup sangat penting agar sistem imun bekerja maksimal. Batasi aktivitas anak supaya tubuhnya fokus untuk melawan penyakit.

7. Waspada Gejala Batuk dan Pilek yang Serius

Batuk pilek bisa disebabkan oleh infeksi virus, bakteri, maupun alergi seperti debu atau bulu hewan.

Jika batuk berlangsung lebih dari seminggu, disertai dahak berwarna kehijauan, muntah, sesak napas, penurunan berat badan drastis, atau keluar darah saat batuk, segera bawa anak ke dokter. 

8. Kapan Anak Demam Harus ke Dokter

Semua anak di bawah 3 bulan yang demam perlu diperiksa dokter.
Anak usia 3 bulan–3 tahun, bila suhu lebih dari 39°C selama 3 hari berturut-turut.

- Semua usia dengan suhu di atas 40°C.
- Anak dengan demam disertai kejang, ruam, atau memiliki penyakit kronis seperti jantung bawaan maupun gagal ginjal.
- Demam lebih dari 7 hari meski hilang timbul tetap harus diperiksakan.

9. Memberikan Madu atau Lemon

Pada anak yang batuk, madu dan perasan jeruk nipis atau lemon dapat membantu meredakan gejala.

Namun, teh sebaiknya dihindari karena kandungan tanin bisa mengganggu penyerapan zat besi pada anak.

10. Pijatan Ringan untuk Relaksasi

Sentuhan lembut berupa pijatan ringan bisa membuat anak lebih rileks. Hal ini membantu memperbaiki kualitas tidur dan mempercepat proses penyembuhan.

Merawat anak yang sedang sakit memang membutuhkan kesabaran ekstra. Namun dengan langkah-langkah sederhana di rumah, banyak gejala bisa dikurangi sehingga anak merasa lebih nyaman.

Meski demikian, orang tua tetap harus peka terhadap tanda bahaya. Jangan ragu membawa anak ke dokter bila demam, batuk, atau pilek disertai gejala yang mengkhawatirkan agar kondisi kesehatan si kecil tetap terjaga dengan baik. (jpg/smi)

 

 
Editor : Nurismi
#pilek #batuk #kesehatan #anak demam #anak