BERAU POST - Nyeri yang membatasi pergerakan pada tubuh saat beraktivitas biasanya disebut dengan saraf kejepit.
Banyak orang hanya mengenalnya sebagai masalah punggung, padahal saraf kejepit dapat muncul di berbagai bagian tubuh berbeda.
Jenis-jenis saraf kejepit beserta gejalanya sangat penting dipahami agar diagnosis bisa dilakukan lebih cepat dan penanganan menjadi lebih tepat.
Dilansir laman Halodoc.com, berikut jenis-jenis saraf kejepit yang bisa menyerang tubuh.
1. Saraf Kejepit di Leher (Cervical Radiculopathy)
Saraf kejepit di leher sering terjadi akibat herniasi diskus atau pertumbuhan tulang berlebih yang menekan saraf di area leher.
Gejalanya meliputi nyeri tajam dari leher menjalar ke bahu hingga lengan, disertai kesemutan atau kelemahan otot pada tangan.
Gerakan memutar leher secara berlebihan atau posisi tidur yang salah dapat memperburuk tekanan saraf dan meningkatkan rasa nyeri.
2. Saraf Kejepit di Punggung Bawah (Lumbar Radiculopathy)
Kondisi ini dikenal sebagai penyebab utama sciatica karena melibatkan tekanan berlebih pada saraf tulang belakang bagian bawah.
Gejala yang muncul antara lain nyeri menjalar dari punggung bawah ke bokong hingga kaki, sering disertai sensasi panas atau mati rasa.
Duduk terlalu lama atau mengangkat beban dengan postur yang salah dapat memperparah keluhan.
3. Carpal Tunnel Syndrome
Carpal tunnel syndrome terjadi ketika saraf median di pergelangan tangan tertekan akibat gerakan berulang seperti mengetik atau mengoperasikan mouse.
Penderitanya sering merasakan kesemutan, nyeri, atau mati rasa pada ibu jari, telunjuk, jari tengah, dan sebagian jari manis.
Jika tidak segera ditangani, kondisi ini bisa menyebabkan kelemahan otot di telapak tangan sehingga aktivitas menggenggam terasa sulit.
4. Thoracic Outlet Syndrome
Thoracic outlet syndrome melibatkan tekanan pada saraf sekitar bahu dan leher, biasanya dipicu postur tubuh buruk, trauma, atau aktivitas repetitif.
Gejalanya mencakup nyeri di bahu hingga leher, mati rasa pada tangan, serta kelemahan ketika mengangkat lengan dalam posisi tertentu.
Orang yang sering membawa barang berat atau bekerja dengan posisi bahu tidak ergonomis lebih berisiko mengalami kondisi saraf kejepit ini.
5. Sciatica
Dilansir dari laman Alodokter.com, sciatica melibatkan saraf skiatik, yaitu saraf terbesar yang membentang dari punggung bawah hingga ke area kaki bagian bawah.
Gejalanya berupa nyeri menjalar dari punggung ke satu sisi kaki, disertai rasa terbakar, kesemutan, atau kelemahan pada otot kaki.
Faktor penyebab paling umum adalah duduk terlalu lama atau mengangkat beban berat dengan posisi tubuh yang tidak tepat.
6. Saraf Kejepit di Siku (Cubital Tunnel Syndrome)
Saraf kejepit pada siku disebabkan tekanan berlebih pada saraf ulnar yang berada di bagian dalam siku.
Penderitanya biasanya merasakan mati rasa, kesemutan, atau nyeri di jari kelingking dan sebagian jari manis, disertai kelemahan pada tangan.
Kebiasaan menelpon sambil menekuk siku atau bersandar lama di meja sering memperburuk gejala cubital tunnel syndrome.
Berbagai jenis saraf kejepit beserta gejalanya penting dikenali agar dapat membantu masyarakat lebih waspada dan segera mencari penanganan tepat.
Langkah awal seperti memperbaiki postur tubuh, membatasi aktivitas berulang, atau melakukan fisioterapi bisa mencegah kondisi yang semakin parah. (jpg/smi)
Editor : Nurismi