BERAU POST - Pilates dikenal sebagai metode latihan yang lembut namun efektif dalam membentuk otot, memperbaiki postur, hingga membantu pemulihan tubuh dari cedera.
Pilates tidak hanya sekadar tren kebugaran, tetapi juga telah menjadi gaya hidup sehat yang menyatu dengan kebutuhan fisik dan mental banyak orang.
Namun, bagi pemula, sering muncul kebingungan saat harus memilih jenis kelas Pilates Mat atau Pilates Re-former.
Meski keduanya berakar dari prinsip dan teknik yang sama, yakni metode yang dikembangkan oleh Joseph Pilates di awal abad ke-20, namun cara pelaksanaannya sangat berbeda.
Pilates Mat dilakukan di atas matras dengan memanfaatkan berat tubuh sendiri, sedangkan Pilates Re-former menggunakan alat khusus bernama reformer machine.
Perangkat yang dirancang dengan sistem pegas, tali, dan kereta geser untuk menciptakan resistensi tambahan.
Instruktur sekaligus Pelatih PIlates Exclusive Gym Berau, Rukhi menerangkan, perbedaan alat ini bukan hanya soal preferensi atau estetika semata, tetapi juga memberikan sensasi latihan, manfaat, dan tantangan yang sangat berbeda.
"Maka dari itu, penting bagi siapa pun yang ingin memulai perjalanan Pilates untuk memahami perbedaan keduanya, agar dapat memilih kelas yang paling sesuai dengan tujuan kebugaran, kondisi tubuh, serta tingkat kenyamanan pribadi," kata Rukhi kepada Berau Post, saat ditemui di Exclusive Gym Berau, Tanjung Redeb, Sabtu (26/7).
Berikut penjelasan mendalam mengenai perbedaan antara Pilates Mat dan Pilates Reformer menuut Rukhi:
1. Peralatan yang Digunakan
Pilates Mat: Menggunakan matras (mat) yang lebih tebal dari yoga mat. dalam latihan ini tidak ada alat bantu lain selain tubuh sendiri dan gravitasi.
Pilates Reformer: Menggunakan alat reformer, yang terdiri dari kerangka tempat tidur datar dengan kereta yang bisa bergeser, dilengkapi pegas sebagai alat resistensi dan tali yang dipegang tangan atau kaki.
Dengan alat bantu seperti pegas, strap, dan carriage (kereta), instruktur dapat mengarahkan gerakan lebih spesifik pada otot atau area tubuh tertentu. Ini menjadikan latihan lebih presisi dan sesuai dengan kebutuhan.
2. Tingkat Tantangan dan Resistensi
Mat: Karena tidak ada alat bantu, tubuh harus bekerja ekstra untuk menahan beban sendiri, terutama otot inti.
Namun latihan ini bisa lebih sulit untuk pemula karena tidak ada dukungan eksternal.
Reformer: Dengan bantuan mesin, gerakan bisa lebih terkontrol dan bervariasi.
Pegas memberikan tantangan sekaligus dukungan, sehingga cocok untuk pemula maupun mereka yang dalam proses rehabilitasi cedera.
3. Fokus dan Variasi Gerakan
Mat: Fokus utama adalah kontrol tubuh dan kekuatan otot inti. Gerakan dari latihan pilates mat cenderung lebih dasar dan lebih mengandalkan kekuatan otot stabilisasi.
Reformer: Menawarkan variasi gerakan yang lebih luas, bisa melatih hampir seluruh tubuh, termasuk kaki, punggung, dan bahu, dengan tingkat resistensi yang bisa disesuaikan.
"Tapi kalau untuk manfaat sebenarnya jenis kedua dari latihan Pilates ini sama saja, bisa untuk membenarkan postur tubuh, menguatkan otot pinggang hingga menurunkan berat badan," jelas Rukhi.
4. Kemudahan Akses
Mat: Bisa dilakukan di rumah, studio, atau ruang terbuka tanpa memerlukan alat berat. Lebih hemat biaya dan fleksibel dari segi tempat dan waktu.
Namun, gerakan Pilates mat ini bisa terasa berat bagi orang yang tidak terbiasa berolahraga.
Reformer: Memerlukan alat khusus dan ruang yang cukup luas, sehingga umumnya hanya bisa dilakukan di studio kebugaran dengan fasilitas lengkap.
"Dapat diatur sedemikian rupa karena menggunakan alat, sehingga aman untuk lansia, ibu hamil, maupun pemula. Kemudian, dukungan mesin juga mengurangi risiko kesalahan gerakan," tutur Rukhi.
5. Manfaat Tambahan
Mat: Meningkatkan kesadaran tubuh (body awareness), keseimbangan, dan fleksibilitas. Rukhi bilang, Pilates mat ini memang lebih efektif untuk meningkatkan stamina otot.
"Sedangkan manfaat Pilates Re-former ini lebih baik untuk memperbaiki postur tubuh, pemulihan dari cedera, dan mengembangkan kekuatan tubuh bagian atas dan bawah secara seimbang," tandanya.
Mana yang Lebih Baik?
Lebih lanjut, Rukhi menuturkan tidak ada jawaban pasti karena semuanya tergantung pada tujuan dan kondisi tubuh masing-masing.
Jika Anda mencari latihan yang bisa dilakukan di mana saja dengan fokus pada kekuatan inti, maka pilates mat bisa menjadi pilihan ideal.
Namun jika Anda ingin pengalaman latihan yang lebih terstruktur, dinamis, dan memiliki dukungan dari alat bantu, maka pilates reformer bisa memberikan manfaat lebih maksimal.
"Keduanya bisa saling melengkapi. Banyak praktisi Pilates merekomendasikan untuk menggabungkan kedua jenis latihan ini agar hasilnya lebih optimal, terutama dalam hal kekuatan, fleksibilitas, dan keseimbangan tubuh," jelasnya.
Jika Anda baru pertama kali mencoba pilates, tidak ada salahnya untuk berkonsultasi dengan instruktur bersertifikat untuk menyesuaikan program latihan dengan kebutuhan pribadi.
Baik mat maupun reformer, keduanya merupakan investasi jangka panjang untuk kesehatan tubuh dan pikiran. (jpg/smi)
Editor : Nurismi