BERAU POST - Setiap bulan, jutaan perempuan di seluruh dunia mengalami menstruasi, sebuah proses alami yang menjadi bagian dari siklus reproduksi.
Namun, bagi sebagian besar wanita, datang bulan bukan sekadar soal pergantian hormon atau keluarnya darah dari rahim.
Menstruasi sering kali datang bersama rasa tidak nyaman, bahkan nyeri yang cukup intens di bagian perut bagian bawah, pinggang, hingga ke paha.
Dalam banyak kasus, rasa sakit ini bisa sangat mengganggu aktivitas sehari-hari, membuat seseorang sulit berkonsentrasi, tidak bisa bekerja, atau bahkan harus beristirahat total di tempat tidur.
dr. I Wayan Sumo Yoga, SpOG menyampaikan bahwa nyeri haid atau yang dikenal dengan istilah medis dismenore sebenarnya adalah hal yang umum, terutama di kalangan remaja dan perempuan muda.
Namun, ketika nyeri tersebut menjadi terlalu hebat hingga mengganggu kualitas hidup, penting untuk memahami bahwa ini bisa menjadi gejala dari kondisi kesehatan tertentu yang tidak boleh diabaikan.
Banyak yang menganggap rasa sakit saat haid adalah hal yang wajar dan harus diterima begitu saja. Padahal, nyeri yang terlalu parah bisa jadi sinyal bahwa ada masalah kesehatan yang lebih serius di baliknya.
"Jika sudah merasakan rasa nyeri yang begitu hebat setiap menstruasi, sebaiknya cek ke dokter kandungan," jelasnya kepada Berau Post, saat ditemui di Tirta Medical Centre Berau, Selasa (5/8/2025).
Berikut beberapa penyebab utama perut sangat sakit saat menstruasi menurut dr. I Wayan Sumo Yoga, SpOG:
1. Kontraksi Rahim yang Kuat
Saat menstruasi, rahim berkontraksi untuk membantu meluruhkan lapisan dinding rahim yang tidak dibuahi.
Kontraksi ini dipicu oleh zat kimia yang disebut prostaglandin. Semakin tinggi kadar prostaglandin, maka semakin kuat kontraksi rahim ,dan semakin besar pula rasa nyeri yang dirasakan.
"Ini adalah penyebab paling umum nyeri haid, terutama pada hari-hari awal menstruasi. Tapi kalau nyerinya berkepanjangan, perlu adanya pengecekan rahim ke dokter kandungan," jelasnya.
2. Endometriosis
dr.I Wayan mengatakan, penyebab lainnya juga datang dari Endometriosis. Ini merupakan kondisi ketika jaringan yang mirip dengan lapisan dalam rahim tumbuh di luar rahim, seperti di ovarium, saluran tuba, atau jaringan di sekitar panggul.
"Saat menstruasi, jaringan ini juga ikut merespons perubahan hormon, sehingga menyebabkan peradangan, pembengkakan, dan rasa sakit yang parah," kata dia.
3. Adenomiosis
Tak hanya itu, Adenomiosis juga menjadi penyebab nyeri haid. Hal ini terjadi ketika jaringan endometrium tumbuh ke dalam dinding otot rahim.
Meskipun berada di tempat yang salah (yaitu di dalam otot rahim), jaringan endometrium pada adenomiosis tetap mengikuti siklus hormonal bulanan seperti jaringan endometrium normal.
"Artinya, saat menjelang haid, jaringan ini akan menebal, meluruh, dan berdarah, namun darahnya terperangkap di dalam otot rahim karena tidak bisa keluar dari tubuh. Dan hal inilah yang menyebabkan rahim membesar dan nyeri hebat saat menstruasi, karena otot rahim menjadi lebih tebal dan kaku," jelasnya.
4. Fibroid Rahim (Miom)
Fibroid atau miom adalah tumor jinak di dalam rahim yang dapat menyebabkan tekanan pada organ di sekitarnya.
Miom sering menyebabkan menstruasi berat dan rasa sakit yang luar biasa di perut bagian bawah.
"Maka sebaiknya perempuan ini jangan mengonsumsi makanan dengan tinggi lemak jenuh dan kolesterol, misalnya seperti seblak, daging merah berlemak (sapi, kambing), makanan cepat saji (burger, kentang goreng). gorengan, hingga produk olahan susu tinggi lemak," terangnya.
5. Penyakit Radang Panggul (PID)
Selanjutnya, penyakit radang panggul (PID) juga menjadi faktor penyebab nyeri haid atau menstruasi pada perempuan.
Penyakit ini adalah infeksi pada organ reproduksi wanita, biasanya disebabkan oleh infeksi menular seksual (IMS).
"Rasa sakit akibat PID bisa bertambah parah saat menstruasi karena peradangan yang terjadi di sekitar rahim dan tuba falopi," jelasnya.
6. Stres dan Gaya Hidup
Faktor emosional seperti stres, kelelahan, dan kurang tidur juga dapat memperburuk rasa sakit saat haid.
Stres yang berlebihan dapat memicu ketidakseimbangan hormon, yang pada gilirannya meningkatkan produksi prostaglandin dan memperparah nyeri menstruasi.
Menstruasi memang bagian alami dari kehidupan wanita, namun itu tidak berarti harus menderita setiap bulannya.
Rasa sakit yang terlalu intens bisa menjadi tanda adanya masalah kesehatan yang perlu ditangani secara serius.
Dengan memahami penyebabnya, wanita bisa mengambil langkah yang lebih bijak untuk menjaga kesehatannya, baik dengan perubahan gaya hidup, pengobatan, maupun konsultasi rutin ke tenaga medis.
Jangan ragu untuk mencari bantuan dan berbicara terbuka soal nyeri haid. Tubuh Anda memberi sinyal, dan Anda berhak untuk didengarkan. (nad/smi)
Editor : Nurismi