BERAU POST - Mata merah adalah kondisi umum yang sering dialami banyak orang. Kamu perlu tahu cara mengatasi mata merah.
Menurut laman Cleveland Clinic, kondisi mata merah terjadi ketika pembuluh darah kecil di bawah permukaan mata membesar atau meradang, sehingga mata tampak merah dan iritasi.
Mata merah bisa muncul pada satu atau kedua mata, dan terkadang berkembang secara tiba-tiba, misalnya akibat alergi atau cedera mata.
Penyebab utama mata merah, biasa karena pemakaian softlens atau lensa kontak yang terlalu lama.
Penyebab lainnya, bisa karena alergi, terlalu lama menatap layar komputer, radang kelopak mata, konjungtivitis, mata kering, cedera mata, hingga glaukoma.
Meskipun mata merah seringkali terlihat parah, banyak kasusnya yang tidak berbahaya dan bisa membaik dengan perawatan di rumah atau obat bebas.
Namun, jika mata merah berlangsung lebih dari satu minggu, disertai nyeri atau gangguan penglihatan, sebaiknya segera periksakan ke dokter mata.
Berikut ini 4 cara mengatasi mata merah yang efektif, seperti dikutip dari laman Very Well Health:
1. Kompres Dingin
Kompres dingin efektif mengatasi mata merah dengan cara mengecilkan pembuluh darah di mata, sehingga mengurangi kemerahan dan pembengkakan.
Cara mengatasi mata merah dengan kompres dingin mudah. Pertama-tama isi mangkuk dengan es dan air dingin.
Celupkan kain bersih ke dalam air tersebut, lalu peras hingga tidak terlalu basah. Tempelkan kain pada mata yang tertutup selama 5-10 menit. Ulangi beberapa kali dalam sehari.
Alternatif lain, yaitu menggunakan kantong kecil berisi kacang polong atau jagung beku yang dapat menempel lebih baik di area mata dan tetap dingin lebih lama.
2. Air Mata Buatan
Air tetes mata buatan (artificial tears) berguna untuk mengatasi mata kering yang sering menjadi penyebab mata merah.
Obat tetes ini membantu melembapkan mata dan meredakan peradangan. Penyebab mata kering bisa karena kondisi lingkungan seperti angin atau asap, usia, penggunaan layar gadget, obat-obatan tertentu, atau penyakit medis.
Cara penggunaan tetes mata buatan yang benar, yaitu teteskan setiap jam selama 6 jam pertama.
Setelah itu, gunakan 6 kali sehari selama seminggu. Hentikan penggunaan jika mata sudah kembali normal.
3. Vasokonstriktor
Vasokonstriktor atau obat tetes mata pengurang kemerahan bekerja dengan mengecilkan pembuluh darah kecil di konjungtiva mata untuk mengurangi kemerahan.
Contohnya, obat tetes mata, seperti Visine dan sebagainya. Namun, penggunaan obat ini harus hati-hati karena jika dipakai terlalu lama dapat menyebabkan efek rebound, yaitu kemerahan yang muncul kembali dan lebih parah setelah efek obat hilang.
Cara memakai vasokonstriktor yang benar, yaitu gunakan maksimal dua kali sehari, pagi dan malam.
Jangan digunakan lebih dari 72 jam berturut-turut. Jika perlu digunakan setiap hari, konsultasikan ke dokter mata.
Vasokonstriktor atau obat tetes mata pengurang kemerahan bekerja dengan mengecilkan pembuluh darah kecil di konjungtiva mata untuk mengurangi kemerahan.
Contohnya, obat tetes mata, seperti Visine dan sebagainya. Namun, penggunaan obat ini harus hati-hati karena jika dipakai terlalu lama dapat menyebabkan efek rebound, yaitu kemerahan yang muncul kembali dan lebih parah setelah efek obat hilang.
4. Tetes Mata Antihistamin
Tetes mata antihistamin digunakan untuk mengatasi mata merah akibat alergi, yang biasanya disertai gatal, nyeri, dan pembengkakan.
Obat ini mengandung antihistamin untuk mengurangi gatal dan vasokonstriktor untuk mengurangi kemerahan.
Cara mengatasi mata merah menggunakan tetes mata antihistamin, yaitu gunakan minimal 4 kali sehari sesuai petunjuk dokter atau kemasan.
Jangan gunakan lebih dari 2-3 hari berturut-turut untuk menghindari iritasi. Jika memakai softlens, tunggu 10 menit setelah penggunaan sebelum memasang lensa.
Kapan Harus ke Dokter?
Mata merah bisa kamu atasi sendiri dengan berbagai cara di atas. Namun kemerahan pada mata terkadang bisa menjadi tanda kondisi atau penyakit mata yang lebih serius.
Segera kunjungi dokter mata untuk diagnosis dan pengobatan lebih lanjut jika kamu menemui tanda-tanda berikut ini, seperti dikutip dari Cleveland Clinic:
Mata terasa nyeri atau sensitif.
Penglihatan terganggu.
Area mata mengalami pembengkakan. (jpg/smi)