Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

Jangan Anggap Sepele! Ini 5 Gejala Batu Ginjal yang Sering Diabaikan, Cek Sekarang!

Beraupost • Selasa, 12 Agustus 2025 | 06:30 WIB
Ilustrasi minum air putih mencegah penyakit batu ginjal. (Freepik)
Ilustrasi minum air putih mencegah penyakit batu ginjal. (Freepik)

BERAU POST - Organ tubuh ginjal merupakan salah satu yang penting, untuk mengontrol jumlah cairan di dalam tubuh.

Salah satu tugasnya membersihkan darah dan memproduksi urine. Dengan begitu, ginjal dapat mengontrol sodium, potasium dan kalsium dalam darah kita. 

Dilansir dari NHS, salah satu penyakit yang umum terjadi pada ginjal adalah batu ginjal. Setidaknya 1 dari 10 orang mengalami kondisi ini. 

Apa Itu Batu Ginjal?

Batu ginjal adalah sebongkah kristal atau batu dalam berbagai ukuran yang disebabkan oleh kotoran menumpuk pada ginjal. 

Dilansir dari Cleveland Clinic, pembentukan batu ini dapat disebabkan dari penumpukkan mineral, asam atau garam di ginjal. 

Ukuran batu-batu ini pada umumnya dapat sekecil pasir, namun pada kasus-kasus parah dan langka, ada pula yang sebesar bola golf. Karena ukuran batu ginjal terkecil ini, sering kali tidak sadar bahwa seseorang memilikinya. 

Batu-batu ginjal kecil ini dapat terbuang secara normal saat kencing, dan tidak akan menyadari keberadaan mereka. Namun batu-batu yang besar ini dapat menyumbat saluran kencing. 

Hal ini dapat mempengaruhi kemampuan ginjal dalam menyaring kotoran dari tubuh. Selain itu, batu-batu ini dapat menyebabkan pendarahan. 

Gejala 

Dilansir dari Urology Health, gejala dari kondisi ini biasanya adalah rasa nyeri dan kram pada sisi pinggang dan punggung bagian bawah.

Rasa nyeri ini sering datang secara tiba-tiba. Pertanda lainnya yang dapat diperhatikan adalah: 

1. Rasa ingin kencing yang intens, '

2. Lebih sering kencing, 

3. Rasa nyeri saat kencing, 

4. Warna urin gelap atau merah karena darah, 

5. Mual dan muntah. 

Penyebab 

Dilansir dari Kidney.org, kebanyakan kasus penyakit batu ginjal disebabkan oleh serangkaian diet, gaya hidup, atau faktor genetik. 

Makanan yang tinggi akan garam, gula, daging merah, ikan dan seafood dapat menguatkan resiko batu ginjal. Selain itu, kurangnya konsumsi buah-buahan, sayuran, kalsium dan air yang cukup pula. 

Ada pula kondisi atau penyakit yang dapat meninggikan resiko batu ginjal, seperti diabetes, peradangan perut, gout, osteopenia, tekanan darah tinggi, polycystic kidney disease, dan gangguan makan. 

Kurangnya atau sedikitnya volume urin juga dapat meninggikan resiko batu ginjal. Hal ini disebabkan oleh dehidrasi dan kurangnya minum air.

Ketika jumlah urin sedikit, akan terjadi konsentrasi yang menyebabkan warnanya berubah menjadi gelap. 

Pola makan yang tidak cocok dapat menyebabkan batu ginjal pula, biasanya pada batu ginjal kalsium. Hal ini disebabkan tingginya kalsium pada urin. 

Perlu diketahui bahwa ada banyak macam batu ginjal, karena itu penyebabnya dapat berbagai macam pula. 

Pengobatan dan Pencegahan

Dokter spesialis urologi biasanya akan menyarankan operasi pengangkatan batu ginjal, terutama di kasus-kasus yang membahayakan pasien. Seperti batu ginjal terlalu besar, tersangkut atau infeksi. 

Untuk mengetahui adanya batu ginjal, dokter akan menyuruh kita melakukan rontgen, scan USG atau CT scan. 

Di kasus-kasus ringan biasanya dokter hanya akan memberikan resep obat dan menyuruh kita untuk kontrol setiapnya beberapa bulan hingga setahun sekali. 

Untuk mencegah batu ginjal, hal pertama yang harus kita lakukan adalah minum cukup air setiap harinya (sekitar 2,5 liter air) dan pastikan untuk kencing secara rutin. 

Selain itu, kita harus menjaga jumlah gula dan garam di makanan kita. Hindari terlalu banyak daging dan ikan, serta tinggikan konsumsi buah atau sayur. (jpg/smi)

 
Editor : Nurismi
#ginjal #gejala #batu ginjal