Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

Mengapa Kulit Berjerawat Setelah Facial? Simak Penjelasannya!

Beraupost • Jumat, 25 Juli 2025 | 17:00 WIB

Konsultan Kecantikan dan Asesor COHESPA, Victoria Beauty Berau, Imelda A saat melakukan sesi konsultasi sebelum memberikan perawatan. (NADYA ZAHIRA/ BERAU POST)
Konsultan Kecantikan dan Asesor COHESPA, Victoria Beauty Berau, Imelda A saat melakukan sesi konsultasi sebelum memberikan perawatan. (NADYA ZAHIRA/ BERAU POST)

BERAU POST - Facial wajah dikenal sebagai salah satu perawatan kulit yang banyak diminati, baik oleh perempuan maupun laki-laki.

Perawatan ini dipercaya mampu membersihkan pori-pori, mengangkat sel kulit mati, meningkatkan sirkulasi darah, hingga membuat wajah tampak lebih segar dan cerah.

Di berbagai klinik kecantikan, facial seringkali menjadi pilihan pertama untuk mengatasi berbagai permasalahan kulit seperti kusam, komedo, hingga jerawat.

Namun sayangnya, tidak sedikit orang yang justru mengalami jerawat setelah melakukan facial.

Kondisi ini membuat sebagian orang merasa kecewa atau bahkan takut untuk melakukan perawatan ini lagi.

Pertanyaan pun muncul, bagaimana mungkin perawatan yang seharusnya menyembuhkan kulit justru memicu masalah baru seperti jerawat?

Padahal, facial dilakukan oleh tenaga profesional dengan prosedur yang kelihatannya aman.

Namun, reaksi kulit setelah facial bisa berbeda-beda tergantung dari jenis kulit, sensitivitas, produk yang digunakan, serta kebersihan alat saat proses berlangsung.

Konsultan Kecantikan dan Asesor COHESPA, Victoria Beauty Berau, Imelda A mengakui facial dapat membuat wajah menjadi sensitif atau berjerawat, kalau treatment tersebut dilakukan dengan teknik facial yang salah.

Atau dilakukan oleh tenaga terapis yang tidak terlatih dibidang estika, tidak konsultasi sebelum melakukan perawatan wajah, atau saat perawatan tidak menyampaikan dengan baik produk home care apa saja yang bisa dipakai di rumah.

"Apalagi facial wajah itu memang merupakan perawatan untuk eksfoliasi wajah, karena terapisnya tidak menjelaskan kepada customer nya, dan mereka melakukan eksfoliasi lagi di rumah dan itulah yang mengakibatkan kulit menjadi iritasi dan jerawat," kata dia kepada Berau Post, saat ditemui di Victoria Beauty Berau, Tanjung Redeb, Kamis (24/7).

Untuk itu, penting bagi kita memahami penyebab pasti mengapa facial bisa menimbulkan jerawat, agar kita bisa lebih waspada dan tahu langkah pencegahan yang tepat sebelum melakukan perawatan.

Berikut adalah beberapa penyebab mengapa facial wajah bisa menyebabkan jerawat:

1. Iritasi Akibat Ekstraksi Komedo

Salah satu tahap yang paling umum dalam facial adalah proses ekstraksi komedo atau blackhead.

Imelda mengatakan bahwa tahapan ini melibatkan penekanan langsung pada pori-pori untuk mengeluarkan kotoran yang menyumbat.

"Namun jika dilakukan terlalu keras atau dengan teknik yang salah, ekstraksi bisa melukai kulit dan menyebabkan iritasi. Iritasi ini dapat memicu peradangan yang kemudian berkembang menjadi jerawat," imbuhnya.

2. Kontaminasi Alat yang Tidak Steril

Facial yang dilakukan di tempat yang tidak memperhatikan kebersihan bisa meningkatkan risiko munculnya jerawat.

Alat-alat facial yang tidak disterilkan dengan baik dapat menjadi media penyebaran bakteri ke permukaan kulit.

Ia menerangkan, saat pori-pori terbuka selama perawatan, maka bakteri dapat dengan mudah masuk dan menimbulkan infeksi yang memicu jerawat.

3. Penggunaan Produk yang Tidak Sesuai Jenis Kulit

Setiap orang memiliki jenis kulit yang berbeda, ada yang kering, berminyak, sensitif, kombinasi, hingga acne prone

Jika produk yang digunakan saat facial tidak sesuai dengan kondisi kulit seseorang, maka kulit bisa bereaksi negatif.

"Maka biasanya reaksi tersebut bisa berupa munculnya jerawat, kemerahan, atau bahkan breakout parah pada beberapa orang," kata Imelda

4. Reaksi Sementara dari Proses Detoksifikasi Kulit

Beberapa orang mengalami jerawat setelah facial karena proses detoksifikasi kulit. Saat kulit dibersihkan secara mendalam, toksin dan kotoran yang tersimpan di bawah lapisan kulit terdorong ke permukaan. Hal ini bisa membuat wajah terlihat lebih bermasalah untuk sementara waktu.

"Memang meskipun ini adalah reaksi normal pada sebagian orang, tetap saja bisa mengganggu secara estetika, tapi biasanya ini hanya reaksi sementara, karena reaksi tiap kulit wajah pada manusia itu berbeda-beda," jelasnya.

5. Kulit Terlalu Sering Dipegang atau Diganggu Setelah Facial

Setelah facial, kulit cenderung lebih sensitif dan rentan. Oleh sebab itu, Imelda bilang, apabila seseorang tidak menjaga kebersihan tangan atau sering menyentuh wajah setelah perawatan, risiko munculnya jerawat akan meningkat.

"Karena sentuhan tangan itu bisa memindahkan minyak, kotoran, dan bakteri ke area wajah yang sudah rentan," terangnya.

6. Reaksi Alergi terhadap Bahan Aktif

Beberapa produk facial mengandung bahan aktif seperti asam salisilat, retinol, atau essential oil tertentu.

Beberapa orang yang memiliki kulit sensitif atau alergi terhadap bahan tersebut, maka bisa terjadi reaksi peradangan yang kemudian berkembang menjadi jerawat atau ruam.

Facial wajah memang memiliki banyak manfaat, namun penting untuk memahami bahwa tidak semua jenis perawatan cocok untuk semua jenis kulit.

Jerawat setelah facial bukanlah hal yang sepenuhnya tidak wajar, tetapi hal ini bisa diminimalkan jika kita lebih selektif dalam memilih tempat perawatan.

Memastikan kebersihan alat, serta melakukan konsultasi terlebih dahulu dengan terapis kecantikan mengenai kondisi kulit kita.

Jika kulitmu tergolong sensitif atau mudah berjerawat, sebaiknya dilakukan konsultasi lebih dulu jenis facial yang paling aman dan sesuai agar hasilnya tetap maksimal tanpa efek samping yang tidak diinginkan. (nad/smi)

Editor : Nurismi
#facial #jerawat #kulit