Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

Bukan Cuma Anak-Anak! Ini 4 Penyebab Cacingan yang Mengancam Orang Dewasa

Beraupost • Minggu, 24 Agustus 2025 | 07:25 WIB
Ilustrasi anak sakit perut diduga karena cacingan. (Freepik)
Ilustrasi anak sakit perut diduga karena cacingan. (Freepik)

BERAU POST - Kasus cacingan akut yang menginfeksi Raya (4), bocah asal Sukabumi Jawa Barat yang beberapa waktu lalu viral diberitakan.

Hal ini, membuat masyarakat menjadi lebih peduli dengan kesehatan diri dan keluarganya, terutama soal infeksi cacing.
 
Tidak hanya bisa diderita oleh anak kecil saja, tetapi cacingan juga berpotensi diidap oleh orang dewasa. 

Dikutip dari halodoc, orang dewasa bisa berisiko tinggi terkena cacingan jika:
 
1. Bekerja di tempat rawan
 
Para pekerja yang bekerja di tempat rawan cacing, seperti tanah liat, tanah gembur, dan pasir memiliki risiko tinggi terinfeksi cacing.
 
Apalagi jika aktivitasnya mengharuskan kulit untuk kontak langsung dengan tanah. Contohnya adalah buruh bangunan, penggali tanah, peternak, juga petani.

2. Tinggal di daerah endemik
 
Mereka yang bermukim di lokasi endemik harus mewaspadai penyakit cacingan. Seperti dilansir dari Cikasda Sulteng di Indonesia, terdapat wilayah endemik di Provinsi Sulawesi Tengah, yaitu Dataran Tinggi Napu dan Dataran Tinggi Bada di Kabupaten Poso serta Dataran Tinggi Lindu di Kabupaten Sigi.
 
Penyakit endemik yang ditemukan adalah schistosomiasis atau demam keong. Demam keong merupakan infeksi parasit akut dan kronis yang disebabkan oleh cacing Schistosoma japonicum.
 
3. Tinggal di lingkungan kumuh
 
Infeksi cacing juga rawan terjadi pada tempat beriklim lembap. Salah satunya seperti pada bantaran kali.
 
Tanah pada lingkungan kumuh dengan fasilitas sanitasi yang tidak memadai juga memiliki kemungkinan terkontaminasi feses orang yang terinfeksi cacingan.
 
Hal bisa saja terjadi saat orang tersebut buang air besar di kali atau ketika kotoran manusia digunakan sebagai pupuk. 
 
4. Kurang memperhatikan kebersihan makanan
 
Sayur dan buah yang tidak dicuci bersih, tidak terkupas dengan baik, atau tidak dimasak hingga benar-benar matang akan meningkatkan risiko infeksi cacing.
 
Selain itu, orang yang hobi makan daging babi atau sapi yang kurang matang juga berisiko tinggi terkena cacingan.

Manfaat Minum Obat Cacing Bagi Orang Dewasa
 
Mengutip RSI Sultan Agung melalui tayangan Youtube @RSISultanAgungSemarang, ada berbagai jenis cacing yang bisa menjangkiti manusia di antaranya cacing gelang, cacing cambuk, cacing tambang, dan cacing kremi.
 
Sama seperti anak-anak, orang dewasa perlu minum obat cacing setidaknya enam bulan sekali.

Macam-macam obat cacing yang bisa diminum orang dewasa adalah mebendazole, pyrantel pamoate, albendazole, ivermectin, dan praziquantel.
 
Obat cacing bekerja dengan cara melumpuhkan saraf dan otot cacing, menghambat penyerapan nutrisi pada tubuh cacing, atau mencegah reproduksi cacing dewasa.
 
Cara kerja obat cacing menyebabkan cacing tidak dapat tumbuh dan berkembang biak, kemudian mati dan terbawa keluar bersama tinja. (jpg/smi)

Editor : Nurismi
#cacingan #dewasa #risiko