Cek Kuku Sekarang! Ini 7 Penyakit yang Jadi Sinyal Masalah Kesehatan, Siapa Tahu Pernah Kamu Alami
Beraupost• Selasa, 9 September 2025 | 12:10 WIB
Ilustrasi sakit pada kuku hingga ke jari. (Freepik)
BERAU POST - Kesehatan kuku sering kali mencerminkan kondisi tubuh secara keseluruhan.
Penyakit kuku tidak hanya memengaruhi kekuatan dan penampilan kuku, tetapi juga bisa menjadi tanda adanya masalah kesehatan tertentu.
Dilansir dari laman Medical News Today, berikut adalah penyakit kuku yang umum terjadi.
1. Psoriasis Kuku
Psoriasis yang menyerang area kuku dapat menimbulkan perubahan seperti kuku yang mudah rapuh, hancur, atau mengalami cekungan kecil.
Warna kuku sering kali berubah menjadi kuning hingga kecokelatan, bahkan dapat terbentuk lapisan kulit yang menumpuk di bawahnya.
Dalam kasus tertentu, darah bisa muncul di bawah kuku, dan kuku berangsur-angsur terpisah dari bantalan kuku.
Penanganannya umumnya melibatkan krim kortikosteroid kuat, tazarotene untuk mengatasi perubahan warna dan cekungan, calcipotriol untuk menekan penumpukan kulit, suntikan kortikosteroid, hingga terapi laser.
Dalam kasus tertentu, darah bisa muncul di bawah kuku, dan kuku berangsur-angsur terpisah dari bantalan kuku.
Penanganannya umumnya melibatkan krim kortikosteroid kuat, tazarotene untuk mengatasi perubahan warna dan cekungan, calcipotriol untuk menekan penumpukan kulit, suntikan kortikosteroid, hingga terapi laser.
2. Kuku Rapuh dan Mudah Terbelah (Onikoschizia)
Kondisi ini membuat kuku tampak rapuh, tipis, mudah patah, atau terbelah. Biasanya hal ini terjadi karena kuku terlalu sering mengalami siklus basah dan kering.
Dalam kasus tertentu, penyebabnya bisa karena kekurangan zat besi atau masalah kesehatan lain. Orang yang mengalaminya akan merasa kukunya tidak kuat, cepat patah, dan terlihat tipis.
Jika penyebab berasal dari dalam tubuh, biasanya gejala muncul baik di kuku tangan maupun kaki. Sementara jika penyebab eksternal, umumnya hanya kuku tangan yang terpengaruh.
Cara sederhana untuk mengatasinya adalah dengan menjaga kelembapan kuku serta melindunginya dari paparan bahan kimia maupun air berlebihan.
3. Onikogrifosis
Onikogrifosis ditandai dengan pertumbuhan kuku yang sangat tebal dan panjang, sering kali terjadi pada kuku jempol kaki.
Kadang pertumbuhan kuku tidak rata sehingga salah satu bagian terlihat lebih panjang dari yang lain.
Kondisi ini kerap menyerupai tanduk domba sehingga disebut juga sebagai “Ram’s horn nails”.
Gejalanya membuat kuku terlihat menebal, keras, dan sulit dipotong. Penderitanya biasanya perlu datang ke dokter kulit atau ahli penyakit kaki untuk memotong kuku.
Bahkan dalam beberapa kasus perawatan harus dilakukan berulang kali. Satu-satunya solusi permanen adalah mengangkat bantalan kuku.
4. Kuku Tumbuh ke Dalam (Ingrown Toenails)
Ketika kuku tumbuh ke arah dalam, biasanya menimbulkan rasa nyeri dan pembengkakan di sekitar kuku.
Pada kondisi yang lebih parah, area tersebut bisa terinfeksi dan mengeluarkan nanah.
Penderitanya akan merasakan rasa sakit disertai kemerahan, bengkak, serta sensasi nyeri ketika berjalan atau menyentuh bagian yang terkena.
Perawatan dapat dilakukan dengan merendam kaki di air hangat beberapa kali sehari.
Mengenakan alas kaki yang lebih longgar, menjaga kaki tetap kering, serta mengkonsumsi obat pereda nyeri seperti ibuprofen. Dalam kasus yang lebih serius, prosedur pembedahan bisa diperlukan.
5. Infeksi Jamur pada Kuku
Infeksi jamur sering terjadi terutama pada kuku kaki. Kuku yang terkena biasanya menjadi lebih tebal, rapuh, mudah pecah, serta berubah warna menjadi kuning, putih, atau kecokelatan.
Meski begitu, infeksi jamur ini umumnya tidak menimbulkan rasa sakit. Penyebabnya bisa berasal dari jamur atau kapang yang masuk melalui celah kuku.
Terutama jika kuku sering lembap, berkeringat, atau terpapar dari peralatan manicure dan pedicure yang kurang higienis.
Penanganannya umumnya memerlukan obat antijamur, baik dalam bentuk oles maupun oral.
Pada beberapa kasus, dokter mungkin menyarankan pencabutan kuku. Proses penyembuhan dapat memakan waktu hingga lebih dari satu tahun.
6. Onikolisis
Onikolisis adalah kondisi ketika kuku perlahan-lahan terlepas dari bantalan kuku.
Perubahan ini biasanya tidak menimbulkan rasa sakit, tetapi ditandai dengan perubahan warna kuku yang bisa menjadi kuning, hijau, atau buram.
Seiring waktu, kuku juga bisa menebal, membentuk jaringan tambahan di bawahnya, atau pinggirannya tampak melengkung.
Penyebabnya beragam, mulai dari cedera, paparan bahan kimia, reaksi alergi, psoriasis, hingga infeksi jamur.
Cara mengatasinya disesuaikan dengan pemicunya, seperti obat psoriasis, terapi antijamur, atau pengobatan kekurangan zat besi.
Pencegahan juga penting dilakukan dengan menjaga kuku tetap pendek, menggunakan sarung tangan saat mencuci, dan menghindari bahan kimia keras.
7. Paronikia
Paronikia adalah infeksi pada kulit di sekitar kuku yang membuatnya tampak bengkak, merah, dan terkadang mengeluarkan nanah.
Pada kasus akut, gejalanya berkembang cepat berupa rasa nyeri, pembengkakan, kemerahan, bahkan demam bila infeksi menyebar.
Sementara paronikia kronis biasanya muncul perlahan, dimulai dari satu kuku lalu menyebar ke kuku lain, dengan tanda-tanda seperti kuku yang terangkat dari bantalan, nanah berwarna kuning atau hijau, serta lipatan kuku yang tampak meradang.
Penanganannya bervariasi, mulai dari kompres hangat, penggunaan antibiotik, obat antiradang, hingga prosedur bedah kecil jika infeksinya parah.
Untuk kasus kronis, menghindari alergen atau iritan menjadi langkah penting dalam penyembuhan. (jpg/smi)