BERAU POST- Perawatan tubuh dan kesehatan organ intim wanita telah menjadi bagian penting dari kehidupan perempuan sejak zaman dahulu.
Di berbagai belahan dunia, terutama di kawasan Asia, perempuan telah lama mengenal berbagai metode tradisional untuk menjaga kebersihan, kesegaran, dan kesehatan area kewanitaan.
Salah satu, metode perawatan yang masih lestari hingga saat ini adalah ratus, sebuah tradisi warisan leluhur yang berasal dari budaya Jawa, Indonesia.
Ratus dikenal sebagai terapi pengasapan area kewanitaan yang dilakukan dengan membakar ramuan herbal tertentu, lalu asapnya diarahkan ke area intim wanita.
Umumnya, ramuan ratus terbuat dari campuran bahan-bahan alami seperti daun sirih, akar-akaran, bunga kenanga, kunyit, kayu manis, dan rempah-rempah lainnya yang dikenal memiliki sifat antiseptik, antibakteri, dan aromaterapi.
Tradisi ini sudah berlangsung selama ratusan tahun, terutama di kalangan keraton atau keluarga bangsawan Jawa, yang meyakini bahwa perawatan ratus bukan hanya untuk menjaga kebersihan fisik, tetapi juga keseimbangan energi dan keharmonisan rumah tangga.
Di era modern saat ini, ratus kembali populer dan mulai banyak ditawarkan di klinik-klinik kecantikan maupun tempat spa tradisional, termasuk di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur.
Banyak perempuan muda hingga dewasa mulai tertarik mencoba terapi ini sebagai bagian dari self-care dan perawatan alami.
Meski begitu, penting untuk memahami manfaat ratus secara jelas dan berdasarkan prinsip kesehatan agar penggunaannya tepat, aman, dan sesuai kebutuhan tubuh masing-masing.
Berikut adalah beberapa manfaat ratus untuk kesehatan area kewanitaan, baik dari segi tradisional maupun penjelasan ilmiah yang mendukung penggunaannya, menurut dr. Herpramanto Sp.OG, Subsp F.E.R:
1. Membantu Mengurangi Bau Tak Sedap
Salah satu manfaat paling umum dari ratus adalah kemampuannya untuk mengurangi bau tidak sedap di area kewanitaan.
Ramuan herbal yang digunakan memiliki sifat antibakteri dan antijamur, seperti daun sirih dan kunyit, yang mampu menghambat pertumbuhan mikroorganisme penyebab bau.
“Jadi dengan ratus ini bisa menghilangkan bau yang tidak sedap di area kewanitaan atau mengeluarkan kotoran dalam bentuk keputihan,” imbuhnya saat dihubungi Berau Post, Kamis (31/7).
2. Menjaga Kebersihan dan Kesehatan Organ Intim
Ratus dipercaya dapat membersihkan area kewanitaan dari sisa-sisa keputihan berlebihan, keringat, atau bakteri penyebab infeksi ringan.
Proses pengasapan memberikan efek hangat yang membantu membuka pori-pori dan memperlancar sirkulasi darah di sekitar area tersebut.
3. Meningkatkan Kepercayaan Diri
Bagi sebagian wanita, perasaan bersih dan harum di area intim dapat meningkatkan rasa percaya diri, terutama dalam hubungan suami istri.
“Ratus dengan aroma bunga dan rempah memberi efek menyegarkan dan relaksasi psikologis, maka dari itu, kalau rutin menggunakan ratus setiap satu bulan sekali atau dua bulan sekali, bisa membatu mengurangi bau yang tidak sedap di area kewanitaan,” jelasnya.
4. Membantu Mengurangi Ketidaknyamanan Pasca-Menstruasi
Setelah menstruasi, dr.Herpramanto bilang, beberapa wanita mengalami rasa tidak nyaman seperti lembap, bau, atau nyeri ringan.
Untuk itu, ia mengatakan bahwa ratus bisa membantu mengeringkan area kewanitaan secara lembut dan memberikan sensasi hangat yang menenangkan.
5. Mendukung Terapi Pascamelahirkan
Di beberapa budaya, ratus digunakan sebagai bagian dari perawatan nifas atau pascamelahirkan.
Ramuan ratus memang efektif membantu mengecilkan rahim secara alami, mempercepat pemulihan, serta mengencangkan otot-otot kewanitaan berkat ramuan alami dan penguapannya.
Kendati begitu, dr.Herpramanto menegaskan, meski ratus memiliki berbagai manfaat, penggunaannya tetap perlu disesuaikan dengan kondisi masing-masing.
“Dan yang terpenting, jangan lakukan terlalu sering, idealnya satu sampai dua kali dalam sebulan,” jelasnya.
Tak hanya itu, sebaiknya hindari penggunaan ratus saat sedang haid atau mengalami infeksi vagina aktif. Pasalnya, efek panas dari penguapan dapat memberikan sensasi panas dan gatal.
“Dan yang terpentingnya lagi, gunakan ramuan ratus dari bahan alami yang terpercaya dan tanpa bahan kimia tambahan,” kata dia. (nad/smi)
Editor : Nurismi