BERAU POST - Pendengar merupakan salah satu indera yang penting bagi kesehatan. Dengan begitu Anda dapat menikmati musik, merasakan emosi dan berkomunikasi.
Fenomena hilangnya kemampuan untuk mendengar cukup sering terjadi. Biasanya disebabkan oleh penyakit, bertambahnya usia, atau kebiasaan buruk yang mempengaruhi pendengaran kita.
Untungnya ada banyak hal yang dapat dilakukan untuk mencegah gangguan dan melindungi pendengaran.
Gunakan Penutup atau Sumpal Telinga
Dilansir dari Lompoc Valley Medical Center, suara keras dari berbagai sumber, seperti peralatan besar, speaker konser, senapan dan mesin pesawat dapat menyebabkan gangguan pendengaran.
Hal-hal ini sangat berbahaya, terutama kepada orang-orang yang sering terpapar oleh suara-suara keras tersebut.
Penggunaan penutup atau sumpal telinga dalam lingkungan seperti ini dapat melindungi telinga dan pendengaran.
Para pemilik usaha atau pengurus perusahaan yang berurusan dengan peralatan bersuara berisik ini, serta dokter spesialis, dapat merekomendasikan penutup telinga terbaik untuk lingkungan kerja.
Kecilkan Volumenya
Dilansir dari Summa Health, hal semudah mengecilkan volume suara televisi, speaker, handphone atau radio ke kekencangan yang lebih nyaman untuk telinga dapat mencegah kerusakan pendengaran.
Anda dapat mengetahui apakah volume suara dari peralatan elektronik atau sumber lainnya itu terlalu kencang apabila suara tersebut dapat terdengar dari jarak cukup jauh. Atau bahkan dari kamar sebelah.
Headphone dan earphone yang biasa kita gunakan juga harus dijaga volumenya agar tidak melukai pendengaran kita.
Istirahatkan Telinga
Datang dan menyaksikan konser atau pertunjukan memang dapat menjadi aktivitas yang sangat menyenangkan.
Namun mereka dapat berpotensi untuk menghancurkan telinga. Ketika mengunjungi tempat-tempat seperti itu, sebaiknya berikat telinga kita waktu untuk beristirahat.
Apabila bisa, mundur dan berikan jarak yang lebih jauh dari antara diri dan speaker sebentar saja. Bahkan istirahat selama lima menit saja dapat menjaga kesehatan pendengaran.
Setelah acara selesai, sebaiknya habiskan waktu di ruangan atau area yang tenang setidaknya selama sehari. Dengan begitu telinga kita dapat membaik.
Jangan Gunakan Cotton Bud
Dilansir dari Women and Infants, kebanyakan orang menggunakan cotton bud untuk membersihkan telinga dari kotoran.
Akan tetapi, ternyata kotoran di dalam telinga dapat keluar dengan sendirinya secara perlahan-lahan.
Telinga kita dilapisi dengan cairan seperti gel atau lilin yang dapat melindungi kulit bagian dalam telinga kita dari debu dan partikel-partikel lainnya.
Ternyata, dengan menggunakan apapun ke dalam telinga kita dapat merusak gendang telinga dan struktur telinga lainnya yang sensitif.
Disarankan untuk membersihkan telinga dengan handuk lembab saja. Atau mengunjungi dokter THT untuk membersihkan telinga kita dengan lebih baik.
Jaga Telinga Tetap Kering
Setelah mandi atau berenang, segera lap telinga dengan handuk atau sesuatu yang dapat menyerap air dari telinga.
Kelembaban di telinga kita dapat menarik bakteri yang menyebabkan infeksi pada telinga kita. Infeksi ini dapat mempengaruhi pendengaran kita
Apabila ada air yang masuk ke dalam telinga, kita dapat mencoba mengeluarkannya dengan memiringkan kepala ke samping. Kemudian goyang-goyangkan kepala sampai airnya keluar.
Para perenang biasanya menggunakan sumbat telinga khusus yang dapat mencegah air dapat masuk ke telinga mereka. (jpg/smi)
Editor : Nurismi