BERAU POST - Mengelola keuangan sendiri untuk memenuhi pengeluaran dan menabung untuk masa depan sangat diperlukan.
Mengambil keputusan keuangan yang cerdas sehingga bebas dari utang, memiliki tabungan, dan cepat kaya di masa depan.
Prinsip utama dalam mengatur keuangan pribadi adalah dengan memastikan pengeluaran tidak lebih besar dari penghasilan.
Contoh, jika penghasilan perbulan Rp 5 juta dan pengeluarannya Rp 6 juta. Maka, untuk menutupi kekurangannya biasanya dengan cara utang.
Bila pengeluaran terus lebih besar dari pada penghasilan, maka lama-lama akan terlilit utang. Hal ini akan berdampak pada cara hidup di masa depan.
Dalam mengatur keuangan pribadi terdapat 5 komponen utama yang jadi perhatian, yaitu pendapatan, pengeluaran, tabungan, investasi, dan perlindungan.
Berikut ini 7 cara efektif mengatur keuangan pribadi agar bebas dari utang dan cepat kaya di masa depan, dikutip Investopedia:
1. Mengetahui Penghasilan
Untuk mengatur keuangan pribadi hal yang paling awal adalah mengetahui penghasilan bersih.
Jadi sebelum mengatur keuangan pribadi pastikan mengetahui penghasilan bersih setelah dipotong pajak dan kewajiban lainya.
2. Menyusun Anggaran
Menyusun anggaran menjadi langkah berikutnya dalam mengatur keuangan pribadi yang efektif.
Hal ini membantu untuk menyusun pengeluaran dan tabungan guna mencapai tujuan jangka panjang.
Terdapat beberapa metode penyusunan anggaran seperti 50/30/20 yang menawarkan penyusuan yang efektif.
Penyusunan anggaran 50 persen dari penghasilan diperuntukan kebutuhan pokok, seperti makanan, listrik, transportasi, dan lain-lain.
Lalu 30 persen dialokasikan untuk keinginan, seperti belanja pakaian, hiburan, makan diluar, dan lain-lain. Donasi dan sedekah bisa masuk di sini.
Terakhir 20 persen untuk masa depan, seperti untuk melunasi utak, menabung untuk pensiun, dan keadaan darurat.
3. Dana Darurat
Pastikan untuk menyisihkan uang untuk dana darurat, guna melindungi diri, tabungan, dan aset karena adanya biaya tidak terduga.
Dana darurat sangat bermanfaat menutupi biaya tidak terduga seperti tagihan rumah sakit, perbaikan mobil yang parah, sampai terkena PHK.
Kumplin dana darurat idealnya dapat menutupi biaya hidup dalam waktu tiga bulan sampai 12 bulan.
4. Batasi dan Kurangi Utang
Belanja menggunakan utang atau kredit harus dibatasi atau dikurangi jangan sampai melebihi penghasilan yang nantinya terlilit utang.
Terdapat berbagai cara dalam membatasi utang, misalnya lebih baik menyewa rumah dengan harga ekonomis, dibandingkan beli rumah dengan bunga kredit yang tinggi.
5. Rencanakan Masa Depan
Meskipun masih muda dan masa pensiun masih jauh, sebaiknya persiapkan dana pensiun sedini mungkin.
Para ahli memperkirakan setidaknya orang membutuhkan 80 persen gaji saat ini untuk kehidupan pensiun nantinya.
Mempersiapkan dana pensiun sedini mungkin, memukinkan penerimaan manfaat yang lebih besar di masa depan.
Misalnya menabung dana pensiun menggunakan instrumen investasi seperti emas atau tabungan berbunga, maka nilai keuntunnya akan bertambah seiring waktu berinvestasi.
6. Beli Asuransi
Penting untuk memiliki asuransi seiring bertambahnya usia, karena biaya seperti asuransi perawatan jangka panjang, kesehatan, dan jiwa cenderung meningkat.
Asuransi juga berfungsi sebagai jaring pengaman finansial terhadap hal tak terduga dalam hidup.
Asuransi jiwa juga memberikan perlindungan finansial bagi keluarga jika tidak lagi dapat bekerja atau terjadi sesuatu yang tidak diinginkan.
Dengan memiliki asuransi, tabungan yang telah kumpulkan dapat digunakan oleh keluarga di masa depan, bukan dihabiskan untuk tagihan rumah sakit.
7. Self Reward atau Memberi Hadiah untuk Diri Sendiri
Sesekali, berikan hadiah pada diri sendiri, seperti liburan atau membeli barang yang diinginkan. Ini penting agar tidak merasa kekurangan saat mengelola keuangan.
Memberi reward pada diri sendiri juga membantu merasakan buah dari kerja keras dalam perencanaan keuangan yang selama ini lakukan.
Hal ini akan memotivasi untuk terus berjuang demi kemandirian finansial. (jpg/smi)
Editor : Nurismi