BERAU POST - Kondisi cuaca akhir-akhir ini terasa semakin panas dan menyengat, termasuk di wilayah Kabupaten Berau, Kalimantan Timur,
Jika dilihat dari aplikasi, cuaca di Berau mencapai 36 derajat celcius, tak hanya menimbulkan dehidrasi tetapi memberi dampak terhadap kesehatan kulit.
Pemilik Klinik Kecantikan Everwill Berau, dr. Wilianto, M.Biomed (AAM) menyampaikan bahwa paparan sinar matahari langsung dalam waktu yang lama bisa menyebabkan berbagai permasalahan kulit.
Mulai dari kulit kering, terbakar (sunburn), hingga risiko jangka panjang seperti penuaan dini dan bahkan kanker kulit.
Terlebih, iklim tropis yang lembap bisa memperparah kondisi kulit jika tidak dirawat dengan tepat.
"Pekerja lapangan seperti petugas kebersihan, teknisi, petani, pekerja konstruksi, dan profesi lainnya, berada di garis depan dalam menghadapi perubahan cuaca ekstrem ini. Sayangnya, tidak semua orang menyadari pentingnya perlindungan kulit dalam menjalani aktivitas sehari-hari," kata dr.Wilianto saat ditemui Berau Post, di Klinik Kecantikan Everwill Berau, Tanjung Redeb, Rabu (30/7).
Padahal, dr.Wilianto bilang, menjaga kulit tetap sehat bukan hanya soal penampilan, tetapi juga bagian dari upaya menjaga kesehatan tubuh secara menyeluruh.
Oleh karena itu, penting bagi para pekerja lapangan untuk menerapkan langkah-langkah perlindungan kulit yang tepat guna meminimalkan dampak negatif cuaca panas Berau yang ekstrem.
Berikut adalah beberapa tips yang dapat diterapkan untuk menjaga dan melindungi kulit selama bekerja di luar ruangan menurut Pemilik Klinik Kecantikan Everwill Berau, dr. Wilianto, M.Biomed (AAM):
1. Gunakan Sunscreen secara Rutin
Sunscreen atau tabir surya adalah pelindung utama kulit dari paparan sinar UV. dr.WIlianto menyarankan untuk sebaiknya memilih sunscreen dengan SPF minimal 30 dan PA++ atau lebih tinggi, yang mampu melindungi kulit dari sinar UVA dan UVB.
"Aplikasikan secara merata 15-30 menit sebelum keluar rumah dan ulangi setiap 2-3 jam, terutama jika penggunanya berkeringat. Dan gunakan sunscreen yang aman untuk kulit berjerawat, jika memiliki kulit wajah yang mudah berjerawat," jelasnya.
2. Kenakan Pakaian Pelindung
Gunakan pakaian berlengan panjang, celana panjang, dan topi lebar untuk melindungi kulit dari sinar matahari langsung.
Sebaiknya gunakan bahan pakaian yang ringan, menyerap keringat, dan berwarna terang agar tetap nyaman dipakai meski cuaca panas.
"Jadu selain pakai sunscreen, dari segi pakaian juga harus diperhatikan. Gunakanlah pakaian yang bisa menutupi seluruh permukaan kulit, agar sinar UV tidak langsung menyentuh kulit tubuh," ungkap dr.Wilianto.
3. Gunakan Kacamata dan Masker
Gunakan kacamata dan masker juga merupakan salah satu cara agar kulit tidak terpapar sinar matahari langsung.
Sinar matahari tidak hanya berdampak pada kulit, tetapi juga pada mata dan area wajah. Untuk itu, kacamata hitam dengan perlindungan UV dan masker kain bisa membantu menjaga kelembapan kulit serta mencegah debu atau kotoran masuk ke pori-pori.
4. Perbanyak Minum Air
Dehidrasi membuat kulit menjadi kering dan kusam, untuk itu harus selalu minum air putih minimal 2 liter per hari di tengah cuaca Berau yang sangat panas.
Agar kulit tetap terhidrasi dengan baik, apalagi ketika banyak berkeringat saat bekerja di bawah terik matahari.
5. Gunakan Pelembap Kulit (Moisturizer)
Pelembap berfungsi untuk menjaga lapisan pelindung kulit tetap utuh. Oleh sebab itu, penggunaan pelembap setelah mandi dan sebelum tidur sangat penting untuk dilakukan, agar kulit tetap lembut dan tidak mudah pecah-pecah akibat paparan panas.
6. Hindari Paparan Matahari Langsung di Jam-Jam Tertentu
dr.Wilianto menyebutkan, apabila memungkinkan, sebaiknya hindari bekerja di luar ruangan antara pukul 10.00–15.00, karena di waktu ini sinar UV berada dalam tingkat tertinggi.
"Jika tetap harus bekerja, pastikan perlindungan maksimal digunakan, seperti menggunakan sunscreen pada wajah, menggunakan kacamata dan masker, atau menggunakan baju berlengan panjang," jelasnya.
7. Segera Bersihkan Wajah dan Tubuh Setelah Pulang
Setelah seharian bekerja di luar, kulit perlu dibersihkan dari debu, keringat, dan polusi. dr.Wilianto menyarankan untuk menggunakan sabun pembersih yang lembut dan tidak mengandung alkohol agar kulit tidak semakin kering atau iritasi.
"Tapi selain menjaga kulit dari paparan sinar matahari langsung, jangan lupa juga untuk konsumsi makanan yang kaya antioksidan seperti buah dan sayuran segar bisa membantu memperkuat perlindungan alami kulit dari dalam. Vitamin C dan E sangat penting dalam menjaga elastisitas dan kesehatan kulit," tandasnya.
Cuaca panas yang ekstrem di Berau memang menjadi tantangan tersendiri bagi para pekerja lapangan.
Namun, dengan langkah-langkah perlindungan yang tepat dan konsisten, kulit tetap bisa terjaga kesehatannya.
Ingat, kulit adalah pertahanan pertama tubuh terhadap lingkungan luar, maka penting untuk merawat dan melindunginya, bukan hanya demi penampilan, tapi juga demi kesehatan jangka panjang. (nad/smi)
Editor : Nurismi