Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

7 Trik Flexing yang Bikin Orang Kelihatan Kaya, Padahal Cuma Modal Gengsi

Beraupost • Minggu, 17 Agustus 2025 | 10:05 WIB
Ilustrasi barang yang sering dikira simbol kemapanan, padahal hanya tampak dari luar. (Freepik)
Ilustrasi barang yang sering dikira simbol kemapanan, padahal hanya tampak dari luar. (Freepik)

BERAU POST - Era media sosial saat ini cenderung menilai kesuksesan seseorang pada postingan gambar di media sosial atau lebih dikenal dengan istilah flexing.

Mulai dari postingan foto seseorang duduk di mobil mewah, mengenakan tas bermerek, sambil menyeruput kopi mahal dengan ponsel terbaru di tangan, sering langsung memicu asumsi: “Orang ini pasti mapan.” 

Namun, di balik citra yang terpoles rapi itu, kenyataan sering kali jauh berbeda. 

Banyak simbol kemewahan yang kita lihat hanyalah kulit luar, sekadar ilusi yang diciptakan untuk memberi kesan sukses, padahal tidak selalu mencerminkan kondisi finansial yang sebenarnya.
 
Dilansir dari Geediting, inilah tujuh barang yang sering dikira simbol kemapanan, padahal hanya tampak dari luar.

1. Barang Bermerek Palsu yang Terlihat Seperti Asli

Tas desainer dengan logo besar, jam tangan mewah, atau sepatu kulit premium memang memberi kesan elegan. 

Tapi di pasaran, ada begitu banyak barang tiruan yang dibuat dengan detail nyaris sempurna. 

Orang yang memakainya mungkin terlihat seperti mengeluarkan puluhan juta rupiah, padahal harganya tak sampai sepersepuluhnya. 

Masalahnya, kesan yang dibangun dari barang palsu hanya bertahan di permukaan dan bisa runtuh seketika jika keasliannya dipertanyakan.

2. Gadget Terbaru yang Memukau Pandangan

Smartphone terbaru, laptop tipis premium, atau smartwatch canggih sering diasosiasikan dengan keberhasilan. 

Namun, tidak sedikit orang yang rela mengorbankan tabungan atau bahkan mengambil cicilan hanya untuk memilikinya, meski tidak terlalu memerlukan fitur tambahan yang ditawarkan. 

Gadget canggih memang keren, tapi kepemilikannya belum tentu menandakan kondisi keuangan yang sehat.

3. Menyewa Mobil Mewah untuk Momen Tertentu

Foto dengan latar mobil sport atau SUV premium sering jadi magnet di media sosial. 

Padahal, banyak layanan penyewaan mobil yang memungkinkan siapa saja mengendarai kendaraan mewah hanya untuk sehari, bahkan hanya untuk sesi foto. 

Mobil tersebut mungkin terlihat seperti milik pribadi, namun kenyataannya hanya “dipinjam” untuk menciptakan kesan sukses sesaat.

4. Memegang Kartu Kredit Kelas Premium

Kartu kredit berwarna hitam atau emas kerap diasosiasikan dengan daya beli tinggi dan status eksklusif. Namun, tidak semua pemegangnya adalah miliarder. 

Banyak kartu kredit premium kini dapat diakses dengan syarat yang relatif mudah, bahkan tanpa saldo besar di rekening. 

Yang sering tidak terlihat adalah tagihan yang menumpuk di akhir bulan, sesuatu yang jelas bukan indikator kemapanan sejati.

5. Keanggotaan Gym Mahal yang Jarang Digunakan

Memiliki kartu keanggotaan gym mewah memang terdengar mengesankan, apalagi jika tempat tersebut punya fasilitas bak hotel bintang lima. 

Tetapi, kenyataannya, ada banyak orang yang jarang memanfaatkannya. 

Mereka membayar biaya bulanan tinggi hanya untuk gengsi, sementara rutinitas olahraga bisa dilakukan di tempat yang jauh lebih sederhana dan ekonomis.

6. Secangkir Kopi Mahal di Tangan

Kopi artisan dengan latte art cantik di kafe terkenal memang fotogenik. 

Harganya yang beberapa kali lipat dari kopi biasa membuatnya tampak sebagai simbol gaya hidup kelas atas. 

Namun, membeli kopi mahal setiap hari justru bisa menjadi pengeluaran yang signifikan, terutama jika pendapatan tidak sepadan. 

Kemapanan bukan diukur dari merek kopi yang kita minum, melainkan dari bagaimana kita mengatur keuangan.

7. Label Merek Besar yang Dipamerkan Terang-Terangan

Baju atau aksesori dengan logo besar dan mencolok memang cepat memberi sinyal status kepada orang lain. 

Tapi sering kali, barang-barang seperti ini dibeli bukan karena kualitas atau kebutuhan, melainkan demi menunjukkan citra tertentu. 

Label besar mungkin membuat orang terlihat kaya di mata sekilas, tapi tidak memberi jaminan apapun tentang kestabilan finansial pemakainya. (jpg/smi)

Editor : Nurismi
#kemewahan #mapan #kesuksesan #kondisi finansial