Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

Leher Bengkak, Waspada Penyakit Gondok! Ini Penyebab yang Sering Diabaikan

Beraupost • Kamis, 4 September 2025 | 11:25 WIB
Ilustrasi pemeriksaan gondokan. (Freepik)
Ilustrasi pemeriksaan gondokan. (Freepik)

BERAU POST - Ternyata penyakit gondongan dan gondok merupakan penyakit yang sangat berbeda, meskipun penyebutannya terbilang mirip.

Gondongan disebabkan oleh virus dan menimbulkan demam serta nyeri, sementara gondok (atau goiter) tidak menimbulkan rasa nyeri dan berkembang secara perlahan.

Gondok adalah penyakit yang menyebabkan pembengkakan pada kelenjar tiroid, yang normalnya berfungsi mengatur metabolisme tubuh melalui produksi hormon tiroid.

Ketika fungsi tiroid terganggu, muncul benjolan di bagian depan leher.

Pembengkakan ini umumnya terjadi karena kekurangan yodium, namun, menurut Mayo Clinic, ada beberapa faktor lain yang bisa memicu gondok:

1. Kekurangan Yodium

Kekurangan yodium merupakan penyebab paling umum terjadi gondok. Yodium merupakan mineral yang sangat dibutuhkan untuk produksi hormon tiroid di dalam tubuh.

Maka, ketika asupan yodium harian tidak mencukupi, produksi hormon tiroid pun akan menurun drastis.

Kondisi ini menyebabkan tiroid bekerja lebih keras dan mengakibatkan pembesaran pada kelenjar tiroid akibat rangsang berlebihan ini. 

2. Penyakit Hashimoto

Penyakit hashimoto merupakan salah satu gangguan autoimun dimana sistem kekebalan tubuh menyerang jaringan kelenjar tiroid.

Kondisi ini menyebabkan peradangan dan kerusakan pada jaringan tiroid sehingga produksi hormon menjadi tidak optimal.

Hal ini juga lah menyebabkan kelenjar pituitari merangsang tiroid secara berlebihan untuk memproduksi lebih banyak hormon yang akhirnya mengakibatkan pembesaran kelenjar.

3. Penyakit Graves

Penyakit graves juga merupakan gangguan autoimun yang terjadi ketika sistem imun menghasilkan protein yang meniru fungsi TSH (Thyroid Stimulating Hormone).

Protein ini akan merangsang kelenjar tiroid untuk memproduksi hormon secara berlebihan. Kondisi ini jugalah yang memicu pertumbuhan tiroid. 

4. Nodul Tiroid

Nodul tiroid merupakan pertumbuhan sel-sel tiroid yang tidak teratur dan berbentuk seperti benjolan pada kelenjar.

Seseorang dapat memiliki satu nodul atau beberapa nodul sekaligus yang biasa disebut gondok multinodular.

Walaupun penyebab pasti belum diketahui, tetapi ada beberapa kemungkinan dari faktor genetik, pola makan, dan gaya hidup. Selain itu, sebagian besar nodul tiroid tidak berbahaya dan bersifat jinak. 

5. Kanker Tiroid

Walaupun kanker tiroid jarang terjadi dibandingkan kanker lainnya, tetapi tetap ada sekitar 5 persen dari kasus nodul tiroid yang ternyata merupakan kanker yang perlu penangan khusus.

Meskipun begitu, kanker tiroid umumnya masih bisa diobati. 

6. Kehamilan

Selama hamil, tubuh wanita memproduksi hormon human chorionic gonadotropin (HCG) yang dapat mempengaruhi fungsi kelenjar tiroid.

Hormon ini dapat menyebabkan kelenjar tiroid menjadi lebih aktif dan mengalami pembesaran ringan.

Walau begitu, perubahan ini biasanya bersifat sementara dan akan kembali normal setelah melahirkan.

7. Peradangan Tiroid (Tiroiditis)

Peradangan pada kelenjar tiroid ini dapat disebabkan oleh gangguan autoimun, infeksi bakteri, infeksi virus, atau efek obat-obatan tertentu.

Peradangan ini dapat menyebabkan kelenjar tiroid membesar dan mengalami gangguan fungsi.

Tidak hanya itu, peradangan ini biasanya juga disertai gejala seperti nyeri pada leher, kesulitan menelan, hingga perubahan suhu tubuh dan denyut jantung. 

Walaupun gondok sering kali berhubungan dengan faktor genetik atau autoimun yang tidak bisa dihindari, upaya pencegahan tetap penting untuk dilakukan.

Karena gaya hidup dan pola makan masih dapat menjadi kemungkinan yang mempengaruhi kesehatan tiroid.

Melansir dari laman Ciputra Hospital, ada beberapa langkah pencegahan yang bisa dilakukan:

- Hindari rokok karena dapat mengganggu penyerapan yodium dan merusak fungsi tiroid.
- Menghindari paparan radiasi berlebihan terutama di area leher dan kepala.
- Mengonsumsi makanan yang mengandung yodium seperti ikan, kerang, yogurt, dan beberapa sayuran.
- Mengonsumsi bawang putih karena bawang putih merangsang produksi glutathione yang diperlukan kelenjar tiroid.
- Mendapatkan Vaksin, dengan mendapatkan vaksin MMR dapat memberikan perlindungan dalam jangka panjang.

Selain mencegah risiko terjadinya gondok, upaya ini juga dapat membantu menjaga kesehatan tiroid secara menyeluruh. (jpg/smi)

 
Editor : Nurismi
#Gondokan #tiroid