Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

Bahaya Mengintai! Ini Dia 7 Dampak Cuaca Panas Berau pada Kesehatan Kulit

Beraupost • Kamis, 31 Juli 2025 | 11:25 WIB

Ilustrasi sunburn. (Freepik)
Ilustrasi sunburn. (Freepik)

BERAU POST - Cuaca panas ekstrem yang sedang melanda Berau, memberikan dampak serius terhadap kesehatan kulit.

Saat suhu lingkungan meningkat secara drastis, tubuh akan berusaha menyesuaikan diri dengan berbagai cara, salah satunya dengan meningkatkan produksi keringat.

Meskipun keringat adalah mekanisme alami tubuh untuk mendinginkan diri, namun paparan panas yang berlebihan dapat menimbulkan beragam permasalahan kulit yang sering kali tidak disadari.

Pemilik Klinik Kecantikan Everwill Berau, dr. Wilianto, M.Biomed (AAM) menerangkan kulit yang langsung terpapar sinar matahari, debu, dan polusi saat sinar matahari menyengat berisiko terjadinya kerusakan kulit menjadi sangat tinggi.

"Apalagi bagi masyarakat yang banyak beraktivitas di luar ruangan seperti pekerja lapangan, pedagang, petani, maupun pengendara ojek. Tanpa perlindungan yang memadai, kulit bisa mengalami iritasi, dehidrasi, bahkan mempercepat tanda-tanda penuaan dini," kata dr.Wilianto saat ditemui Berau Post, di Klinik Kecantikan Everwill Berau, Tanjung Redeb, Rabu (30/7).

Selain itu, dia mengatakan bahwa paparan sinar ultraviolet (UV) dari matahari juga dapat menimbulkan kerusakan jangka panjang pada sel-sel kulit.

Inilah sebabnya penting untuk memahami apa saja efek samping dari cuaca panas terhadap kulit, agar bisa mengambil langkah pencegahan dan perlindungan sedini mungkin.

Berikut Efek Samping Cuaca Panas Ekstrem terhadap Kulit menurut dr.Wilianto:

1. Kulit Kering dan Dehidrasi

Udara panas dan paparan sinar matahari yang konstan bisa menguras kelembapan alami kulit. Akibatnya, kulit bisa menjadi kering, terasa kasar, bersisik, bahkan mengelupas.

"Maka jika tidak segera diatasi, kulit yang terlalu kering akan lebih rentan mengalami iritasi dan pecah-pecah," jelasnya.

2. Sunburn (Kulit Terbakar Matahari)

Salah satu dampak paling umum akibat sinar UV yang terlalu kuat adalah sunburn. Gejala dari sunburn ini salah satunya berupa kulit kemerahan, panas saat disentuh, perih, dan bisa mengelupas setelah beberapa hari.

"Jika sering terjadi, sunburn bisa merusak struktur kolagen dan menyebabkan penuaan dini. Kalau kamu sering lihat perempuan yang mukanya banyak bintik-bintik hitam, itu karena sunburn, biasanya mereka kerja di lapangan, terkena paparan sinar matahari langsung tapi tidak menggunakan sunscreen," jelasnya.

3. Munculnya Bintik Hitam (Flek Hitam)

Efek samping lainnya ketika kulit sering terkena paparan sinar matahari yaitu, munculnya bintik hitam atau flek.

Paparan sinar UV dapat memicu peningkatan produksi melanin di kulit, terutama pada area wajah. Akibatnya, muncul bintik-bintik hitam atau flek yang bisa memperburuk warna kulit dan merusak penampilan.

4. Ruam Panas (Heat Rash)

Keringat berlebih yang terperangkap di pori-pori dapat menyebabkan ruam panas. Hal ini biasanya tampak seperti bintik-bintik merah kecil yang terasa begitu gatal atau perih, terutama di area lipatan tubuh seperti leher, ketiak, atau belakang lutut.

5. Kulit Berminyak dan Jerawat

Saat tubuh mencoba menyesuaikan suhu, kelenjar minyak bisa menjadi lebih produksi minyak berlebih ini akan bercampur dengan keringat dan kotoran, sehingga dapat menyumbat pori-pori, dan akhirnya memicu timbulnya jerawat.

"Dan perlu diperhatikan ya, kalau setelah berpergian jangan lupa untuk langsung membersihkan wajah dengan double cleanser untuk menghindari timbulnya jerawat," kata dia.

6. Penuaan Dini

Paparan sinar matahari secara terus-menerus dapat mempercepat proses penuaan kulit. Gejala dari penuaan dini ini diantaranya yaitu, munculnya garis halus, kerutan, kulit kendur, dan kehilangan elastisitas.

Permasalahan tersebut terjadi karena sinar UV dapat menghancurkan kolagen dan elastin yang berfungsi untuk menjaga kulit tetap kencang.

7. Resiko Kanker Kulit

Terlalu sering terkena paparan sinar matahari atau UV dalam jangka panjang tanpa perlindungan juga bisa meningkatkan risiko terkena kanker kulit, seperti melanoma.

Ini adalah salah satu alasan mengapa penggunaan tabir surya atau sunscreen sangat penting di iklim panas Berau yang sangat menyengat seperti akhir-akhir ini.

Cuaca panas di Berau memang menjadi tantangan tersendiri, terutama bagi kesehatan kulit. Oleh karena itu, penting untuk memahami efek sampingnya dan melakukan langkah-langkah perlindungan secara rutin.

Merawat kulit bukan hanya soal penampilan, tapi juga soal menjaga kesehatan organ tubuh yang sangat penting ini. Jangan abaikan sinyal dari kulit Anda, dan berikan perlindungan terbaik setiap hari. (nad/smi)

Editor : Nurismi
#cuaca panas #Efek #sunburn #kulit #Ekstrem