Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

Uang Jajan Aman Sampai Akhir Bulan! Aplikasi Finansial Bikin Keuangan Mahasiswa Lebih Sehat! Ini Caranya

Beraupost • Kamis, 21 Agustus 2025 | 11:35 WIB
Ilustrasi aplikasi mengatur keuangan. (Freepik)
Ilustrasi aplikasi mengatur keuangan. (Freepik)

BERAU POST - Gaya hidup digital membuat generasi muda, khususnya mahasiswa, semakin familiar dengan aplikasi finansial.

Tidak hanya untuk transaksi sehari-hari, aplikasi finansial juga menawarkan fitur, pengelolaan keuangan agar penggunanya bisa lebih bijak dalam mengatur uang saku maupun pendapatan bulanan.

Penggunaan aplikasi finansial dapat membantu pengguna mencatat pemasukan dan pengeluaran secara otomatis.
 
Hal ini penting dalam menghindari kebiasaan boros sekaligus menumbuhkan kesadaran menabung sejak dini. 

Pengguna aplikasi finansial juga dapat mencatat berbagai pengeluaran yang dihabiskan  mulai dari nominal kecil hingga besar.

Hal ini dilakukan untuk melacak pengeluaran keuangan paling banyak dihabiskan untuk hal apa.

Ada sejumlah aplikasi finansial yang kini populer digunakan. Baik karena fitur yang ditawarkan maupun kemudahan dalam pengoperasiannya (user experience). Berikut beberapa di antaranya:

- Money Tracker-Expense dan Budget
- Catatan Keuangan
- Smart Budget
- Budgetin (Pencatat Anggaran)
- Money+ Cute Expense Tracker

Aplikasi-aplikasi tersebut dapat ditemukan pada Google Play Store bagi pengguna Android di maupun App Store bagi pengguna Apple.

Pakai Metode 50:20:20:10 untuk Atur Finansial

Bila kamu masih bingung bagaimana cara mengoptimalkan penggunaan aplikasi finansial, artikel ini akan menjelaskan salah satu metode yang bisa diterapkan, yaitu metode 50:20:20:10.

Dilansir dari akun TikTok @iznadiarazkiani, metode 50:20:20:10 adalah salah satu cara sederhana untuk mengatur keuangan pribadi agar lebih terstruktur.

Setiap pemasukan yang kamu dapatkan, misalnya uang saku, gaji, atau uang tambahan lain akan dibagi ke dalam empat pos dengan persentase tertentu.

Pertama, 50 persen atau separo dari pendapatan dapat digunakan untuk hal-hal yang wajib dan pokok.

Seperti makan sehari-hari, transportasi, kos atau kontrakan, pulsa atau kuota internet, dan kebutuhan rutin lainnya yang jadi prioritas.

Selanjutnya, 20 persen dari pendapatan disisihkan untuk menabung atau membuat pos dana darurat. Dana ini bisa dimasukkan ke dalam tabungan biasa ataupun rekening khusus.

Dana darurat sangat penting agar kamu tidak panik saat ada pengeluaran tak terduga.
 
Lalu, 20 persen berikutnya bisa dipakai untuk memenuhi keinginan. Seperti berbelanja baju, sepatu, maupun jalan-jalan.

Bukan hanya kebutuhan yang harus dipenuhi, tapi keinginan juga. Supaya kamu bisa tetap bahagia dalam menjalani aktivitas sehari-hari dan tetap semangat dan termotivasi dalam menabung.

Terakhir, sisa 10 persen dari pendapatan bisa dipakai untuk investasi atau pengembangan diri. Bagi mahasiswa yang masih bingung, investasi tidak hanya berbentuk emas atau saham.

Kursus atau pelatihan untuk menambah skill yang akan berguna di masa depan juga merupakan investasi.

Dengan disiplin membagi pemasukan pada aplikasi finansial menggunakan metode 50:20:20:10 ini, mahasiswa bisa mulai melatih diri mengelola keuangan supaya lebih sehat dan terencana. 
 

 

Editor : Nurismi
#mengatur keuangan #mahasiswa #aplikasi