Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

6 Makanan yang Harus Dihindari saat Menstruasi Agar Tidak Kram Perut

Beraupost • Rabu, 6 Agustus 2025 | 14:00 WIB

Ilustrasi makanan yang dihindari saat menstuasi. (Freepik)
Ilustrasi makanan yang dihindari saat menstuasi. (Freepik)

BERAU POST - Menstruasi merupakan proses biologis alami yang dialami oleh hampir setiap perempuan usia produktif, seringkali datang disertai dengan berbagai ketidaknyamanan fisik dan emosional.

Kram perut, perasaan lelah, perubahan suasana hati, nyeri pada payudara, serta gangguan pencernaan adalah beberapa keluhan umum yang sering dirasakan selama masa ini.

Kondisi ini bisa semakin memburuk apabila seseorang tidak memperhatikan pola makan mereka selama menstruasi.

dr. I Wayan Sumo Yoga, SpOG, menyampaikan bahwa apa yang kita konsumsi saat menstruasi, memainkan peran penting dalam menentukan seberapa berat atau ringannya gejala yang dirasakan.

Beberapa jenis makanan tertentu bisa memperburuk rasa sakit, menambah kembung, atau bahkan memicu perubahan suasana hati yang ekstrem.

Sebaliknya, memilih makanan yang tepat seseorang bisa merasa lebih nyaman dan membantu tubuh melewati masa menstruasi dengan lebih baik.

Oleh karena itu, penting untuk mengetahui makanan apa saja yang sebaiknya dihindari selama menstruasi agar tubuh tetap seimbang dan gejala dapat diminimalkan.

Berikut adalah beberapa jenis makanan yang sebaiknya dihindari saat menstruasi menurut dr. I Wayan Sumo Yoga, SpOG:

1. Makanan Tinggi Garam

Garam berlebih dapat menyebabkan retensi air dalam tubuh, yang mengakibatkan perut kembung dan pembengkakan pada beberapa bagian tubuh.

Makanan seperti keripik kemasan, makanan instan, dan makanan cepat saji umumnya mengandung kadar natrium yang sangat tinggi dan sebaiknya dihindari atau dibatasi selama menstruasi.

"Jadi saat menstruasi, tubuh perempuan lebih rentan terhadap retensi cairan (penumpukan air di dalam tubuh). Konsumsi natrium yang tinggi akan memperburuk kondisi ini," jelasnya kepada Berau Post, saat ditemui di Tirta Medical Centre Berau, Selasa (5/8/2025).

2. Makanan dan Minuman Manis Berlebihan

Mengonsumsi makanan manis secara berlebihan, seperti permen, kue, cokelat manis, atau minuman bersoda, dapat menyebabkan lonjakan gula darah yang cepat.

Hal ini bisa memicu perubahan suasana hati dan meningkatkan rasa lelah.

"Selain itu, gula yang berlebihan juga bisa memperburuk peradangan dan rasa nyeri. Apalagui kalau saat menstruasi minum soda, itu gulanya sangat tinggi dan mengandung gas, sehingga membuat perut menjadi tidak nyaman, maka sebaiknya dihindari," imbuhnya.

3. Makanan Berlemak dan Digoreng

Makanan yang digoreng atau mengandung lemak jenuh tinggi, seperti gorengan, daging berlemak, dan makanan cepat saji, dapat meningkatkan kadar prostaglandin dalam tubuh.

Prostaglandin adalah senyawa yang memicu kontraksi otot rahim dan bisa memperparah kram menstruasi.

"Oleh karena itu, makanan berlemak sebaiknya dihindari untuk mengurangi nyeri haid. Jadi sebaiknya banyak mengonsumsi sayuran yang mengandung banyak air, seperti bayam. Dan buah-buahan juga yang mengandung kadar air yang tinggi, seperti semangka, melon, dan buah pir," terangnya.

4. Kafein

Minuman berkafein seperti kopi, teh hitam, dan minuman energi bisa menyebabkan pembuluh darah menyempit, sehingga aliran darah menjadi kurang lancar.

Hal ini dapat memperparah sakit kepala, meningkatkan kecemasan, dan menyebabkan gangguan tidur selama menstruasi.

"Selain itu, kafein juga dapat menyebabkan dehidrasi ringan yang memperparah kembung," kata dia.

5. Produk Olahan Susu Tinggi Lemak

Beberapa perempuan mungkin sensitif terhadap laktosa, terutama saat menstruasi. Produk susu tinggi lemak seperti keju penuh lemak atau susu murni dapat menyebabkan gangguan pencernaan, perut kembung, dan gas.

"Jika Anda merasa lebih tidak nyaman setelah mengonsumsi produk susu saat menstruasi, sebaiknya beralih ke alternatif nabati seperti susu almond atau oat," jelasnya.

6. Alkohol

Alkohol dapat mengganggu keseimbangan hormon, memperburuk suasana hati, dan menyebabkan dehidrasi.

Konsumsi alkohol dapat memengaruhi kualitas tidur dan meningkatkan rasa lelah selama haid. Alkohol juga dapat meningkatkan risiko pendarahan lebih banyak bagi sebagian wanita.

Menstruasi bukan hanya sekadar proses fisik, tetapi juga masa di mana tubuh mengalami perubahan hormonal yang cukup signifikan.

Oleh karena itu, menjaga asupan makanan sangat penting untuk membantu tubuh tetap seimbang dan meminimalisir gejala yang tidak nyaman.

Dengan menghindari makanan tertentu selama masa menstruasi, perempuan bisa merasa lebih baik secara fisik maupun emosional.

Selain itu, mengonsumsi makanan yang kaya zat besi, magnesium, dan antioksidan juga sangat disarankan untuk menjaga energi dan mengurangi peradangan.

Jadi, mulailah memperhatikan apa yang Anda makan selama haid, maka tubuh Anda akan berterima kasih karenanya. (nad/smi)

Editor : Nurismi
#makanan #dihindari #menstruasi