BERAU POST - Setiap wanita memiliki siklus menstruasi yang berbeda-beda. Rata-rata siklus haid adalah 28 hari, bahkan dapat berkisar dari 21 hingga 45 hari.
Siklus haid yang tidak muncul tepat waktu kerap dianggap sebagai tanda utama kehamilan.
Namun, terlambatnya siklus menstruasi punya banyak kemungkinan lain selain kehamilan.
Berau Post telah merangkum berbagai kemungkinan yang bisa menjadi faktor di balik keterlambatan haid.
Berikut adalah 8 alasan paling umum untuk membantu Anda mengatasinya
1. Stres
Stres berkepanjangan bisa mengganggu keseimbangan hormonal tubuh, yang dapat mengakibatkan terlambatnya siklus menstruasi.
Saat kita stres, tubuh akan memproduksi lebih banyak hormon yang disebut kortisol, yang bisa mengganggu produksi hormon yang dibutuhkan untuk periode haid.
Meski begitu, biasanya siklus haid akan kembali lancar setelah tingkat stres berkurang.
Namun, stres kronis dapat berisiko menghentikan siklus haid. Oleh karena itu, Anda juga perlu memeriksa apakah stres yang Anda alami bersifat jangka pendek atau kronis.
2. Ketidakseimbangan tiroid
Ketidakseimbangan hormon tiroid dapat mengakibatkan siklus haid terganggu. Ketika kadar hormon tiroid terlalu rendah atau terlalu tinggi.
Ini bisa menyebabkan pendarahan menstruasi yang berkepanjangan, siklus anovulasi (siklus tanpa ovulasi), dan periode haid tidak teratur.
Bahkan dalam beberapa kasus, gangguan tiroid juga dapat menyebabkan menstruasi terhenti selama beberapa bulan, yang biasa disebut amenorrhea.
2. Olahraga ekstrim
Pernahkah Anda melakukan olahraga ekstrim dan mungkin bertanya-tanya mengapa siklus menstruasi Anda datang terlambat?
Aktivitas fisik berlebihan dapat menghentikan siklus haid Anda karena menyebabkan metabolisme melambat.
Yang bisa mengakibatkan masa ovulasi berhenti ketika tubuh Anda berusaha menghemat energi.
3. Penurunan atau kelebihan berat badan
Penurunan atau kelebihan berat badan ternyata juga bisa mempengaruhi siklus haid.
Berat badan yang terlalu rendah atau gangguan makan bisa menghentikan ovulasi, yang membuat periode menstruasi menjadi tidak teratur.
Sementara itu, indeks massa tubuh (body mass index/BMI) yang tinggi dan obesitas juga bisa menyebabkan perubahan kadar hormon, khususnya estrogen dan progesteron, yang mengganggu siklus haid.
4. PCOS
PCOS (Polycystic Ovary Syndrome) merupakan gangguan hormonal yang ditandai ketika tubuh memproduksi lebih banyak androgen dan sering kali ditemukan kista kecil di ovarium.
Gangguan ini dapat membuat masa ovulasi menjadi tidak teratur, bahkan terhenti. Selain itu, hormon insulin juga berisiko menjadi tidak seimbang akibat retensi insulin, yang sering terjadi pada penderita PCOS.
5. Perimenopause
Perimenopause adalah fase transisi sebelum memasuki menopause, yang biasanya dimulai pada usia pertengahan 40-an.
Namun, ada beberapa orang yang mulai mengalami fase ini lebih awal, di mana mereka merasakan tanda-tanda dan gejala semenjak usia pertengahan 30-an.
Perimenopause ditandai dengan penurunan estrogen, yang bisa mengganggu produksi progesteron dalam tubuh Anda.
Kedua hormon ini sangat penting untuk ovulasi dan menstruasi, sehingga perubahan ini dapat mengakibatkan siklus haid tidak teratur.
6. Penyakit kronis
Penyakit kronis, seperti penyakit diabetes dan celiac, juga ternyata bisa mempengaruhi siklus menstruasi. Perubahan kadar gula darah seringkali dikaitkan dengan perubahan harminal.
Diabetes yang tidak terkelola bisa menyebabkan menstruasi tidak teratur, sementara penyakit celiac mampu menyebabkan peradangan yang bisa merusak usus halus Anda, yang mencegah tubuh Anda menyerap nutrisi penting.
7. Alat kontrasepsi
Pemakaian alat kontrasepsi, seperti pil KB, IUD, atau implan biasanya mengandalkan hormon untuk mempengaruhi masa ovulasi.
Sehingga, penggunaan alat-alat ini dapat menyebabkan siklus haid Anda datang terlambat atau bahkan terlewat.
Perlu dicatat bahwa lama waktu yang dibutuhkan untuk kelancaran siklus haid Anda juga tergantung pada jenis alat kontrasepsi yang digunakan.
Dalam beberapa kasus, mungkin diperlukan waktu tiga bulan atau lebih untuk kembali ke periode biasa.
Ulasan-ulasan di atas merupakan berbagai kemungkinan penyebab haid datang terlambat.
Jika memungkinkan, cobalah untuk melacak siklus menstruasi Anda dan mencatat gejala-gejala yang mungkin dirasakan.
Bila Anda memiliki kekhawatiran mengenai keterlambatan siklus haid yang dirasa sangat lama.
Sebaiknya segera berkonsultasi dengan profesional dan melakukan tes medis untuk mengidentifikasi penyebab yang mendasarinya dengan lebih akurat. (jpg/smi)