Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

Biar Gak Boncos! 5 Cara Mengurangi Belanja Impulsif Demi Kebebasan Finansial

Beraupost • Senin, 8 September 2025 | 09:40 WIB
Ilustrasi orang yang impulsive buying (Freepik)
Ilustrasi orang yang impulsive buying (Freepik)

BERAU POST - Godaan berbelanja implusif di tengah era digital saat ini ada di mana-mana. 

Mulai dari iklan media sosial yang muncul tiap kali scroll, promo gratis ongkir di marketplace, sampai diskon besar-besaran saat midnight sale.

Semuanya bisa membuat kita tergoda untuk menekan tombol checkout tanpa banyak berpikir.

Aktivitas ini dikenal dengan sebutan impulsive buying, yaitu kebiasaan membeli barang secara spontan tanpa perencanaan matang.

Sekilas, belanja impulsif terasa menyenangkan, apalagi saat sedang stres atau butuh hiburan cepat.

Namun, jika dilakukan terus-menerus, perilaku ini bisa berdampak serius pada kondisi keuangan dan bahkan pola hidup kita.

Menariknya, Personal Growth ID dalam salah satu konten di kanal YouTubenya membagikan sudut pandang sederhana namun bermakna mengenai mengurangi impulsive buying.

Bukan hanya soal mengatur uang, tetapi juga bagian dari proses membangun kesadaran diri (self-growth).

Bersyukur dan Mawas Diri

Langkah pertama adalah belajar bersyukur. Jika uang yang kita gunakan berasal dari orang tua, penting untuk menyadari bahwa mereka telah bekerja keras dan mempercayakan kita untuk mengelolanya dengan bijak.

Dari sini, kita juga diajak untuk mawas diri, yaitu menahan dorongan berlebihan untuk jajan atau membeli barang yang sebenarnya tidak dibutuhkan.

Kesadaran untuk bersyukur dan mawas diri adalah fondasi penting sebelum melangkah lebih jauh.

Namun, agar kebiasaan impulsive buying benar-benar bisa dikendalikan, kesadaran itu perlu ditunjang dengan langkah-langkah praktis dalam kehidupan sehari-hari.

Menurut Ratih Ibrahim, S.Psi., Psikolog, MM menyebutkan 5 cara sederhana yang bisa mulai diterapkan untuk membantu mengurangi kebiasaan belanja impulsive

5 Cara Mengurangi Impulsive Buying

1. Catat Pengeluaran dan Pemasukan

Dengan mencatat secara rutin, kamu bisa mengetahui kemana uang pergi. Catatan ini membantu membedakan mana kebutuhan dan mana keinginan semata.

2. Buat Daftar Barang yang Dipakai dan Tidak

Coba evaluasi barang-barang yang sudah dimiliki. Apakah sering dipakai atau justru hanya menumpuk?

Dengan begitu, kamu lebih mudah menahan diri sebelum membeli sesuatu yang tidak benar-benar diperlukan.

3. Rencana Bulanan dan Disiplin

Susun anggaran bulanan untuk kebutuhan pokok, hiburan, hingga tabungan. Tantangannya memang ada pada disiplin, tapi jika konsisten, lama-lama jadi kebiasaan baik.

4. Stop, Think, Act

Setiap kali ingin belanja, coba berhenti sejenak, pikirkan kembali apakah barang itu benar-benar dibutuhkan, baru putuskan untuk membeli atau tidak.

5. Hadiahkan Barang untuk Diri Sendiri saat Berprestasi

Belanja tetap boleh, tetapi sebaiknya dijadikan reward setelah mencapai prestasi tertentu. Dengan begitu, belanja tidak lagi impulsif, melainkan sesuatu yang lebih bermakna.

Belajar mengurangi impulsive buying memang tidak instan. Dibutuhkan kesadaran, latihan, serta komitmen untuk lebih bijak dalam mengelola uang.

Kuncinya ada pada cara kita memandang uang dan kebiasaan belanja, apakah hanya sebagai sarana memuaskan keinginan sesaat, atau sebagai alat untuk mencapai tujuan jangka panjang yang lebih bermakna.

Dengan membiasakan diri bersyukur atas apa yang sudah dimiliki, mawas diri terhadap dorongan belanja, menerapkan langkah-langkah praktis seperti mencatat pengeluaran.

Lalu membuat rencana bulanan, hingga memberi hadiah hanya saat berprestasi, kamu bisa sedikit demi sedikit mengendalikan kebiasaan belanja impulsif.

Pada akhirnya, mengurangi impulsive buying bukan berarti mengekang diri sepenuhnya dari kesenangan, melainkan belajar menempatkan prioritas.

Dengan begitu, setiap keputusan finansial yang kita buat tidak hanya berdampak baik bagi dompet.

Tetapi juga membantu proses pertumbuhan diri menjadi pribadi yang lebih mindful, bertanggung jawab, dan matang secara emosional.

Editor : Nurismi
#belanja #finansial #Mengendalikan diri