Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

Pemanis Nol Kalori Ini Bahaya Buat Otak? Cek Fakta di Balik Eritritol

Beraupost • Jumat, 8 Agustus 2025 | 14:55 WIB

ilustrasi seseorang yang menikmati makanan manis. (Freepik)
ilustrasi seseorang yang menikmati makanan manis. (Freepik)


BERAU POST
- Eritritol adalah pemanis nol kalori yang populer digunakan dalam berbagai produk makanan bebas gula.

Banyak orang mengonsumsinya untuk menghindari gula tanpa mengorbankan rasa manis. Namun, pemanis ini mungkin tidak seaman yang dikira.

Sebuah studi laboratorium terbaru menemukan potensi risiko yang mengejutkan. Melansir dari Livescience.com, eritritol dapat merusak sel-sel yang melapisi pembuluh darah otak.

Temuan ini menambah kekhawatiran dari penelitian sebelumnya.
Berikut adalah beberapa temuan kunci dari penelitian tersebut:

1. Memicu Stres Oksidatif

Paparan eritritol pada sel-sel pembuluh darah otak memicu kondisi yang disebut stres oksidatif.

Kondisi ini membuat sel memproduksi molekul berbahaya yang dikenal sebagai radikal bebas. Radikal bebas dapat merusak dan menua sel.

2. Menghambat Aliran Darah Otak

Eritritol mengganggu kemampuan pembuluh darah untuk mengatur aliran darah. Hal itu terjadi karena eritritol mengurangi produksi senyawa penting, yaitu nitrat oksida.

Akibatnya, pembuluh darah menjadi menyempit secara berbahaya, berpotensi mengurangi pasokan oksigen ke otak.

3. Mengurangi Kemampuan Mengatasi Pembekuan Darah

Studi menemukan bahwa eritritol menurunkan protein t-PA, yang berperan memecah gumpalan darah. Penurunan protein ini akan meningkatkan risiko pembentukan bekuan darah. Gumpalan dapat menghalangi aliran darah

4. Menambah Risiko Stroke Iskemik

Penelitian ini menunjukkan bahwa eritritol dapat berkontribusi pada mekanisme di balik peningkatan risiko stroke iskemik.

Jika pembuluh darah menyempit dan kemampuan memecah gumpalan menurun, risiko stroke naik. Ini memperkuat temuan penelitian terdahulu.

5. Memperkuat Penelitian Sebelumnya

Penelitian ini menambahkan detail baru pada studi observasional yang lebih besar.

Sebelumnya, sebuah studi terhadap 4.000 orang menemukan hubungan eritritol dengan risiko serangan jantung dan stroke.

Peningkatan risiko tersebut ditemukan pada orang dengan kadar eritritol yang tinggi dalam darahnya.

6. Pentingnya Penelitian Lebih Lanjut

Meskipun hasil ini mengkhawatirkan, penelitian ini hanyalah studi laboratorium.

Studi lebih lanjut diperlukan untuk memahami dampak eritritol secara lebih detail pada tubuh manusia.

Peneliti menekankan pentingnya menentukan seberapa banyak eritritol dapat dikonsumsi tanpa bahaya.

Eritritol masih dianggap aman oleh sebagian besar badan pengawas. Namun, temuan ini menunjukkan bahwa konsumsi berlebihan mungkin memiliki risiko.

Terutama jika dikonsumsi secara terus-menerus dalam jangka waktu lama.

Satu di antara pesan utama dari penelitian ini adalah perlunya berhati-hati.

Sebaiknya Anda tetap bijak saat mengonsumsi produk pemanis bebas gula. Penting untuk selalu memprioritaskan kesehatan jangka panjang. (jpg/smi) 

 

Editor : Nurismi
#eritritol #pemanis buatan #risiko stroke