BERAU POST - Istilah 'darah manis' sering digunakan dalam menggambarkan kondisi kulit yang mudah digigit nyamuk.
Memicu bentol gatal, atau gatal tanpa sebab yang jelas.Namun, dalam dunia medis, kondisi ini dikenal sebagai prurigo.
Dikutip dari Halodoc, prurigo adalah kondisi di mana kulit terasa gatal, dan jika digaruk akan lecet serta meninggalkan bekas luka yang sulit hilang.
Meski sering dianggap sepele, prurigo bisa sangat mengganggu dan mengurangi rasa percaya diri.
Penyebab Kulit Mengalami Prurigo
Hingga saat ini, penyebab utama prurigo belum diketahui secara pasti. Namun, kondisi ini sering terlihat setelah seseorang merasa gatal dan terus menggaruknya hingga menimbulkan luka.
Beberapa ahli berpendapat bahwa prurigo terjadi akibat penebalan pada ujung saraf kulit. Ketika digaruk, saraf justru menjadi semakin sensitif, sehingga rasa gatal tidak kunjung reda.
Jika terus dibiarkan, menggaruk bisa menyebabkan luka yang terinfeksi dan bekasnya sulit hilang.
Berikut adalah beberapa faktor yang menjadi pemicu seseorang terkena prurigo:
Gigitan Serangga
Gigitan serangga seperti nyamuk atau semut dapat memicu rasa gatal, yang kemudian mendorong keinginan untuk menggaruk hingga memperburuk kondisi kulit.
Stres
Seseorang yang mengalami stres sering kali kesulitan mengendalikan dirinya, termasuk dorongan untuk menggaruk kulit.
Kondisi pikiran yang tidak stabil bisa menstimulus gerakan menggaruk berulang, yang akhirnya menyebabkan luka dan infeksi.
Masalah Kesehatan Tertentu
Berdasarkan data dari British Association of Dermatology, sekitar 80 persen penderita prurigo juga mengidap penyakit lain, seperti asma, demam, eksim, atau dermatitis herpetiformis.
Meskipun demikian, hubungan pasti antara penyakit-penyakit ini dengan prurigo masih belum diketahui secara detail.
Upaya Penanganan terhadap Prurigo
Tujuan utama pengobatan prurigo adalah meredakan gatal pada kulit untuk mencegah garukan lebih lanjut. Melansir dari Alodokter, beberapa metode pengobatan yang disarankan meliputi:
Salep atau obat oles yang mengandung tacrolimus untuk meredakan peradangan pada kulit.
Produk yang mengandung vitamin D juga bagus digunakan agar menghambat produksi sel kulit berlebihan.
Antihistamin bermanfaat untuk menghambat kerja senyawa histamin, sehingga dapat mengurangi reaksi alergi dan rasa gatal.
Phototherapy merupakan jenis terapi menggunakan cahaya ultraviolet yang berguna untuk mengendalikan pertumbuhan sel kulit.
Kortikosteroid adalah obat yang bekerja meniru peran hormon kortisol alami, yang diproduksi oleh kelenjar adrenal.
Manfaat dari obat ini adalah mengurangi peradangan pada beberapa kondisi penyakit seperti asma, psoriasis dan juga prurigo. (jpg/smi)
Editor : Nurismi