Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

Bukan Cuma Jorok, Pipis di Kolam Renang Ternyata Berbahaya untuk Kesehatan, Ini Penjelasannya!

Beraupost • Sabtu, 16 Agustus 2025 | 08:30 WIB
Ilustrasi anak berenang. (Freepik)
Ilustrasi anak berenang. (Freepik)

BERAU POST - Mengisi liburan, biasanya dengan membawa anak-anak untuk berenang yang menjadi salah satu kegiatan favorit.

Namun, ada satu kebiasaan yang diam-diam dilakukan sebagian orang, yaitu buang air kecil di kolam. Bagi sebagian, mungkin ini dianggap sepele. Tapi benarkah ini tidak berbahaya?

Menurut laporan HuffPost, survei di Amerika Serikat menunjukkan sekitar 40 persen orang dewasa mengaku pernah pipis di kolam.

Data penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Environmental Science & Technology Letters bahkan menemukan bahwa kolam berkapasitas 220 ribu galon dapat mengandung sekitar 20 galon urine.

Dr. Kelly Johnson-Arbor, toksikolog dari MedStar Health, menjelaskan bahwa urine mengandung senyawa nitrogen seperti urea, amonia, dan kreatinin.

Saat bercampur dengan klorin (bahan utama desinfektan kolam) senyawa ini membentuk disinfection byproducts (DBPs).

Satu Orang Pipis, Apa Dampaknya?

Melendy menjelaskan bahwa efeknya tergantung ukuran kolam dan jumlah orang yang melakukannya.

“Jika satu orang pipis di kolam besar, dampaknya kecil. Tapi di kolam kecil atau jika banyak orang melakukannya, kloramin akan terbentuk lebih banyak dan meningkatkan risiko iritasi,” katanya.

Selain urine, keringat, minyak tubuh, dan sel kulit mati juga ikut menyumbang bahan organik di kolam. Karena itu, mandi sebelum berenang sangat disarankan untuk menjaga kualitas air.

Kolam Air Garam Tetap Menghasilkan Klorin

Banyak yang mengira kolam air garam lebih aman. Faktanya, menurut Johnson-Arbor, kolam jenis ini menghasilkan klorin melalui proses elektrolisis garam.

Reaksi dengan urine tetap memunculkan DBPs yang sama seperti pada kolam klorin biasa.

Tahan Diri Demi Kesehatan Bersama

Pipis di kolam mungkin tidak langsung menimbulkan masalah besar, terutama jika kolam besar dan sistem sirkulasi airnya baik.

Namun, akumulasi dari banyak orang akan menurunkan kualitas air dan memicu masalah kesehatan.

Para pakar sepakat bahwa sebaiknya gunakan toilet sebelum atau saat berenang.

Selain menjaga kesehatan bersama, ini juga soal etika dan rasa hormat pada sesama pengguna kolam. (jpg/smi)

 

Editor : Nurismi
#kolam renang #kencing #berenang