BERAU POST - Memiliki senyum yang rapi dan indah tentu menjadi impian banyak orang. Demi mewujudkannya, tidak sedikit orang yang memutuskan untuk menggunakan kawat gigi atau behel.
Perawatan ortodonti ini terbukti efektif dalam memperbaiki posisi gigi yang berantakan, memperbaiki gigitan, hingga meningkatkan rasa percaya diri.
Namun, proses perawatan ini tidak selalu berjalan mulus tanpa efek samping. Salah satu keluhan yang paling umum dialami oleh pengguna behel adalah meningkatnya sensitivitas gigi.
Sensasi ngilu, linu, atau bahkan rasa sakit tajam yang muncul saat makan atau menyikat gigi sering kali membuat pengguna merasa tidak nyaman.
Tidak jarang, rasa sensitif ini membuat seseorang ragu untuk melanjutkan perawatan, meskipun manfaat jangka panjangnya sangat besar.
Hal ini tentu menimbulkan pertanyaan: mengapa gigi menjadi lebih sensitif saat menggunakan behel? Apakah kondisi ini normal, dan bagaimana cara mengatasinya?
Untuk menjawabnya, mari kita bahas satu per satu faktor penyebab gigi sensitif akibat pemakaian behel, serta solusi yang bisa dilakukan agar perawatan tetap nyaman dan efektif.
Penyebab Gigi Sensitif Saat Menggunakan Behel menurut Praktek Dokter Gigi Spesialis (Dentsmart Dental Care Specialist), drg. Verastuti Indriasari, Sp.Ort:
1. Pergerakan Gigi yang Dipaksakan
Salah satu penyebab gigi sensitif saat menggunakan behel yaitu pergerakan gigi yang dipaksakan.
Behel bekerja dengan memberikan tekanan perlahan namun konsisten pada gigi agar berpindah ke posisi yang diinginkan.
"Nah tekanan ini memengaruhi jaringan pendukung gigi, termasuk saraf dan tulang di sekitarnya. Proses ini secara alami dapat menimbulkan sensasi tidak nyaman, termasuk rasa nyeri dan sensitivitas," jelasnya saat ditemui berau Post, di Dentsmart Dental Care, Berau, Kamis (7/8).
2. Peradangan pada Gusi
Pemasangan behel juga bisa menyebabkan peradangan ringan pada jaringan gusi, terutama jika kebersihan mulut tidak optimal.
Gusi yang meradang dapat menyebabkan rasa ngilu yang menjalar hingga ke gigi, membuat gigi terasa lebih sensitif saat terkena makanan panas, dingin, atau manis.
"Maka dari saat menggunakan behel, harus rajin membersihkan gigi, minimal dua kali dalam sehari agar kebersihan mulut optimal sehingga tidak menjadi pemicu adanya peradangan pada gusi," jelasnya.
3. Kesulitan Menjaga Kebersihan Gigi
Kawat dan bracket behel bisa menjadi tempat menumpuknya plak dan sisa makanan. Apabila tidak dibersihkan dengan baik, maka asam dari bakteri akan mengikis lapisan email gigi, menyebabkan dentin (lapisan bawah email yang lebih sensitif) menjadi terbuka.
"Kalau begitu nanti lama-kelamaan, gigi bisa menjadi lebih sensitif terhadap rangsangan luar," kata dia.
4. Gesekan antara Behel dan Jaringan Mulut
Bracket atau kawat yang menempel di gigi kadang bergesekan dengan bagian dalam pipi, bibir, atau gusi.
Meskipun ini tidak langsung menyebabkan gigi sensitif, iritasi pada jaringan lunak bisa memperparah ketidaknyamanan secara keseluruhan di area mulut.
"Maka dari itu, memang itu pemasangan behel ini sebaiknya ke dotker spesialis orto, agar pemasangannya ini sesuai sehingga nantinya tidak menimbulkan gesekan antara behel dan jaringan mulut. Terlebih, behel ini bukan estetika, jadi memang harus dengan benar pemasangannya,"
Cara Mengatasi Gigi Sensitif Saat Menggunakan Behel
1. Gunakan Pasta Gigi Khusus Gigi Sensitif
Sebaiknya pilihlah pasta gigi yang mengandung bahan aktif seperti potassium nitrate atau stannous fluoride yang bisa membantu menenangkan saraf di dalam gigi. Gunakan secara rutin dua kali sehari.
2. Bersikat Gigi dengan Lembut
Bersikat gigi dengan berbulu lembut (soft-bristled) dan berusaha menghindari menyikat gigi dengan tekanan yang terlalu keras dapat mengatasi gigi sensitif saat menggunakan behel.
"Teknik menyikat yang baik dapat membantu menghindari kerusakan email gigi dan iritasi gusi. Jadi sebaiknya saat menggunakan behel, perlahan saja sokat giginya, dari bagian belakang dulu, ke tengah, lalu ke ujung di sebelahnya," imbuhnya.
3. Minum Paracetamol
Jika rasa nyeri atau sensitif sangat mengganggu, drg verastuti bilang, bisa disembuhkan dengan mengonsumsi paracetamol.
Pasalnya, obat ini bekerja langsung di otak untuk menghambat produksi senyawa kimia bernama prostaglandin, yang berperan dalam mengirimkan sinyal nyeri.
Saat behel menekan gigi dan jaringan sekitarnya, tubuh menganggap itu sebagai "cedera ringan" dan memicu peradangan, itulah yang menimbulkan rasa nyeri atau sensitivitas.
"Dengan menekan prostaglandin, paracetamol mengurangi sensasi nyeri yang dirasakan, meskipun sumber tekanan (dari behel) tetap ada," jelasnya.
4. Konsultasi Rutin dengan Dokter Gigi
Pemeriksaan rutin sangat penting untuk memantau progres pemakaian behel dan mendeteksi potensi masalah sedini mungkin.
Jangan ragu untuk menyampaikan keluhan sensitivitas pada dokter gigi agar bisa diberikan solusi yang sesuai.
Sensitivitas gigi saat menggunakan behel merupakan hal yang cukup umum terjadi dan biasanya bersifat sementara.
Meski terasa mengganggu, kondisi ini bisa diatasi dengan perawatan yang tepat dan konsultasi rutin dengan dokter gigi.
Dengan memahami penyebab dan cara mengatasinya, pengguna behel bisa menjalani proses ortodonti dengan lebih nyaman dan optimal.
Jangan biarkan rasa ngilu menghalangi Anda untuk mendapatkan senyum yang sehat dan menawan! (nad/smi)
Editor : Nurismi