BERAU POST - Kini banyak orang lebih memilih konsumsi makanan tinggi kalori, gula, garam, dan lemak (GGL) dibanding sayur dan buah-buahan.
Padahal pola makan sehat dapat memperkuat sistem kekebalan tubuh. Konsumsi gula, garam, lemak pun tidak boleh berlebihan agar kesehatan tubuh terpelihara.
Lantas, berapa batas asupan GGL harian yang direkomendasikan? Berikut anjurannya menurut Permenkes Nomor 30 Tahun 2013 tentang Pencantuman Informasi Kandungan Gula, Garam, dan Lemak Serta Pesan Kesehatan untuk Pangan Olahan dan Pangan Siap Saji, mengutip laman Ayo Sehat Kemkes dan WHO.
Batas Konsumsi Gula Harian
Batas maksimum konsumsi gula per hari yaitu sepuluh persen dari total energi (200 kkal), yang setara dengan empat sendok makan atau 50 gram per orang.
Kurangi gula tambahan yang sengaja dimasukkan ke dalam makanan dan minuman, seperti camilan manis, kue, cokelat, hingga permen.
Sebaiknya dapatkan asupan gula harian dari buah-buahan segar dan sayur sebagai camilan sehat. Buah dan sayur pun setidaknya perlu dikonsumsi 400 gram per harinya.
Kelebihan konsumsi makanan dan minuman tinggi gula berisiko menaikkan kerusakan gigi dan obesitas.
Batas Konsumsi Garam Harian
Batas maksimum konsumsi garam atau natrium per hari adalah 2.000 mg, yang setara dengan satu sendok teh garam atau 5 gram per orang.
Orang-orang kerap kali tidak sadar akan jumlah garam yang dikonsumsi harian padahal kebanyakan dari mereka memakan terlalu banyak natrium dan tidak cukup kalium.
Berlebihan mengonsumsi makanan asin berkontribusi pada tekanan darah tinggi, yang pada gilirannya mendorong risiko penyakit jantung dan stroke.
Kurangi konsumsi makanan olahan dan camilan asin karena menawarkan tinggi natrium. Hindari penggunaan terlalu banyak garam untuk hidangan yang dimasak di rumah.
Perbanyak konsumsi buah dan sayuran segar untuk memperoleh cukup kalium, yang dapat mengurangi efek buruk konsumsi natrium pada tekanan darah.
Batas Konsumsi Lemak Harian
Batas maksimum konsumsi lemak per hari adalah 20-25 persen dari total energi (702 kkal), yang setara dengan lima sendok makan atau 67 gram per orang.
Kurangi konsumsi lemak jenuh dan lemak trans dalam jumlah besar. Lemak jenuh umumnya tersedia dalam daging berlemak, mentega, krim, keju, dan lemak babi.
Adapun gorengan, makanan olahan, pizza, hingga camilan merupakan sumber lemak trans.
Pengurangan asupan lemak harian bantu mendapatkan berat badan ideal dan mencegah obesitas.
Begitu juga dengan menurunnya risiko penyakit kronis seperti penyakit jantung, stroke, diabetes, dan beberapa jenis kanker.
Sebaiknya pilih jenis lemak yang lebih sehat yaitu lemak tak jenuh. Opsi makanan yang dapat dipilih antara lain ikan, alpukat, kacang-kacangan, minyak jagung, minyak kanola, dan minyak zaitun.
Mengetahui batas konsumsi garam, gula, dan lemak penting untuk mencegah konsumsi berlebih.
Kurangnya asupan GGL juga tidak baik bagi tubuh sehingga perlu dikonsumsi dengan sewajarnya. (jpg/smi)
Editor : Nurismi