Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

Vending Machine di Rumah Sakit Ini Isinya Bukan Jajan Kaleng, tapi Camilan Sehat

Beraupost • Kamis, 4 September 2025 | 11:45 WIB

Ilustrasi makanan sehat. (Freepik)
Ilustrasi makanan sehat. (Freepik)

BERAU POST - Rumah Sakit Pennsylvania atau Hospital of the University of Pennsylvania (HUP) melakukan revolusi makanan sehat.

Rumah Sakit itu menyediakan mesin penjual otomatis (vending machine) untuk kebutuhan makanan.

Menariknya, vending machine di rumah sakit itu lebih banyak menyediakan camilan sehat seperti irisan mangga kering, kacang edamame panggang, dan keripik tortilla ubi.

Mesin penjual di HUP hanyalah sebagian dari 322 “vending machine sehat” yang saat ini tersedia di berbagai rumah sakit di Pennsylvania.

Semua itu merupakan bagian dari inisiatif Good Food, Healthy Hospitals, sebuah gerakan yang semakin berkembang untuk menghadirkan makanan lebih sehat di lingkungan rumah sakit.  

Program ini diluncurkan pada 2014 oleh Dinas Kesehatan Philadelphia untuk mengatasi paradoks lama, yaitu rumah sakit sebagai tempat penyembuhan justru sering menyediakan makanan yang tidak sehat.

“Seharusnya sudah menjadi hal yang wajar kalau rumah sakit menyajikan makanan sehat, tapi kenyataannya tidak selalu begitu,” kata Mary Burns, administrator program kesehatan masyarakat di Departemen Kesehatan Pennsylvania.

Dilansir melalui Medical Xpress, terdapat penelitian yang selama ini memang menunjukkan kekhawatiran bahwa banyak makanan yang dijual di rumah sakit mengandung kalori, lemak, gula, kolesterol, dan natrium dalam jumlah tinggi.

Misalnya, sebuah studi di rumah sakit anak di California menemukan hanya 7 persen dari 384 menu utama yang dinilai sehat berdasarkan alat penilaian gizi.

Melalui program ini, rumah sakit diajak meningkatkan kualitas makanan dan minuman bagi pasien maupun pengunjung.

Mulai dari makanan di nampan pasien, menu kafetaria, hingga camilan di vending machine, semuanya diarahkan untuk mengurangi kandungan lemak, garam, dan gula tambahan, sekaligus memperbanyak pilihan berbasis nabati dan biji-bijian utuh.

Beberapa rumah sakit mengganti penggorengan minyak dengan air fryer, sementara yang lain bahkan menghapus minuman berpemanis gula dari menu. Namun, pihak rumah sakit tetap menjaga keseimbangan.

“Tidak bisa semuanya dihapus total. Kami ingin jadi teladan karena berada di lingkungan rumah sakit, tapi tetap tidak boleh memaksa orang,” ujar Direktur Operasional Ritel HUP Wayde Schallowitz. 

Meski begitu, tantangan tetap ada. Menu seperti pasta gandum utuh dan makanan vegan sering sulit diterima.

Menurut Shelley Chamberlain, pakar makanan sehat untuk program ini, kuncinya adalah jangan memaksakan, melainkan memperbaiki rasa, tekstur, serta strategi pemasaran.

Misalnya, pasta bebas gluten di HUP dipasarkan dengan nama menarik ala restoran, sehingga orang tertarik mencoba tanpa sadar bahwa itu adalah makanan sehat.

Untuk vending machine sehat, aturannya jelas: minimal 65 persen isi mesin harus berupa makanan rendah kalori (≤250 kalori), rendah lemak, natrium, dan gula.

Minuman pun sama: 65 persen  harus berupa air, seltzer, atau teh dan soda tanpa gula. Sementara pilihan tradisional seperti keripik dan permen tetap diizinkan untuk 35 persen sisanya. 

Strategi lain adalah penempatan produk. Pilihan sehat ditempatkan sejajar dengan mata pembeli, sedangkan minuman paling tidak sehat ada di baris bawah.

Harga juga diatur: air mineral harus sama atau lebih murah dari minuman lain dengan volume sama.

Meski penjualan biasanya menurun sesaat setelah vending machine sehat diperkenalkan, dalam waktu sekitar tiga bulan, angka itu kembali naik bahkan meningkat.

Bagi tenaga medis seperti Susanna Howard, residen bedah saraf di Penn, vending machine sehat ini sangat membantu.

“Kesehatan itu bukan pekerjaan 9-to-5, melainkan 24/7. Jadi menyenangkan kalau ada mesin yang menyediakan camilan lebih sehat,” ujarnya. (jpg/smi)

Editor : Nurismi
#rumah sakit #makanan sehat