BERAU POST - Akhir-akhir ini cuaca di Kabupaten Berau dan sekitarnya, semakin panas intensitas matahari yang meningkat akibat perubahan iklim global.
Udara yang kering, minimnya awan peneduh, dan paparan sinar ultraviolet (UV) yang tinggi menjadi tantangan tersendiri, terutama bagi kesehatan kulit masyarakatnya.
Banyak warga yang beaktivitas di luar ruangan mengeluhkan berbagai permasalahan kulit seperti kusam, terbakar, mengelupas, hingga munculnya bintik-bintik hitam atau tanda-tanda penuaan dini.
Konsultan Kecantikan dan Asesor COHESPA, Victoria Beauty Berau, Imelda A mengatakan bahwa paparan sinar UV secara terus-menerus tanpa perlindungan memadai dapat merusak struktur alami kulit, menghilangkan kelembapan alaminya, serta menurunkan kemampuan kulit untuk memperbaiki dirinya sendiri.
"Maka jika dibiarkan, kerusakan ini tidak hanya berdampak pada penampilan, tetapi juga dapat meningkatkan risiko gangguan kulit yang lebih serius seperti melasma, hiperpigmentasi, hingga kanker kulit. Namun, kabar baiknya adalah, dengan perawatan yang tepat dan konsisten, kerusakan kulit akibat sinar matahari bisa diperbaiki secara bertahap," kata Imelda saat dihubungi Berau Post, Rabu (30/7).
Berikut ini adalah beberapa langkah perawatan yang bisa dilakukan untuk membantu memulihkan kulit yang telah rusak akibat paparan sinar matahari ekstrem di Berau, menurut Konsultan Kecantikan dan Asesor COHESPA, Victoria Beauty Berau, Imelda A:
1. Gunakan Skincare dengan Kandungan Antioksidan
Gunakan produk perawatan kulit yang mengandung antioksidan seperti vitamin C, vitamin E, niacinamide, atau green tea extract karena sangat efektif untuk melawan radikal bebas akibat paparan sinar UV.
"Antioksidan itu sangat membantu merangsang perbaikan sel, mencerahkan warna kulit, dan mencegah penuaan dini, jadi kalau kulitnya sudah rusak akibat paparan sinar matahari, misalnya seperti adanya flek hitam, sebaiknya menggunakan produk skincare yang mengandung antioksidan," jelasnya.
2. Lakukan Eksfoliasi dengan Lembut
Kulit yang rusak sering mengalami penumpukan sel kulit mati, yang menyebabkan tekstur menjadi kasar dan warna kulit tidak merata.
Sebaiknya lakukan eksfoliasi 1–2 kali seminggu dengan scrub lembut atau produk eksfoliasi berbahan kimia ringan seperti AHA (alpha hydroxy acid).
"Tapi perlu diperhatikan juga, melakukan eksfoliasi ini jangan berlebihan, karena kalau terlalu sering juga bisa memperparah iritasi pada kulit wajah," imbuhnya.
3. Gunakan Pelembap yang Menenangkan
Setelah terbakar matahari, kulit akan terasa kering dan sensitif. Untuk itu, Imelda menyarankan untuk menggunakan pelembap yang mengandung bahan seperti aloe vera, hyaluronic acid, atau ceramide untuk membantu mengembalikan kelembapan kulit dan menenangkan peradangan.
"Sebaiknya pilih pelembap dengan tekstur ringan dan bebas alkohol, jadi saat mencari pelembab perhatikan dulu kandungan yang ada di dalamnya," kata dia.
4. Rutin Menggunakan Sunscreen
Meski kulit sudah terlanjur rusak, penggunaan sunscreen tetap sangat penting untuk mencegah kerusakan lebih lanjut.
Gunakan sunscreen dengan minimal SPF 30 dan PA+++ setiap hari, bahkan saat cuaca mendung.
"Dan ulangi pemakaiannya setiap 2–3 jam, terutama jika banyak berkeringat atau sering terpapar sinar matahari langsung," tuturnya.
5. Perbanyak Asupan Air dan Makanan Bergizi
Perawatan kulit tidak hanya dari luar, tetapi juga dari dalam. Untuk itu, Imelda mengatakan, konsumsi air putih minimal 2 liter per hari dapat menjaga hidrasi kulit.
Selain itu, ia menyarankan untuk perbanyak makan buah dan sayuran berwarna cerah seperti tomat, wortel, bayam, dan jeruk yang kaya akan vitamin A, C, dan E.
6. Gunakan Masker Alami Secara Teratur
Masker alami seperti masker lidah buaya, madu, atau oatmeal dapat membantu menyejukkan kulit yang terbakar dan mempercepat proses regenerasi.
Imelda menyarankan untuk menggunakan masker alami tersebut setiap 2–3 kali seminggu, terutama saat kulit terasa perih atau gatal akibat iritasi matahari.
7. Hindari Produk yang Mengiritasi
Hindari penggunaan produk perawatan yang mengandung alkohol tinggi, parfum buatan, atau bahan pemutih keras.
Produk semacam ini bisa memperburuk kondisi kulit yang sedang dalam masa penyembuhan.
8. Konsultasi dengan Dokter Kulit
Jika kerusakan kulit sudah parah, seperti munculnya luka, warna kulit sangat tidak merata, atau muncul bercak-bercak yang mencurigakan, segera konsultasikan ke dokter kulit.
Tindakan medis seperti chemical peeling ringan, terapi laser, atau perawatan intensif lain mungkin diperlukan.
"Untuk itu, jika kulit yang sudah rusak akibat paparan sinar matahari tidak kunjung membaik, sebaiknya konsultasi ke dokter kecantikan, dan lakukan perawatan salah satunya jug bisa dengan facial photo electroporation karena dengan alat ini sudah di design dengan canggih untuk mengatasi kulit dehidrasi hingga 100 persen," pungkasnya.
Paparan sinar matahari yang sangat kuat di daerah seperti Berau memang menjadi tantangan besar bagi kesehatan kulit.
Namun, dengan kesadaran untuk merawat kulit secara rutin dan tepat, dampak buruk dari sinar UV bisa diminimalkan bahkan diperbaiki.
Perlu diingat bahwa proses pemulihan kulit membutuhkan waktu dan kesabaran. Yang terpenting adalah konsistensi dalam merawat dan melindungi kulit.
Agar kesehatannya tetap terjaga meskipun harus menghadapi teriknya cuaca tropis setiap hari. (nad/smi)
Editor : Nurismi