BERAU POST - Selama ini banyak orang percaya bahwa untuk menjadi pintar perlu belajar keras dan mengikuti pelatihan otak (brain training).
Namun, menurut ahli neurosains Dr. Jamey Maniscalco, ada cara alami yang tak kalah ampuh: tidur.
Dikutip dari Tom’s Guide, Dr. Maniscalco menyebut tidur sebagai salah satu “alat terkuat” untuk meningkatkan fungsi otak.
Meski tidak secara instan menaikkan skor IQ, tidur yang cukup dapat meningkatkan kemampuan belajar, mengingat, berpikir jernih, dan memecahkan masalah.
“Banyak proses belajar justru terjadi saat kita tidur, bukan hanya ketika kita membaca atau berlatih,” ujarnya.
Otak Aktif saat Kita Tertidur
Selama tidur, terutama pada fase tidur dalam (deep sleep) dan tidur REM, otak bekerja memproses informasi, membentuk koneksi baru, dan memperkuat jalur komunikasi antarsel saraf.
Proses ini membuat pengetahuan yang diperoleh pada siang hari menjadi lebih permanen.
Menurut Dr. Maniscalco, tidur berperan penting dalam konsolidasi memori, yakni proses mengunci informasi baru ke dalam otak.
Fase slow-wave sleep membantu menyimpan fakta dan keterampilan motorik, sedangkan tidur REM menggabungkan ingatan dengan emosi.
Tidur juga menjadi “jendela perawatan malam” bagi otak. Pada fase ini, sistem glinfatik membersihkan limbah metabolik, termasuk protein beta-amiloid yang terkait dengan Alzheimer jika menumpuk.
Dampak Langsung pada Fungsi Kognitif
Penelitian menunjukkan, kurang tidur dapat mengganggu konsentrasi, pengambilan keputusan, ingatan, dan pengendalian emosi.
Sebaliknya, tidur cukup memperkuat fungsi eksekutif otak seperti perencanaan, pengaturan tujuan, dan pemecahan masalah.
Sebuah studi yang melibatkan 100 mahasiswa menemukan bahwa durasi tidur yang lebih lama, kualitas tidur yang baik, dan jadwal tidur yang konsisten berkorelasi dengan prestasi akademik yang lebih tinggi.
Tips Tidur Berkualitas ala Ahli Otak
Dr. Maniscalco membagikan beberapa tips agar tidur bisa benar-benar meningkatkan kemampuan otak:
Konsisten dengan jadwal tidur – Tidur dan bangun di jam yang sama setiap hari membantu mengatur ritme sirkadian dan memaksimalkan kualitas tidur.
Ciptakan lingkungan tidur yang nyaman – Suhu kamar sejuk (sekitar 18°C), minim cahaya, bebas gangguan suara, dan tanpa perangkat elektronik.
Tidur 7–9 jam setiap malam – Waktu ini dibutuhkan untuk menyelesaikan beberapa siklus tidur yang mencakup semua fase penting bagi otak.
Paparan cahaya pagi – Mendapatkan sinar matahari di pagi hari membantu mengatur hormon tidur melatonin.
Batasi kafein dan alkohol – Hindari kafein setelah siang hari dan alkohol menjelang tidur agar kualitas tidur tetap terjaga.
Ritual sebelum tidur – Membaca, mandi air hangat, atau menulis jurnal dapat memberi sinyal pada otak untuk bersiap istirahat.
“Tidur 7–9 jam bukan kemewahan, melainkan kebutuhan biologis,” tegas Dr. Maniscalco.
“Jika ingin berpikir jernih, mengingat dengan baik, dan melindungi kesehatan otak jangka panjang, prioritas utama Anda adalah tidur berkualitas," tambahnya. (jpg/smi)