BERAU POST - Kebaya bukan hanya sekadar busana tradisional, melainkan juga simbol warisan budaya, dan sering kali memiliki nilai emosional yang tinggi bagi pemiliknya.
Banyak orang memakai kebaya untuk acara-acara penting seperti pernikahan, wisuda, hingga upacara adat.
Oleh karena itu, tidak jarang kebaya dibuat secara khusus dengan bahan yang mahal dan detail rumit seperti bordiran, payet, atau renda halus.
Sayangnya, meski indah dan anggun, kebaya juga termasuk pakaian yang cukup rentan jika tidak dirawat dengan benar.
Salah perawatan bisa menyebabkan kain menjadi kusam, payet mudah copot, atau bahkan rusak karena jamur dan noda.
Pemilik TN Rent Kebaya Berau, Tarisya Novatania menyampaikan bahwa merawat kebaya tidak sama dengan merawat pakaian sehari-hari.
Jenis kain seperti brokat, tile, sifon, dan satin memerlukan perhatian khusus, baik saat mencuci, menyimpan, maupun menyetrikanya.
"Dari cara menggantung kebaya pun harus diperhatikan, agar tidak membuat bentuknya berubah. Dengan perawatan yang tepat, kebaya itu tidak hanya bisa dipakai berkali-kali, tapi juga tetap terlihat baru dan menawan meski sudah bertahun-tahun," kata dia kepada Berau Post, saat ditemui di Toko TN Rent Kebaya Berau, Tanjung Redeb.
Berikut ini beberapa tips penting untuk merawat kebaya agar awet dan tetap cantik dari waktu ke waktu menurut Toko Pemilik TN Rent Kebaya Berau:
1. Jangan Langsung Dicuci Setelah Dipakai
Setelah mengenakan kebaya, sebaiknya jangan langsung mencucinya terutama jika tidak terlalu kotor
Biarkan kebaya tersebut bernapas terlebih dahulu dengan cara diangin-anginkan selama beberapa jam agar kelembapannya turun. Ini juga mencegah munculnya jamur akibat kain yang lembap.
2. Cuci Secara Manual dan Lembut
Hindari mencuci kebaya dengan mesin cuci karena dapat merusak tekstur kain dan detail seperti bordir atau payet.
Cuci kebaya secara manual dengan tangan menggunakan air dingin dan deterjen khusus untuk bahan halus.
"Jadi kebaya itu kalau dicuci jangan disikat, cukup dikucek perlahan pada bagian yang kotor. Apalagi kebaya yang bahannya dari brukat," jelasnya.
3. Pisahkan dari Pakaian Lain Saat Dicuci
Agar tidak tertarik benangnya atau warnanya luntur, mencuci kebaya secara terpisah dari pakaian lain.
Hal ini juga mencegah kerusakan akibat gesekan dengan kancing atau resleting dari pakaian lain.
"Apalagi kalau harga kebayanya mahal, karena terbuat dari kain sutera, itu sebaiknya dicuci laundry khusus untuk kebaya agar tidak rusak," tuturnya.
4. Keringkan Tanpa Terkena Sinar Matahari Langsung
Sinar matahari yang terlalu terik bisa memudarkan warna kebaya, apalagi jika bahannya brokat atau tile berwarna terang.
Sebaiknya jemur kebaya di tempat teduh dan berangin dengan cara digantung menggunakan hanger khusus berbahan lembut.
5. Setrika dengan Suhu Rendah atau Uap
Jika kebaya terlihat kusut, gunakan setrika uap atau suhu rendah agar bahan tidak rusak.
Selain itu, sebaiknya letakkan kain pelapis di atas kebaya saat menyetrika untuk menghindari kontak langsung antara setrika dan permukaan kebaya.
6. Simpan dengan Hanger Berlapis Busa
Gunakan hanger yang dilapisi busa atau kain agar bentuk pundak kebaya tidak berubah.
"Hindari melipat kebaya, terutama yang memiliki detail payet atau manik-manik, karena bisa membuat bagian tersebut patah atau rusak," kata dia.
Menyimpan kebaya sebaiknya dalam plastik pelindung agar tidak berdebu dan terhindar dari serangga.
Tak lupa untuk tambahkan kamper atau silica gel guna menyerap kelembapan dan mencegah tumbuhnya jamur.
7. Jangan Sering Disemprot Parfum Langsung ke Kain
Menyemprotkan parfum langsung ke kebaya bisa membuat warna kain cepat memudar atau merusak bahan.
Untuk itu, Tarisya menyarankan agar sebaiknya semprot parfum ke tubuh atau pakaian dalam sebelum mengenakan kebaya.
Dengan merawat kebaya dengan tepat, kamu bisa mempertahankan keindahan dan kualitasnya untuk waktu yang lama.
Bahkan, kebaya kesayanganmu bisa menjadi warisan berharga yang bisa digunakan oleh generasi selanjutnya. Ingat, kebaya adalah karya seni, perlakukan ia seperti itu. (nad/smi)
Editor : Nurismi